Friday, January 23, 2009

Membangun Komunikasi yang Sehat

Membangun Komunikasi yang Sehat

Ringkasan khotbah Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Sydney, Australia tanggal 21 Desember 2008

Memperkokoh Kehidupan Pernikahan Kristen-8
Membangun Komunikasi yang Sehat

oleh: Pdt. Effendi Susanto, S.Th.




Nats: Amos 3:3; 2 Korintus 6:11-12




“Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji?” (Amos 3:3). Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum memiliki suara yang akur, yang bisa menyamakan persepsi, menyamakan kosep? Itu kalimat nabi Amos yang sangat baik sekali.

“Hai orang Korintus, kami telah berbicara terus-terang kepada kamu. Hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu dan bagi kami ada tempat yang luas tersedia di dalam hati kami tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu” (2Kor. 6:11-12). Paulus berbicara kepada jemat Korintus dengan honestly, openly, sincerely. Ada tempat yang lebar bagi engkau di dalam hatiku, kata Paulus. Saudara perhatikan di sini Paulus sedang berbicara mengenai komunikasi dan hubungan pribadi dia dengan jemaat Korintus.

Hari ini mari kita belajar mengungkapkan komunikasi verbal kita sebagai suami dan istri, bagaimana kita berdiskusi dan berbicara bersama. Paling tidak ada 5 “musuh dalam selimut” yang tanpa disadari bisa masuk ke dalam kehidupan kita dan mengganggu keharmonisan suami istri yang.
1. Busyness, hidup yang penuh kesibukan.
Saya percaya banyak di antara kita yang dua-dua bekerja. Sehingga hidup kita dipenuhi dengan berbagai kesibukan pekerjaan dan rumah tangga yang kita anggap sebagai hal yang normal. Kadang-kadang pekerjaan yang overload menjadi prioritas yang lebih utama di dalam kita membangun hubungan suami istri yang baik.

2. Akibatnya banyak orang sesudah pulang dari kerja yang penat, akhirnya kita mengembangkan satu hal yang kita rasa normal yaitu ‘drifted away’, mulai pelan-pelan tercipta jarak di antara suami istri. Mungkin karena kita sibuk bekerja, sibuk menjaga anak dan mengurus rumah, akhirnya kita anggap pasangan kita sudah tahu dan memaklumi apa yang terjadi. Bahayanya, saking begitu jarang berkomunikasi, akhirnya baru saja istri bilang “Pa…” suami langsung buka dompet dan bertanya, “Perlu berapa duit?” karena memang biasanya komunikasi baru terjadi waktu istri perlu uang.

3. Kebosanan.
Orang yang sudah menikah lama akhirnya hidup di dalam kebosanan. Bosan bukan berarti tidak ada cinta lagi tetapi saudara merasa hambar di dalam pernikahan dan akhirnya malas memulai komunikasi, atau mungkin merasa tidak ada topik yang perlu dibicarakan. Istri mengeluh setiap kali dia mau memulai pembicaraan, suami merasa itu tidak relevan. Suami malas bicara karena merasa tidak guna berbicara dengan istri karena dia tidak mengerti kesulitan yang dia hadapi di dalam pekerjaan, dsb.

4. Irritability.
Ada komunikasi yang tidak baik di antara suami istri akhirnya menimbulkan kejengkelan dan rasa tidak enak. Namun karena kejengkelan itu tidak diselesaikan, akhirnya pelan-pelan membuat pasangan menjadi tidak mau berkomunikasi.

5. Beban ekonomi dan utang.
Saya percaya ada lebih dari 5 hal yang bisa timbul di dalam kehidupan komunikasi suami istri tetapi saudara bisa lihat dari 5 faktor yang disebut di atas, 4 di antaranya bicara mengenai bagaimana suami dan istri tidak memiliki komunikasi yang baik. Maka hari ini mari kita perkuat hubungan kita dengan belajar menjadi seorang suami dan seorang istri yang terbuka satu sama lain, berdiskusi dengan baik, menjadikan pasangan sebagai seorang partner yang paling dekat di dalam hidup dimana kita bisa leluasa menyatakan ide dan harapan kita. Komunikasi yang baik itu bukan berarti banyaknya ngomong. Itu adalah dua hal yang berbeda. Makin banyak ngomong bisa jadi makin menutup komunikasi, bukan? Itu yang sering kali terjadi dengan anak remaja kita. Makin banyak kita ngomong makin dia tutup telinganya. Begitu juga makin banyak istri ngomong, makin telinga suami tertutup. Ada banyak hal bisa membuatkomunikasi menjadi tertutup. Salah satunya adalah kritikan dan celaan. Bukan komunikasi yang terjadi tetapi lecture. Suami lecture istri, istri lecture suami. Itu bukan komunikasi. Istri ngomong terus, istri atur semua, sehingga suami menjadi pasif. Talking too much belum tentu menjadi good communication karena itu bergantung kepada bagaimana kita menyampaikan komunikasi. Bisa jadi kita baru mau bicara dengan suami waktu kita mau kritik dia. Kita baru bicara dengan istri waktu kita mau lecture dia. Hari ini begitu banyak pasangan menjalani hidup di dalam kebosanan, menjadi malas dan tidak memiliki gairah untuk berkomunikasi. Maka mari kita sama-sama belajar selama kita masih bisa menjadikan hubungan suami istri menjadi indah dan baik.

Pertama, tidak bisa tidak, saudara dan saya harus belajar menjadi seorang good listener. Umumnya suami sulit menjadi seorang good listener. Istri sering mengeluh, “My husband is not a good listener. He is a good tape recorder.” Dia bisa mengulang semua perkataan yang keluar dari mulut isterinya tanpa benar-benar menyimak apa yang isterinya katakan. Ada yang mengatakan sebenarnya kita memakai pendengaran kita lebih dari 40% ketimbang panca indera yang lain. Lalu bagaimana menjadi seorang pendengar yang baik? Tidak gampang. Apalagi suami sering mengeluh, “Saya coba belajar mendengar istri, tetapi makin mendengar bicaranya makin putar-putar. Itu sebab saya ‘cut’ supaya dia bisa fokus.” Banyak hal kita ributkan sebenarnya adalah hal yang kecil, bukan? Mengapa kita tidak melihat istri yang berceloteh sebagai tanda dia sedang bahagia dan excited? Itu yang penting. Jangan kita rusak percakapannya dengan kritikan dan celaan dan berbagai koreksi untuk hal-hal yang tidak relevan dengan jalan pembicaraannya.

Di dalam mendengar, kita bukan hanya menyediakan telinga tetapi kita perlu skill untuk belajar fokus kepada perasaan apa yang ada di belakang perkataan dia. Kenapa suami kadang dianggap tidak mendengar walaupun kita bisa mengulang semua kalimat istri persis sampai titik komanya? Karena yang dikatakan istri kita ada beberapa hal, yaitu pertama, body language kita memperlihatkan kita tidak menyimak apa yang dia ucapkan. Kedua, kita tidak tangkap feeling-nya, perasaan apa yang ada di belakang kalimat dia. Mungkin itu perasaan sukacitanya, perasaan kuatirnya, perasaan kesalnya, dsb. Ketiga, coba tangkap apa isi beritanya, apa yang ingin disampaikan oleh pasanganmu di dalam dia menyampaikan sesuatu. Kadang-kadang ada hal yang lebih dalam di situ. Tetapi saya juga ingatkan terutama kepada para istri bagaimana belajar menyampaikan satu good communication kepada suamimu. Suatu komunikasi yang baik tidak akan terjadi kalau kita tidak memiliki honesty dan openness. Ada istri yang selalu minta suami jadi “tukang ramal,” mau dia menebak apa yang ada di pikiran istri. Waktu sedang jalan berdua, lewat di depan toko kue, istri bertanya kepada suaminya, “Mau cheese cake itu?” Suami melihal cheese cake seharga $4 itu kemudian menjawab, “Nggak ah, mahal.” Sesudah berjalan 10 m, istri bilang, “Cuma $4 saja tidak mau beli, dasar pelit.” Suami kaget, “Ooh… kamu mau kue itu to? Ayo, kita beli.” Istri yang jengkel menjawab,”Tidak usah, tidak ada napsu makan lagi.” “Addduhh… bilang dong, kalau mau makan cheese cake itu, pasti saya belikan.” “Huh, buat apa saya bilang? Kalau you baru belikan saya karena saya minta, maka cheese cake itu tidak ada nilainya. Tapi you harus tahu, begitu saya berdiri di depan kue itu, you tahu hati saya mau kue itu lalu membelinya, di situ saya tahu betapa besarnya cintamu kepada saya.” Aduh, bagaimana saya bisa baca apa yang ada di dalam pikiran orang? Hanya Tuhan yang tahu isi pikiran manusia. Suami mana bisa tahu?

Kenapa komunikasi itu menjadi drifted away, sehingga kita menjadi malas membuka komunikasi dengan pasangan kita? Para konselor Kristen mengatakan banyak kali pasangan menyimpan luka yang terjadi mungkin belasan tahun yang lalu. Sebagai suami, kita mungkin sudah tidak ingat akan hal itu, bahkan istri juga tidak sadar menyimpan kepahitan itu tetapi ketika konselor menyelusuri, mereka menemukan itu menjadi problemanya. Mungkin ketika peristiwa itu terjadi, timbul luka di dalam hati pasangan. Tetapi setelah beberapa waktu, suami mengira luka hati sudah sembuh, padahal istri masih menyimpannya. Maka kita menjadi terkejut ketika keributan besar terjadi, ujung-ujungnya kita menemukan luka lama itu. Baru sebentar berbicara dengan istri tiba-tiba suami marah hanya karena hal yang kecil. Akhirnya keluar kalimat, “Memang kamu selalu begitu…” yang mengacu kepada luka masa lampau itu, ketidak-senanganmu terhadap ketidak-sempurnaan dia. Selama ini engkau ingin dia berubah seturut apa yang engkau mau, tetapi engkau terus melihat dia mengulang hal yang sama dari tahun ke tahun membuatmu menjadi marah. Itu namanya irritability. Maka akhirnya penyebab terjadi miscommunication dan misunderstanding itu bukan aspek yang dibicarakan saat itu tetapi disebabkan oleh karena luka yang tersimpan lama. Suami salah beli tong sampah sepuluh tahun yang lalu, bisa disebut lagi waktu istri kesal suami buang sampah sembarangan, padahal tidak ada hubungannya. Maka point ketiga kita mari kita belajar menyembuhkan luka yang ada itu, terima dia sebagai seorang yang tidak sempurna karena engkau juga tidak sempurna. Maka di dalam hubungan suami istri kita tidak akan memiliki satu komunikasi yang lebih indah kalau saudara tidak belajar memiliki satu “good fight.” “Good fight” tidak mungkin terjadi kalau saudara tidak mempunyai self control. Tetapi self control itu tidak pernah akan terjadi kalau tidak ada perasaan memaafkan akan hal-hal yang sudah lewat.

Seorang sosiolog bernama Gibson Winter yang menulis buku “Love and Conflict” mengatakan kita justru lebih sering menyakiti orang yang dekat dengan kita dibanding orang lain. Dengan orang lain mungkin kita masih memakai bahasa yang lebih halus dan lebih “educated.” Tetapi kepada istri dan anak kita pakai bahasa pasar. Kita tidak pernah sadar bahwa seharusnya kita lebih sayang dan lebih protektif kepada orang yang kita kasihi tetapi sering kali yang terjadi kita menjadikan dia lebih terluka. Winter menemukan tidak bisa tidak di dalam love pasti ada konflik. Kenapa bisa timbul konflik? Sebab itu adalah perasaan melindungi orang yang kita kasihi dengan cara yang salah. Jadi, ada “konflik yang benar” dan ada “konflik yang tidak benar.” Konflik yang benar hanya terjadi kalau kita belajar memiliki self control dan self control itu baru bisa terjadi kalau di belakangnya itu ada forgiveness. Kita tidak bisa mengabaikan, setiap kali kita memiliki hubungan yang dekat dengan siapa pun, gesekan akan terjadi dan gesekan itu pasti akan menimbulkan iritasi. Makin terjadi gesekan lebih banyak dan lebih lama, iritasi itu akan berubah menjadi luka. Dan luka yang tidak disembuhkan bisa menjadi luka yang mengganggu hubungan di antara kita. Tinggal sekarang bagaimana menyembuhkan luka itu terlebih dahulu. Hubungan suami istri yang baik tidak bisa tidak adalah suatu hubungan yang terus menerus harus dilandasi dengan perasaan forgiveness yang tulus, saling mengampuni satu dengan yang lain. Mengampuni tidak berarti kita menutup mata akan kesalahan dia,. Mengampuni tetap mengakui tindakan dia itu salah namun saudara menerima dia sebagaimana adanya. Mari kita belajar bertumbuh satu sama lain. Forgiveness itu seperti mengeluarkan seorang tahanan dari penjara. Setelah dia keluar dari penjara, baru kita sadar tahanan itu adalah diri kita sendiri. Orang yang tidak sanggup bisa mengampuni orang lain, dia bukan melukai orang itu tetapi memenjara diri sendiri. Yang mengeluarkan kalimat itu adalah Lewis Smedes dalam bukunya “Forgiveness.” Maksudnya adalah saudara memberikan forgiveness itu bukan demi kebaikan orang itu tetapi demi kelegaan dan kelapangan hati saudara. Biarlah saudara belajar memberikan kesembuhan bagi dirimu sendiri. Hal yang salah, ada hal-hal yang luka, mungkin sudah tersimpan lama di dalam diri saudara tidak akan mungkin menghasilkan hubungan suami istri yang indah hari ini kalau saudara tidak belajar menyingkirkan dan membuang luka itu dari diri saudara. Winter Gibson mengatakan ada yang namanya realistic conflict dan unrealistic conflict. Unrealistic conflict adalah konflik yang bisa kita hindarkan di dalam hidup ini. Tidak semua peperangan di dalam hidup kita harus kita tempur. Kalau kita terus tempur, perang tidak ada habis-habisnya. Maka saudara harus “pick wise” peperanganmu. Contoh, kalau suamimu memang cara pencet odolnya sudah turun-temurun seperti itu, ya sudah jangan diributi.

Realistic conflict itu yang bagaimana? Saya mendapatkan pelajaran yang sangat berarti sekali mengapa kita sering ribut dan konflik, karena sering kali kita tidak fokus kepada “need” tetapi kepada “solution.” Ini yang sering terjadi pada waktu suami dan istri ribut. Suami cenderung mau memberikan solusi untuk menghindari diskusi yang panjang. Akhirnya istri menjadi marah karena merasa suami tidak mendengar, padahal dia mungkin cuma ingin menyampaikan perasaan kepada suami. Pada waktu kita ingin menyelesaikan masalah, konflik akan selesai dan keributan tidak akan berlarut kalau kita fokus kepada “need” ketimbang “solusi.”

Gibson memberi contoh, dua orang nun sama-sama hendak pergi keluar dari asrama untuk pelayanan. Satu nun pergi ke counter dan mengatakan dia mau pakai mobil untuk membesuk orang sekarang. Lalu suster yang satu lagi keluar dan mengatakan dia juga mau pakai mobil sekarang untuk keperluan emergency. Dua-dua ngotot mau pakai mobil yang sama. Sebenarnya konflik itu bisa selesai kalau kita melihatnya dengan cara seperti ini. Tanyakan kepada mereka, “You perlu mobil ataukah perlu transportasi?” Kalau mereka setuju sebetulnya yang mereka perlu adalah transportasi, mereka tidak perlu ngotot mau pakai mobil yang hanya satu itu, tetapi bisa dicarikan jalan keluar yang lebih baik. Misalnya, yang satu bisa pakai mobil, yang satu bisa dicarikan taksi. Itu namanya fokus kepada “need” ketimbang “solusi.” Kita menjadi ribut karena kita sudah terlebih dahulu memilih satu solusi dan mengira hanya satu solusi itu saja yang bisa kita ambil. Maka pada waktu konflik akan terjadi, mari kita belajar melihat “kebutuhan” bukan melihat “solusi,” barulah kita bisa mengembangkan satu komunikasi yang sehat. Bagaimana memiliki satu “good fight”? Alkitab tidak bilang kita tidak boleh marah. Alkitab bilang, jangan sampai matahari terbenam sebelum padam amarahmu. Ada yang bertanya, kalau marahnya pas malam hari, bagaimana? Maksudnya, marahmu jangan disimpan, jangan dibawa menjadi sesuatu hal yang berlarut-larut di dalam diri saudara.

Norman Wright mengatakan di dalam mengekspresikan kemarahan ada 4 basic responses.
1. Supress it, menyimpan kemarahan. Biasanya orang itu tahu dia marah namun dia tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap emosi marah itu. Maka dia terus simpan, sampai suatu waktu dia tidak tahan lagi dan akhirnya meledak tidak terkontrol di dalam tindakan dan perkataannya.
2. Express it, mengekspresikan kemarahan. Orang yang bisa mengekspresikan marah adalah orang yang memperlihatkan ‘well-developed temper.’ Orang itu memakai kemarahannya untuk mengontrol situasi dan orang-orang di sekitarnya.
3. Repress it, kemarahan. Sering kali orang yang me-repress kemarahan akhirnya menjadi depresi karena kemarahan itu ditanam dalam-dalam di hatinya dan tidak pernah dibereskan dengan sehat. Orang yang kelihatannya lembut dan tenang tidak pernah memperlihatkan emosi marahnya, bahkan beralasan bahwa marah adalah dosa dan Tuhan tidak suka anak-anakNya marah.
4. Confess it, mengakui kemarahan. Ini adalah cara yang terbaik untuk meng-handle emosi marah sebelum dia meledak tak terkontrol, namun kita perlu hati-hati bagaimana mengakui kemarahan itu. Adalah baik jika kita mengatakan, “OK, you’re right. I really am in a bad mood tonight. Let me tell you why I’m so angry…” Dengan demikian pasanganmu akan mengerti dan mungkin akan bersimpati terhadap apa yang membuatmu frustrasi dan membantumu deal dengan perasaan marah itu.

Maka untuk membangun satu komunikasi yang sehat di dalam hubungan kita sebagai suami dan istri, mari kita belajar menangkap feelingnya, belajar mengetahui apa yang kira-kira ada di belakang kalimat-kalimatnya, belajar memiliki satu body language yang baik di dalam berkomunikasi, belajar melihat “need” instead of “solution,” belajar menjadi orang yang memaafkan. (kz)





Sumber:
http://www.griisydn ey.org/ringkasan -khotbah/ 2008/2008/ 12/21/membangun- komunikasi- yang-sehat/


Pengoreksi: Denny Teguh Sutandio


""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
(1Sam. 16:7b)

__._,_.___

SELAMAT HARI MINGGU - Keterbatasan Manusia

Manna Sorgawi - November 25, 2004

Keterbatasan Manusia



Yesaya 31: 1-3 - Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN. Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan orang-orang lalim. Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama.

Yeremia 17: 5-8 - Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.



Robert T. Kiyosaki membenarkan bahwa uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang bisa menjadi sarana untuk mencapai kebahagiaan. Dan inilah yang aku yakini selama bertahun-tahun, aku tidak begitu kuatir dengan berbagai kesulitan selama aku mempunyai uang. Aku yakin dengan uang aku bisa menyelesaikan banyak hal, dengan uang aku bisa menikmati hari-hariku dengan tenang, dengan uang aku bisa memiliki tubuh yang sehat.

Hari itu pun tiba, anak bungsuku dinyatakan mengidap satu penyakit yang cukup parah. Kami melakukan berbagai upaya penyembuhan baginya dengan mendatangi dokter-dokter ahli, membeli obat ramuan yang cukup mahal dan banyak lagi usaha yang memakan banyak biaya untuk kesembuhannya. Dengan pengeluaran uang yang tidak sedikit setiap minggunya, lama-kelamaan keadaan keuangan kami pun menipis. Aku tidak pernah menyangka bahwa pengobatan anakku akan memakan biaya yang tidak sedikit. Tetapi demi kesembuhannya, kami bersedia melakukan apa saja, bahkan kalau harus menjual barang-barang kami yang berharga. Setelah melewati proses yang cukup lama, aku tidak melihat perubahan yang berarti di dalam diri anakku. Uang semakin menipis sedangkan kami masih memerlukan biaya hidup setiap harinya.

Untuk pertama kalinya aku mulai berpikir tentang kuasa Tuhan setelah aku merasa tidak berdaya dan tidak mampu. Aku baru menyadari bahwa aku tidak dapat bergantung pada uangku dan pada kemampuanku. Semuanya terbatas dan tidak bisa memberiku jalan keluar. Dalam keadaan tidak berdaya, aku bersimpuh dan memohon pengampunanNya, didalam doa aku katakan kepada Tuhan bahwa segala upaya yang aku lakukan tanpa campur tanganNya, ternyata sia-sia. Tuhan mendengar doaku ketika kami berseru didalam ketidakberdayaan. Kami mulai melihat suatu perubahan yang sangat baik didalam diri anakku, semakin hari kesehatannya semakin membaik.

Aku bersyukur karena Tuhan mengajarkan kepada kami pelajaran yang sangat penting bahwa sekuat dan semampu apa pun manusia, ia tidak akan pernah bisa menandingi kuasa Tuhan. Meskipun uang bisa menjadi sarana, namun uang bukan segala-galanya! Apa yang seringkali membatasi kuasa Tuhan sehingga Ia tidak bisa bekerja dengan leluasa didalam hidup kita, adalah keangkuhan kita yang semata-mata hanya mengandalkan akal dan uang. Yeremia 17:7 berbunyi: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Orang sering berkata bahwa Tuhan akan turun tangan ketika kita mengangkat tangan. Artinya kuasa Tuhan akan nyata bagi mereka yang benar-benar merindukannya, bagi mereka yang merasa tidak berdaya dengan kekuatan sendiri, dan bagi mereka yang menggantungkan seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan.



Pengakuan Yang Benar

Kemampuan manusia terbatas. Bagaimanapun, manusia memerlukan Tuhan dan campur tanganNya didalam setiap apa yang dikerjakannya. (Mazmur 127: 1).

KATA-KATA BIJAK: Jangan hanya mengandalkan akal dan uang, tetapi andalkan juga Sumbernya.

Mengahadapi saksi yehuwa

Menghadapi Saksi Yehuwa


1Yoh 4:1-3 - “(1) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. (2) Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, (3) dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia”.


Kata ‘roh’ di sini menunjuk kepada pengajar. Itu terlihat dari digunakannya kata-kata ‘nabi-nabi palsu’ dalam ay 1. ‘Nabi-nabi palsu’ itu banyak, dan Saksi-Saksi Yehuwa adalah salah satu di antara mereka.


I) Nama ‘Saksi Yehuwa’.


Nama ini diambil dari / didasarkan pada Yes 43:10-12 - “(10) ‘Kamu inilah saksi-saksiKu,’ demikianlah firman TUHAN, ‘dan hambaKu yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepadaKu dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. (11) Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari padaKu. (12) Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksiKu,’ demikianlah firman TUHAN,’ dan Akulah Allah”.


Dalam Yes 43:10,11,12 ini muncul kata ‘TUHAN’ (semua menggunakan huruf besar), yang berasal dari kata Ibrani YHWH, yang mereka baca YEHUWA / Jehovah. Dari situ akhirnya muncul nama: ‘Saksi Yehuwa’ (untuk gerakannya) dan ‘Saksi-Saksi Yehuwa’ (untuk orang-orangnya) .


Jangan ‘silau’ karena nama yang begitu megah yang mereka gunakan, karena sebagaimana ada ‘Injil yang benar’ dan ‘Injil yang berbeda / yang lain’ (Gal 1:6-9 2Kor 11:4), ada ‘Yesus yang benar’ dan ‘Yesus yang lain’ (2Kor 11:4), ada ‘Roh (Kudus)’ dan ‘Roh yang lain’ (2Kor 11:4), maka jelas bahwa ada Saksi yang benar dan Saksi-Saksi yang palsu!


II) Pendiri Saksi Yehuwa: Charles Taze Russell.


1) Charles Taze Russell dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1852 di Pennsylvania, Amerika Serikat.


Dalam mempelajari suatu ajaran sesat, tahun dimulainya ajaran sesat itu merupakan sesuatu yang sangat penting. Memang ada ajaran Saksi Yehuwa yang diambil dari Arianisme, yang sudah ada pada abad keempat Masehi, dan ada juga ajaran mereka yang diambil dari gereja Advent, yang baru ada pada abad 19. Dan ada juga ajaran-ajaran yang merupakan ciri khas ajaran mereka (seperti larangan transfusi darah, 144.000 orang saja yang masuk surga, dsb). Kalau ajaran itu memang merupakan ajaran yang berasal dari Kitab Suci, merupakan sesuatu yang mustahil bahwa dalam sepanjang 18 abad tidak ada orang yang bisa menemukannya!

Karena itu hati-hatilah dengan setiap ajaran / praktek, yang selama puluhan abad tidak pernah ada dalam sejarah gereja, tetapi tahu-tahu muncul, dan diclaim sebagai ajaran dari Allah / Kitab Suci!


2) Pada tahun 1870, pada usia 18 tahun, Russell membentuk suatu ‘Bible Class’ (= Kelas Alkitab), dan pada tahun 1876 ia diangkat menjadi pendeta oleh grup itu.


3) Pada tahun 1879, Russell mulai menerbitkan majalah yang dinamakan ‘The Herald of the Morning’, yang akhirnya menjadi ‘The Watchtow­er’ / ‘Menara Pengawal’, yang merupakan majalah yang paling terkenal dari Saksi Yehuwa.


4) Russell mempunyai kehidupan yang brengsek, antara lain: menjual ‘gandum ajaib’ yang jelas merupakan suatu penipuan, perzinahan (bahkan dengan anak usia 10 tahun) sehingga dicerai oleh istrinya, juga berdusta bahwa ia melakukan pelayanan-pelayanan / khotbah-khotbah yang sebetulnya tidak pernah ia lakukan, dan sumpah palsu dalam pengadilan. Ia mengaku mengerti bahasa Ibrani, Yunani dan Latin, padahal akhirnya terbukti ia sama sekali tidak mengerti bahasa-bahasa itu, dan bahkan tidak mengetahui alfabet bahasa Yunani.


Mengapa kita perlu tahu hal ini? Karena Saksi-Saksi Yehuwa sering membanggakan kesalehan mereka, dan juga memberikan bermacam-macam tuduhan / fitnahan tentang kejahatan orang-orang kristen. Dengan mengetahui kebrengsekan dalam Saksi-Saksi Yehuwa maka hal-hal ini bisa kita gunakan untuk melakukan serangan balik.


5) Ia berulang-ulang meramal tentang kedatangan Kristus yang keduakalinya. Mula-mula ia meramalkan bahwa Kristus akan datang untuk keduakalinya pada tahun 1874, dan setelah ramalannya meleset, ia mengubahnya menjadi tahun 1914, tetapi ternyata meleset lagi. Untuk menutupi kesalahannya / kegagalan nubuatnya, ia lalu mengatakan bahwa pada tahun 1914 itu Yesus memang sudah datang keduakalinya, tetapi Ia datang secara rohani, sehingga tidak terlihat! Bdk. Ul 18:22.


6) Ia mati pada tanggal 31 Oktober 1916 dan saya yakin bahwa ia pergi ke neraka yang tidak dipercayainya. Perhatikan bahwa setelah ramalannya meleset untuk keduakalinya, Tuhan memberikan ia waktu 2 tahun untuk bertobat, tetapi ia tidak bertobat. Sekarang ia pasti ‘sudah bertobat’ dari kepercayaan sesat itu, tetapi sayang sudah terlambat.


Jangan meniru Russell yang ‘terlambat bertobat’ itu. Kalau saudara belum pernah bertobat / percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, datanglah kepada Dia sekarang juga, dan terimalah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara. Setiap saudara adalah orang berdosa, dan karena itu setiap saudara membutuhkan Yesus sebagai Juruselamat saudara. Tanpa Yesus sebagai Juruselamat saudara, saudara akan masuk ke neraka selama-lamanya!


III) Bahayanya Saksi Yehuwa.


1) Saksi-Saksi Yehuwa ini mirip Kristen!


Uang palsu yang makin mirip dengan uang asli tentu adalah yang paling berbahaya. Demikian juga dengan orang sesat / nabi palsu yang paling mirip dengan orang kristen / nabi asli! Apa kemiripan mereka dengan orang kristen?


a) Saksi-Saksi Yehuwa selalu mengaku diri sebagai orang kristen, dari gereja kristen, yang berkeliling untuk memberitakan ‘Injil’.


b) Saksi-Saksi Yehuwa juga menggunakan Kitab Suci kita (sekalipun mereka mempunyai Kitab Suci mereka sendiri yaitu New World Translation / Terjemahan Dunia Baru) dan secara teoritis mereka mengakui Kitab Suci sebagai Firman Allah.


c) Saksi-Saksi Yehuwa juga melakukan sakramen, baik baptisan maupun Perjamuan Kudus.


2) Saksi-Saksi Yehuwa luar biasa giatnya dalam memberitakan ‘Injil’.


Penekanan pelayanan pemberitaan ‘Injil’ secara luar biasa ini, selain menjadikan mereka sebagai sekte yang paling berbahaya, juga menyebabkan mereka mengalami pertumbuhan yang luar biasa pesatnya.

Kalau saudara mungkin bertanya: ‘Mengapa mereka bisa bertumbuh begitu pesat?’, maka salah satu jawabnya adalah karena Saksi Yehuwa tidak membedakan antara Pendeta dengan orang awam. Semua Saksi-Saksi Yehuwa didorong dan dilatih untuk memberitakan ‘Injil’. Dan diperkirakan sekitar 40 % dari mereka aktif dalam memberitakan Injil (bandingkan ini dengan orang kristen di Indonesia yang, menurut statistik yang saya dengar dari seorang misionaris, hanya ½ % yang memberitakan Injil).

Sikap militant / agresif dalam penginjilan ini, yang disertai kerelaan mengorbankan waktu, tenaga dan uang, demi gerakan mereka, membuat Saksi-Saksi Yehuwa ini makin berbahaya!

Saya mendengar bahwa di Kediri Saksi-Saksi Yehuwa memberikan les sekolah gratis 5 x seminggu kepada murid-murid SD, tetapi dalam les itu mereka juga menyelipkan ajaran sesat mereka. Karena itu para orang tua harus hati-hati kalau anaknya mendapatkan tawaran les sekolah gratis!


Saksi-Saksi Yehuwa menganggap orang-orang kristen sebagai sasaran ‘penginjilan’ yang terutama.

Mungkin karena mereka menganggap kristen sebagai yang paling sesat / berbahaya, maka mereka menjadikan orang-orang kristen sebagai sasaran utama ‘penginjilan’ mereka, dan ini menyebabkan mereka menjadi sangat berbahaya untuk orang-orang kristen, khususnya yang tidak terlalu mengerti Kitab Suci.


3) Ajaran Saksi Yehuwa lebih sederhana dan lebih mudah diterima akal.


Ajaran Saksi Yehuwa kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal, dibandingkan dengan ajaran kristen (khususnya tentang Allah Tritunggal). Ini menyebabkan banyak orang kristen yang dari dulu selalu bingung / tidak mengerti tentang doktrin Allah Tritunggal, lalu menjadi pengikut mereka.


Penerapan: Karena itu, kalau selama ini saudara adalah orang kristen yang malas belajar doktrin, khususnya dok­trin Allah Tritunggal, bertobatlah dari kemalasan saudara, sebe­lum saudara disesatkan oleh nabi-nabi palsu yang saat ini banyak terdapat!


Ingat bahwa penyesatan selalu berhubungan dengan dok­trin, sehingga orang kristen yang lemah dalam hal doktrin, apalagi yang tidak senang dengan doktrin, adalah orang yang paling mudah disesatkan!


4) Saksi Yehuwa melakukan pengajaran ‘Firman Tuhan’ yang kuat.


a) Saksi-Saksi Yehuwa diajar / diindoktrinasi kuat sekali, mungkin bisa dikatakan di‘cuci-otak’nya (ini menyebabkan Saksi-Saksi Yehuwa sukar sekali bertobat).

Sementara orang-orang Kristen pada umumnya merasa senang kalau bisa ke gereja 1 x seminggu, dan malas datang ke Pemahaman Alkitab, juga banyak yang tak bisa mendengar Firman Tuhan jangka panjang. Sikap seperti ini menyebabkan kebanyakan orang kristen nyaris tidak tahu apa-apa tentang Kitab Sucinya sendiri!

Ini lalu menyebabkan banyak orang kristen yang kalau menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa memilih untuk mengambil jalan yang paling gampang, yaitu mengusir mereka! Tetapi kalau saudara memilih tindakan ini, maka:

*

Saudara gagal mentaati perintah Yesus untuk memberitakan Injil kepada semua orang (berarti termasuk Saksi-Saksi Yehuwa).
*

Saksi-Saksi Yehuwa yang saudara usir itu akan merasa bahwa mereka menderita bagi Kristus, dan ini bukannya membuat mereka menjadi kendor, tetapi justru semakin berkobar-kobar, dalam memberitakan Injil.


b) Saksi-Saksi Yehuwa dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi orang kristen.

Sebaliknya, jarang ada gereja / hamba Tuhan yang menyiap­kan jemaatnya untuk bisa menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa, sehing­ga dalam perdebatan antara orang kristen dengan Saksi-Saksi Yehuwa, hampir selalu Saksi-Saksi Yehuwanyalah yang menang!

Penerapan: maulah belajar tentang Saksi Yehuwa supaya saudara siap menghadapi mereka. Tetapi awas! Caranya belajar tentang Saksi Yehuwa bukanlah dengan belajar pada Saksi-Saksi Yehuwa ataupun dengan membaca buku-buku terbitan mereka. Mengapa? Karena ini terlalu berbahaya. Cara yang benar adalah dengan membaca / mempelajari buku-buku yang ditulis oleh orang kristen tentang Saksi Yehuwa, atau dengan mengikuti pelajaran tentang Saksi Yehuwa di gereja saudara!


c) Saksi-Saksi Yehuwa sangat banyak menggunakan ayat Kitab Suci, dan dalam persoalan ayat hafalan mereka biasanya jauh lebih baik dari orang-orang kristen.


5) Saksi Yehuwa mempunyai cara berargumentasi yang kuat dan licik.


Dalam pelajaran Firman Tuhan yang mereka lakukan, setiap Saksi Yehuwa diajar untuk berargumentasi / menjawab pertanyaan / keberatan dari orang-orang luar, dan mereka mempunyai cara berargumentasi yang hebat / kuat, tetapi seringkali licik. Ini terlihat khususnya dalam buku-buku / literatur mereka.


Beberapa hal yang menjadi ciri mereka dalam berargumentasi:

a) Memberikan sebanyak mungkin kutipan, bisa sampai puluhan jumlahnya, tak peduli dari sumber kafir atau sesat.

b) Dalam mengutip, baik mengutip ayat Kitab Suci maupun kata-kata seseorang / Encyclopedia, dsb, mereka sering mengutip sebagian, sehingga artinya menjadi berbeda dengan yang seharusnya.

c) Pada waktu mengutip, mereka meninggi-ninggikan sumber kutipan tersebut. Misalnya dengan mengatakan bahwa orang itu adalah seorang teolog, profesor, ahli bahasa Yunani, Encyclopedia, dan sebagainya.

d) Menggunakan macam-macam versi Kitab Suci, bahkan yang aneh-aneh / tak lazim dipakai, dan bahkan yang salah, asal itu mendukung pandangan mereka.

e) Dalam penafsiran, mereka sering memotong ayat dari kontext (out of context), atau dari Alkitab (sehingga bertentangan dengan ayat lain dalam Alkitab).

f) Mengubah ayat; ini sering mereka lakukan dalam NWT / TDB. Karena itu kalau berdebat dengan mereka, jangan mau pakai Alkitab mereka.


7) Saksi Yehuwa menggunakan literatur dengan luar biasa hebatnya.


Tidak ada agama atau bidat lain di seluruh dunia yang bisa menandingi Saksi Yehuwa dalam penggunaan literatur! Mereka menerbitkan banyak buku dan traktat, tetapi yang paling saya soroti adalah 2 majalah mereka.


Dua majalah Saksi Yehuwa yang paling terkenal adalah:


a) The Watchtower (= Menara Pengawal).

*

Dimulai pada tahun 1879 dengan jumlah hanya 6000 exemplar.
*

Pada tahun 1976 sudah mencapai 10 juta exemplar, dan sudah diterjemahkan / diterbitkan dalam 79 bahasa.
*

Pada tahun 1985 mencapai 17,8 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 106 bahasa.
*

Pada tahun 2002 mencapai lebih dari 24 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 144 bahasa!


b) Awake! (= Sedarlah!).

*

Pada tahun 1976 mencapai 9 juta exemplar.
*

Pada tahun 1985 mencapai 15,6 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 34 bahasa.
*

Pada tahun 2002 sudah mencapai lebih dari 21 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 87 bahasa!


Dalam hal majalah agama, kedua majalah ini menduduki ranking I dan ranking II di seluruh dunia! (‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’, hal 8).


Catatan:

*

Ciri khas dari semua buku, majalah, maupun traktat mereka, adalah adanya tulisan: ‘Watchtower Bible And Tract Society Of New York / Pennsylvania’, yang merupakan badan penerbit Saksi-Saksi Yehuwa.
*

Ingatlah khususnya nama kedua majalahnya, supaya saudara bisa mengenali literatur Saksi Yehuwa, sekaligus mengenali Saksi-Saksi Yehuwanya yang memberikan­nya kepada saudara!
*

Janganlah membeli literatur mereka, karena sungkan, kasihan, atau alasan yang lain apapun juga, karena ini sama dengan menyumbang kepada setan!
*

Kalau mereka memberikan traktat / majalah / buku mereka, jangan sembarangan memberikannya kepada orang lain. Juga jangan meletakkannya sembarangan di rumah saudara, karena bisa-bisa literatur itu dibaca oleh anak-anak saudara sehingga menyesatkan mereka.


IV) Kesesatan mereka.


1) Doktrin tentang Yesus Kristus.

a) Yesus hanyalah ‘allah kecil’, kalah kuasa maupun umurnya dibandingkan dengan Bapa, yang adalah Allah besar / yang maha kuasa.

b) Yesus adalah malaikat Mikhael.

c) Sebelum inkarnasi Yesus hanya allah kecil / malaikat, lalu waktu menjadi manusia, keilahian / kemalaikatannya hilang, dan waktu bangkit dan naik ke surga, kemanusiaannya hilang, dan Ia kembali menjadi allah kecil / malaikat lagi.

Jadi, ini sangat berbeda dengan doktrin tentang Kristus dalam kekristenan, yang mengatakan bahwa sejak inkarnasi dst, Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, tetapi hanya memiliki satu pribadi.

d) Sembah dan doa tak boleh ditujukan kepada Yesus, tetapi hanya kepada Bapa / Yehuwa.


2) Roh Kudus bukan pribadi ataupun Allah, tetapi hanya tenaga aktif / kekuatan Allah.


3) Mereka tak mempercayai Allah Tritunggal, tetapi mempercayai Allah yang tunggal secara mutlak, yaitu Yehuwa.


Catatan: kecuali saudara sangat menguasai 3 point di atas ini, sebaiknya jangan berdebat dengan mereka tentang hal-hal ini, karena mereka punya argumentasi yang banyak dan membingungkan untuk kebanyakan orang awam. Kalau mau debat dengan mereka, arahkan pembicaraan pada point ke 4, atau lebih baik lagi, point ke 5 di bawah ini, karena menurut saya itu titik lemah mereka.


4) Mereka mempercayai keselamatan bukan karena iman saja, tetapi karena iman dan perbuatan baik, dan perbuatan baik yang paling ditekankan adalah penginjilan. Karena itu mereka tidak mungkin bisa mempunyai keyakinan keselamatan.

Bdk. Ef 2:8-9 - “(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”.


5) Mereka tidak mempercayai adanya neraka.

Jadi, setelah mati, menurut Saksi Yehuwa, ada 3 kemungkinan bagi manusia, yaitu:

a) Masuk surga, tetapi ini hanya untuk orang-orang yang mereka sebut ‘orang-orang pilihan’, yang jumlahnya 144.000 yang mereka ambil dari Wah 7, yang mereka tafsirkan secara hurufiah. Jumlah ini sudah penuh, sehingga mereka yang tak termasuk 144.000 ini yakin tidak akan masuk surga!

b) Firdaus, yang mereka anggap sebagai bumi ini, yang nanti akan disempurnakan. Mereka yang pasti tidak kebagian tempat di surga, BERHARAP (tidak yakin) untuk tinggal di bumi yang nanti disempurnakan ini.

c) Kalau tak bisa tinggal di bumi yang disempurnakan, maka mereka, bersama dengan orang-orang yang non Saksi Yehuwa, akan dimusnahkan (cease to exist)!


Ada beberapa hal yang bisa kita serang tentang doktrin ini, yaitu:


1. Ayat-ayat tentang neraka sangat banyak dalam Kitab Suci. Mau diapakan ayat-ayat itu?


2. Doktrin tentang Firdaus (point b) baru muncul sekitar tahun 1931.

Dulu mereka hanya percaya ‘surga’ (untuk 144.000 orang) atau ‘musnah’. Tetapi pada sekitar tahun 1931 itu mereka bingung karena jumlah Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia melampaui 144.000 orang. Jadi, surganya tidak cukup! Bandingkan kegilaan ini dengan kata-kata Yesus dalam Yoh 14:2 - “Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”.

Dan karena itu mereka lalu ‘menciptakan’ Firdaus mereka untuk Saksi-Saksi Yehuwa yang tidak kebagian tempat di surga. Bagaimana theologia coba-coba seperti ini tetap mereka percayai, betul-betul merupakan sesuatu yang melampaui akal.


3. Karena Saksi-Saksi Yehuwa menganggap bahwa ‘Firdaus’ ini menunjuk kepada ‘bumi yang disempurnakan’, dan karena itu belum ada pada jaman sekarang ini, maka mereka ‘terpaksa’ mengubah terjemahan dari Luk 23:43.


Luk 23:43 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’”.

TDB: “Dan ia mengatakan kepadanya, ‘Dengan sungguh-sungguh aku mengatakan kepadamu hari ini: Engkau akan bersamaku di Firdaus”.


Kalau menggunakan versi bahasa Inggris maka perubahannya hanya terletak pada perubahan letak dari satu koma.


RSV: “And he said to him, ‘Truly, I say to you, today you will be with me in Paradise.’” (= Dan Ia berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, hari ini engkau akan bersama Aku dalam Firdaus).

NWT: “And he said to him: ‘Truly I tell you today, You will be with me in Paradise.’” (= Dan Ia berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu hari ini, Engkau akan bersama aku dalam firdaus


a. Ada beberapa alasan yang secara kelewat jelas menunjukkan ke-tidak-mungkin- an terjemahan NWT / TDB ini.

*

Ini adalah terjemahan yang tidak masuk akal.

Tidak pernah ada siapapun (baik dalam Alkitab maupun dalam kehidupan sehari-hari) , yang mengatakan: ‘Aku berkata kepadamu hari ini’. Sudah tentu pada saat seseorang mengatakan sesuatu, ia mengatakannya hari ini / saat ini. Kalau bukan ‘hari ini’, lalu kapan? Kemarin? Besok pagi? Karena itu merupakan sesuatu yang sudah jelas, tidak ada orang berkata seperti itu.

*

Selain kata-kataNya kepada penjahat yang bertobat dalam Luk 23:43 ini, Yesus mengucapkan kata-kata ‘Aku berkata kepadamu’ sebanyak 140 x.

Yesus tidak pernah mengatakan: ‘Aku berkata kepadamu hari ini’. Jadi kalau Luk 23:43 diterjemahkan seperti itu, itu merupakan terjemahan yang mengada-ada, dan secara sangat jelas menunjukkan kekurang-ajaran NWT / TDB dalam melakukan penterjemahan!


b. Disamping itu, selain Luk 23:43, kita masih bisa menggunakan 2Kor 12:4, yang menunjukkan bahwa pada jaman rasul Paulus, Firdaus itu sudah ada.

2Kor 12:4 - “Aku juga tahu tentang orang itu, - entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia”.

Catatan: yang dimaksud dengan ‘orang itu’ adalah diri Paulus sendiri.


4. Pasti tidak masuk surga, dan hanya berharap tinggal di bumi yang disempurnakan, menurut saya bukan kabar baik (injil), tetapi kabar buruk!


5. Katakan seperti ini kepada mereka: seandainya dalam dunia ini cuma ada Saksi Yehuwa dan Kristen, maka:

a. Kalau ternyata Kristen yang benar, maka: orang Kristen masuk surga, sedangkan Saksi-Saksi Yehuwa masuk neraka.

b. Kalau ternyata Saksi Yehuwa yang benar, maka Saksi-Saksi Yehuwa tinggal di Firdaus / bumi yang disempurnakan (itupun belum pasti), sedangkan orang-orang Kristen dimusnahkan.

Dengan adanya 2 kemungkinan ini, kalau saya, sambil merem / tutup mata saya pilih Kristen. Kalau salahpun paling-paling saya musnah. Kalau saya pilih Saksi Yehuwa, dan ternyata salah, saya masuk neraka.






-o0o-


1) Manusia itu harus beriman / percaya kepada Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, karena tanpa itu ia tidak mungkin mendapatkan Roh Kudus.


a) Kalau saudara beriman kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, maka hal pertama yang terjadi adalah saudara selamat.

Itu dijanjikan oleh Tuhan dalam banyak ayat, misalnya Kis 16:31 - “Jawab mereka: ‘Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’”.


Karena itu, kalau mau selamat / masuk surga, jangan pikirkan selamat karena perbuatan baik, karena tadi sudah kita lihat bahwa manusia di luar Kristus itu tidak mungkin bisa berbuat baik. Juga seandainya mereka bisa berbuat baik, maka perbuatan baik itu tidak bisa menghapuskan dosa!

Gal 2:16a - “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat”.


Illustrasi: Seseorang ditangkap polisi karena melanggar peraturan lalu lintas dan 1 minggu setelahnya harus menghadap ke pengadilan. Dalam waktu satu minggu itu ia lalu banyak berbuat baik untuk menebus dosanya. Ia menolong tetangga, memberi uang kepada pengemis, dsb. Pada waktu persidangan, ia membawa semua orang kepada siapa ia sudah melakukan kebaikan itu sebagai saksi. Pada waktu hakim bertanya: ‘Benarkah saudara melanggar peraturan lalu lintas?’, ia lalu menjawab: ‘Benar pak hakim, tetapi saya sudah banyak berbuat baik untuk menebus dosa saya. Ini saksi-saksinya’. Sekarang pikirkan sendiri, kalau hakim itu waras, apakah hakim itu akan membebaskan orang itu? Jawabnya jelas adalah ‘tidak’! Jadi terlihat bahwa dalam hukum duniapun kebaikan tidak bisa menutup / menebus / menghapus dosa! Demikian juga dengan dalam hukum Tuhan / Kitab Suci!

Karena itu sebetulnya semua manusia membutuhkan Juruselamat / Penebus dosa. Dan Yesus adalah satu-satunya yang pernah menebus dosa manusia. Kalau kita menolak Dia, maka kita harus membayar sendiri hutang dosa kita, dan itu berarti kita harus masuk ke neraka selama-lamanya.


b) Kalau manusia itu percaya kepada Kristus, maka ia mendapatkan Roh Kudus.

Ef 1:13 - “Di dalam Dia kamu juga - karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikanNya itu”.


2) Kalau manusia itu sudah mempunyai Roh Kudus, maka Roh Kudus itu akan mengeluarkan buah, yang akan mengubah hidup orang itu secara bertahap.

Gal 5:22-23 - “(22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, (23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”.


III) Manusia itu juga harus mau berjuang untuk hidup lebih baik.


Jangan anggap, karena sudah ada Roh Kudus, yang mengeluarkan buah, maka manusia itu boleh pasif total. Tidak bisa. Roh Kudus memang harus bekerja, tetapi manusianya juga harus berusaha.


1) Belajar Firman Tuhan.

Maz 119:9 - “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firmanMu”.

Kalau saudara tidak mengerti Firman Tuhan, apa yang saudara anggap baik bisa merupakan dosa, dan sebaliknya.


2) Berdoa.

Tanpa doa, kita tidak akan mempunyai kekuatan untuk melawan kedagingan kita, daya tarik dunia, maupun godaan setan.

Mat 26:41 - “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.’”.


3) Memperbaiki kehidupan.

Ini sebetulnya dalam semua segi, baik jasmani maupun rohani. Tetapi saya diminta untuk menekankan hal-hal ini:


a) Cinta.

1. Dalam perjodohan, yang nomor satu harus ditekankan adalah: anak Tuhan tidak boleh berpacaran / menikah dengan anak setan. Orang percaya tidak boleh berpacaran / menikah dengan orang yang tidak percaya.

2Kor 6:14 - “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”.

2. Dalam berpacaran, jangan seperti orang kafir, yang lalu melakukan hubungan sex sebelum pernikahan.

Memang selain sex, Kitab Suci tak memberikan batasan lain, tetapi juga perlu diingat bahwa pacaran yang terlalu hot, sangat memungkinkan kita terjerumus dalam perzinahan. Karena itu, usahakanlah untuk tidak mencobai diri sendiri dengan berpacaran di tempat yang memungkinkan terjadinya hubungan sex.


b) Karir.

Ini berurusan dengan jurusan sekolah / kuliah yang diambil, dan selanjutnya pekerjaan apa yang dilakukan.


Pada waktu memilih jurusan sekolah, ada beberapa jurusan yang harus diwaspadai, yaitu:

1. Sekolah hukum. Kalau nanti maunya menjadi notaris, mungkin masih tidak apa-apa, tetapi kalau mau menjadi pengacara, pikirkan, apakah bisa menjadi pengacara yang hidup secara Kristen?

2. Jurusan ekonomi / pembukuan.

Memang yang sekolah ekonomi tak selalu harus kerja bagian pembukuan, tetapi kalau akhirnya kerja di bagian itu, sadarilah bahwa hampir semua (atau betul-betul semua) perusahaan melakukan pembukuan ganda. Ini dusta, dan seharusnya tidak boleh dilakukan oleh orang Kristen!


Dalam pekerjaan, beranilah taat kepada Tuhan lebih dari pada kepada boss / atasan saudara.

Kis 5:29 - “Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: ‘Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia”.

Sikap ini harus ada misalnya pada waktu:

*

disuruh berdusta.
*

disuruh mencari wanita penghibur untuk rekan bisnis boss.
*

disuruh bekerja pada hari minggu.


c) Masa depan.

Masa depan itu ada 2, masa depan dalam dunia ini, dan masa depan setelah mati. Yang mana yang mau saudara tekankan?

Bdk. Mat 16:26 - “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”.


Untuk masa depan dibutuhkan uang / harta. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh menyimpan uang demi masa depan dunia dunia, tetapi Kitab Suci mengatakan ada harta duniawi dan ada harta surgawi. Yang mana yang mau saudara tekankan?

Mat 6:19-24 - “(19) ‘Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. (20) Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (21) Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (22) Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; (23) jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. (24) Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.’”.


Kesimpulan / penutup.


Saudara mau hidup lebih baik? Percayalah kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, belajarlah Firman Tuhan, berdoalah, dan berusahalah menguduskan diri sesuai dengan Firman Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati saudara sekalian.



-AMIN-

Ingatlah bahwa TUHAN YESUSlah juru selamat satu-satunya bagi kita semua dan tiada allah yang lain.

Serius Sejenak : akankah Perkataan Tuhan "ENYALAH" tertuju pada kita ?

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata:
Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian
pembuat kejahatan!"( Mat 7:23)

Kita telah mengenal-Nya, kita memanggil-Nya Tuhan & kita melakukan
banyak mujizat demi nama-Nya, tetapi Tuhan tidak pernah mengenal kita
(waduh sedih ngak ya ?, iya lah masa iya dong ), Siapakah yang akan di
kenal Yesus ?, Rasul Paulus menulis, " Tetapi orang yang mengasihi
Allah, ia dikenal oleh Allah" (1 Kor 8:3), oh.. ternyata Allah
mengenal orang yang mengasihi-Nya ?!

Kita mungkin akan berkata: " Aku mengasihi Allah tau ..!.aku hanya
ngak mengasihi saudaraku yang telah menyakiti hatiku", jika demikian
maka kita tertipu, pendusta & kita tidak mengasihi Allah, karena ada
tertulis :"Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia
membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak
mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah,
yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barang
siapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya"
(1Yoh.4:20-21) pake kata harus lagi !

Tipuan adalah hal yang sangat mengerikan karena jika kita tertipu maka
kita percaya dengan segenap hati bahwa kita benar, kita mempercayai
sesuatu padahal sebenarnya tidak demikian, jika kita menolak untuk
mematuhi Firman itu berarti kita menipu hati kita sendiri

sangat menarik perhatian bahwa banyak orang yang akan berharap masuk
sorga tapi di tolak dan Yesus juga berkata bahwa pada saat ini yaitu
Akhir Zaman : "banyak orang akan murtad dan mereka akan saling
menyerahkan dan saling membenci"(Mat 24:10), Banyak orang Kristen
sangat tersiksa oleh sikap tak mengampuni sehingga berharap kematian
akan medatangkan kelegaan, kita harus segera dapat mengatasi sikap tak
mengampuni ini sekarang juga.

Tuhan Yesus juga telah menjelaskan bahwa jika kita ogah mengampuni
maka kita juga ogah di ampuni oleh Tuhan, perlu di ingat bahwa Tuhan
bukan seperti kita, Tuhan bersungguh-sungguh dengan ucapan-Nya, ini
mungkin jarang di temukan di dalam gereja, sebagai gantinya banyak
dalih di kemukakan untuk menaruh sikap tidak mengampuni, kita
menganggap sepele sikap tidak mengampuni itu & bahkan dosa tidak
mengampuni kita anggap lebih kecil dari dosa lain, tapi yang jelas
jika kita tidak mengampuni maka kita tidak akan mewarisi Kerajaan
Allah bersama dengan mereka yang melakukan dosa-dosa lain. (etss jgn
KLIK DEL dulu)

Mungkin juga kita menganggap dan berpendapat ini kabar yang keras,
tetapi kita harus belajar melihatnya sebagai kabar kemurahan &
peringatan, bukan kabar hukuman yang berat, Maukah kita di templak
Roh Kudus sekarang utk mengalami pertobatan sejati dan pengampunan ?,
atau kah kita lebih suka menolak untuk mengampuni lalu mendengar Tuhan
berkata : "Enyalah" ketika saat itu kita tidak dapat bertobat lagi ?,
mari kita membuka hati kita utk mengampuni sesama seberapa berat &
besar pun kesalahan itu dengan mengajak Roh Kudus utk menuntun kita,
percaya lah beban akan terasa terangkat & memberikan kelegahan bagi
kita, selamat bersukacita, Haleluya, Amin

Pdt. Berta Asri

__._,_.___

Pendalaman Iman, "Yesus, Jalan Ke Bapa"

Yesus, Jalan Ke Bapa

Tentu sangat logis ! Kalau manusia mau ke sorga harus tahu jalan kesorga, tidak mungkin kalau orang tidak tahu jalan ke sorga bisa membawa orang ke sorga ! Ia adalah manusia atau nabi palsu serta pembohong besar, kalau ia tidak mampu membawa manusia kesorga tapi menyatakan dengan mengkleim dirinya, mampu membawa manusia ke sorga !
Dan bohongnya bertambah kentara apabila dia sendiri matinya dikuburkan dan tidak bisa bangkit lagi !

Kalau manusia tidak tahu jalan kesorga maka ia harus dibantu oleh orang yang tahu jalan ke sorga ! Siapakah yang datang dan turun dari sorga menuju dunia ini (Bumi) lalu naik ke sorga diiringi para Malaikat-Nya ?

Orang tersebut adalah Yesus Kristus ! (Yoh 1:1-18; 3:16) Mark 16:19); Luk 24:50,51); Mat 28:18-20); Kisah Para Rasul 1:9-11)!

Yesus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6)
*Gambaran Jalan yg panjang dan sangat sulit yg harus dilewati manusia atas panggilan Allah dgn bertumpu pada "IMAN". supaya dapat sampai ke Tanah Yang Dijanjikan (Ul 1:30-33; 2:1-2; 8:2-10; Mzm 77:20; 136).
**Gambaran ini diterapkan pada HUKUM yg menyatakan orientasi yg ditawarkan oleh Tuhan kepada umat-Nya demi memperoleh ganjaran kekal (Ul 32:4; Mzm 25:10; 128:1; 147:19,20).

***Dalam Perjanjian Baru,
gambaran ini tetap muncul, tetapi SUDAH BERUBAH MAKNANYA!
YESUS memulai suatu cara baru untuk menyelamatkan manusia dari "KEBINASAAN" sesuai dengan kehendak Allah dan demi berjumpa denganALLAH (Mrk 8:34; Mat 16:24; Luk 9:23), sehingga "Hidup Kristen" sendiri mulai disebut "JALAN" (Kis 9:2; 18:25; 24:22)

***Tetapi dalam Injil Yohanes,
ungkapan ini bermakna lebih mendalam : YESUS bukan hanya JALAN dalam arti, ajaran-Nya mengantarkan manusia kepada KEHIDUPAN SEJATI ! Hanya Yesus lah Jalan yang mengantar manusia ke Bapa (Allah), jadi hanya Yesus sendirilah KEBENARAN DAN KEHIDUPAN! (Yohanes 10:9).

***Hanya Yesus lah yang menunjukkan apa yang BENAR, TAK TERGOYAHKAN, YANG MENJAMIN manusia berorientasi kearah HIDUP ADIKODRATI ! Dengan melaksanakan kehendak Allh secara sempurna, Yesus menggemakan kesetiaan Allah yang ditunjukkan- Nya sepanjang sejarah. Sekaligus Yesus adalah "KEBENARAN MUTLAK, WAHYU TERAKHIR DAN PENUH KESELAMATAN ALLAH" untuk manusia !

Sebagai Kebenaran, Yesus memberi KEHIDUPAN pula, Ia sendiri memiliki 'KEPENUHAN KEHIDUPAN' , sehingga diri-Nya menunjukkan arah kepada manusia untuk sampai kepada "HIDUP YANG KEKAL"!!!

***Yesus adalah KEBENARAN, sebab sebagai Anak (Makna Internal) yang telah menjadi FIRMAN MANUSIA, Ia secara sempurna telah mengungkapkan Bapa kepada manusia.Yesus mengungkapkannya melalui AKTIVITAS dan FIRMANYA. Dengan cara itulah Ia mengantarkan manusia kepada Bapa, yaitu ke dalam "KEHIDUPAN YANG KEKAL" (Yoh 17:3; 1:4; 3:16; 6:40,47,63; 11:25)

Yoh 14:8 Tunjukkanlah Bapa itu
Filipus ingin melihat Bapa secara fisik. Ia tentu ingat akan penampakan2 yang dialami Abraham, Musa, para Nabi atau malahan para tokoh spiritual bangsa Israel sesudah zaman Keluaran ( Kel 24:9-11)!

Yoh 14:9 Yang telah melihat Aku, telah melihat Bapa
Seluruh hidup Yesus, Firman dan perbuatan2Nya dengan sempurna menyatakan BAPA, sebab Yesus bersatu dengan Bapa dgn cara yang tak terputuskan (Yoh 5:17-30; 10:30). Tetapi ayat ini jangan diartikan bahwa Allh telah digantikan oleh Yesus -manusia ! Karena Yesus berbicara disini tentang melihat ROHANI !

Yoh 14:10 Aku didalam Bapa dan Bapa di dalam Aku
Karena Anak sehakekat dengan Bapa, maka ajaran Yesus tidak berasal dari diriNYa sendiri, tetapi dari Bapa, sedangkan perbuatan2 Yesus dilakukan oleh Bapa yang tinggal dalam diri Yesus. Dengan kata lain, ajaran Yesus dan mukjizat2Nya bukan karya manusia melainkan ILAHI !!!
Jika Yesus bicara tentang "Pekerjaan-pekerjaa n Bapa", maka Ia maksudkan keseluruhan karya penyelamatan yang secara jelas dinyatakan melalui TANDA-TANDA AJAIB! (Yoh 5:18; 8:28,42) Baca juga Yoh 7:17-18; 8:26; 12:49-50. Jadi hanya melalui Yesus lah, manusia bisa diselamatkan !!!

Apakah Anda sudah mempercayakan hidup Anda kepada Yesus Kristus ?
Kalau belum, "BERGEGASLAH" !

Syalom,
Eddy TG




____________ _________ _________ __

__._,_.___

Nabi Isa Bin Maryam, memang wafat di kayu salib...!!!

Dear Sahabat Seiman Kristen
Menurut informasi yang pernah saya dengar, bila kita membaca Al Quran yang aslinya
(yang tidak ada tafsir) maka di situ jelas dikatakan bahwa Yesus (Nabi Isa Bin Maryam)
meninggal pada saat di salib, dan di Al Quran yang tanpa tafsiran itu juga ada tertulis bahwa
Nabi Isa Bin Maryam (yg wafat di kayu salib) tersebut akan datang lagi, bila ada teman2
yang mungkin mau tau lebih jauh, bisa mencari Alquran yg aslinya (tanpa tafsiran),
dan mungkin bisa minta tolong teman2 yg mengerti baca Alquran (tulisan Arab)
untuk membacanya.
Oke itu saja yg pernah saya dengar, mudah2an dapat memuaskan teman2 seiman


Syaloom

Johanes Ganda Rahardjo

MENJADI ANGGUR PILIHAN

Air Hidup

Baca: Yesaya 5:1-4

MENJADI ANGGUR PILIHAN (1)

"Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur." Yesaya 5:1

Kepada Yesaya Tuhan menyampaikan sebuah perumpamaan tentang kebun anggur dan pemilik kebun anggur. Kebun anggur adalah gambaran dari kehidupan orang percaya dan pemilik kebun anggur adalah Tuhan sendiri. Tuhan sangat mengharapkan agar kita menghasilkan buah anggur yang baik, sedangkan "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan- Nya, supaya ia lebih banyak berbuah." (Yohanes 15:2). Namun, untuk bisa menghasilkan buah anggur yang terbaik itu tidak mudah, proses demi proses harus kita lewati.

Ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan agar kebun anggur itu dapat menghasilkan buah anggur yang baik:

1. Dicangkul dan dibuang batu-batunya, "Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; " (ayat 2). Supaya pohon anggur itu menghasilkan buah, si pemilik kebun anggur akan mengolah tanahnya terlebih dahulu agar menjadi tanah yang subur dengan cara mencangkulnya, memberinya pupuk serta membuang semua kerikil atau batu-batu yang ada. Selama ini kita sering mendengarkan firman, baik lewat kotbah-kotbah atau pembacaan renungan, tetapi firman itu seolah-olah berlalu begitu saja karena hati kita masih keras; kita sulit menerima teguran dan merasa diri sendiri benar. Maka dari itu Tuhan perlu sekali mencangkul 'tanah' hati kita supaya menjadi lunak dan memiliki kerendahan hati. Proses itu mungkin sangat menyakitkan bagi kita, tetapi semua itu mendatangkan kebaikan bagi kita. Begitu juga dengan 'batu-batu' yang ada di dalam diri kita, harus dibuang jauh-jauh! 'Batu-batu' penghalang itu bisa berupa: sakit hati, kebencian, amarah, dendam, bersungut-sungut dan sebagainya, yang seringkali menjadi penghambat kemajuan iman kita.

2. Harus ada menara jaga di tengahnya, "...ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya. .." (ayat 2). Adapun fungsi dari menara yang dibangun di tengah-tengah kebun anggur adalah untuk menjaga dan mengawasi pertumbuhan pohon anggur tersebut supaya terhindar dari berbagai macam serangan hama dan juga dari tangan orang-orang jahat yang berniat merusaknya (bersambung).



Baca: Yesaya 5:1-4

MENJADI ANGGUR PILIHAN (2)

"Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?" Yesaya 5:4b

Kehidupan kekristenan kita juga dihadapkan pada berbagai macam tantangan dan pencobaan. Hanya orang-orang Kristen yang memiliki sikap berjaga-jaga dan berdoalah yang akan mampu melewati itu semua. Maka kita harus selalu berjaga-jaga dan berdoa, karena "Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8b).

Berjaga-jaga berarti selalu dalam posisi sigap, tidak lengah dan selalu waspada. Perihal kewaspadaan, firman Tuhan dengan keras mengingatkan kita: "Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh." (2 Petrus 3:17b). Kita harus senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan melalui jam-jam ibadah kita dan juga bersekutu dengan Dia secara pribadi melalui saat teduh kita. Tuhan Yesus sendiri telah memberi teladan kepada kita pada saat Dia masih berada di dunia ini, Dia selalu bersekutu secara pribadi dengan BapaNya yang di sorga. Alkitab mencatat: "Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ." (Matius 14:23) dan di dalam Markus 1:35 juga dikatakan, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana ."

3. Digalinya lobang sebagai tempat pemerasan anggur. Bila pohon anggur dirawat dan dijaga dengan baik, pada saatnya akan menghasilkan buah anggur yang baik, bukan buah yang masam. Itulah tanda seorang Kristen yang dewasa rohani yaitu kehidupannya menghasilkan buah, "...sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah," (Kolose 1:10). Hasil buah anggur yang baik itu merupakan persembahan yang terbaik dari hidup kita bagi Tuhan. Yang menjadi pertanyaan adalah selama bertahun-tahun menjadi orang Kristen, sudahkah kita menghasilkan buah seperti yang dihendaki oleh Tuhan? (baca Galatia 5:22-23).

"Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." Matius 3:8
__._,_.___

My Friend History living with AIDS

My Story.
I am a mother of four children. I was born on 22nd June of 1982 in
Jayapura. I have a long interesting story in my life that I want to
share here. When I was 1 year old, my father died and my mother
remarried to my step father. I am the fourth child of seven siblings
in the family. Living with step father and step siblings was like a
nightmare to me because I was abused by my siblings so that in the
junior high school, I was running away from my problem by consuming
alcohol until drunk and sinking in to the negative environment and.
To fill my needs to get drunk, I became a prostitute.
Afterwards in 1998, sexual intercourse with my customer made me
pregnant. I decided to give a birth and then the baby is raised in
the Laskar Kristus orphanage. Then in 2000, I was pregnant again by
other customer. I was giving a birth to the second child who was
adopted then by my sister. Also in the same year, I was doing VCT
which the result is quite shocking for me, I have HIV positive. Yet
because I was being addicted by alcohol, aica aibon, hashish, and
dextro, I had to keep on moving on my activity as a prostitute and
then in 2002 was been pregnant again. But one day when I was being
drunk, I slipped and felt. The baby was died. At that time, I got
support from one of the NGO that moves in the field of HIV. But I
felt uncomfortable with the environment of that NGO, so I was coming
back to my old friends to get drunk and prostituted myself again.
Knowing that I have HIV made me feels that my life was almost over
and I thought that I had to focus on searching for happiness for me
before I died. Moreover, I did risky behavior such as thieving others
houses, or stealing my prostitution customer. I also had to be under
arrest by police and get the punishment.
Unfortunately I got the wrong information about HIV from NGO who was
taking care of me by the time. They told me that many PLWHA died
because consuming ARV. It was making me scared to check my condition
and start ARV therapy.
In 2008, I was being pregnant for the fourth times. At that moment, I
was being handled by other NGO. But that NGO was overwhelmed by my
habit which are getting drunk so often and keeping on being
prostitute to get money and alcohol.
Finally on October 2008, I was sent by that NGO to Recovery Center.
On the first day I came, I had just drunk SBY (Saguer Buatan Yoka –
local alcohol). Initially, I felt bored in Yakita, but then I can
find a new hope in Yakita, especially in facing the reality about HIV
that I have. I got much information about HIV those so much help me
to start the treatment correctly. When my pregnancy stepped on the
sixth months, I was also prepared to start ARV therapy because my CD4
was 348. The doctor offer caesar operation to me. I got depressed
hearing that but Yakita staffs had motivated me and we prayed to God
for all of this. The caesar operation was planned to be done on 24th
December of 2008 and the ARV therapy on 10 November 2008, but we only
can plan, still God Who decides everything. On 10th November of 2008,
I started to get stomachache and on 13th November of 2008, I was
giving a birth prematurely in hospital. My baby names Ishak. He is
1,8 Kg when he was born and poorly he got respiration and digestive
complication. On the second day of his born, he has to go back to The
Lord. Doctor also predicted that Ishak had already had HIV in his
body because his digestive canal got bloody at the last time. I was
being stressed for a couple of days, but Yakita big family kept
support me so that I could no longer feel frustrated.
This is the turning point for me because through this incident, I
started to realize about the importance of appreciating life and
being grateful. I then believed that what had been told by Yakita
staffs on every session and the 12 steps recovery program based on
Narcotic and HIV Anonymous is right.
The steps contain of some good lessons such as we admitted that we
were powerless over our addiction that our lives had become
unmanageable. We also came to believe there is power greater from
ourselves could restore us to sanity. We make decision to turn our
will and our lives over to the care of God as we understood Him. We
also have to know who we are and help one another.
One week after the hardest point of my life, I start to stand up and
smile again. I see this life in a better hope. I believe that those
are priceless experiences God has admitted to happen in my life. I
also realize that I should do something to change my condition,
change my life to the better one, off course by the help from the
higher power than myself. I also remember the good words from
Recovery Center that is wailed over and over, "Faith without work is
death".
At the beginning of December of 2008, I proceeded to do outreach to
Narcotics Prison in Doyo Baru, Sentani. By the time, Yakita staff was
bringing the material about HIV and opening his status. Seeing that,
I was wondering why he was courageous to open his status there…? Then
I got the insight from discussing it with Yakita big family. In
session, I was being told that opening status can be something
valuable for us. The point is to make others understand what we feel
and through, so that it gives information and life lesson in order
that they don't do the same thing and also gives the strength for
PLWHA like me.
So I came to decision to open my status too to others. I want to
share about the experiences I have and help my old friends to get up
for their dark life. I also realize that the lack of information can
make the issue gets worse, so I am trying to spread the information
about addiction and HIV to others, because though some people see me
as a trash, because I have HIV…but I'm a trash that get up from the
dirty bin, and move to the field of grape trees, because I know,
trash in the field of grape will be trampled till destroyed and
rotten. Then when the trash is rotten, it will be manure for the
grape trees that can make it grow in such a way that it can be dense
of fruit on the trees. The trash can be a reminder too for the grape
trees, to be FRUITFULL and DON'T DRY. Because when The owner comes
and roots it up, it will be thrown to the flame of fire, then it's
late to regret."

__._,_.___

Air Hidup - PUJIAN BAGI TUHAN

Air Hidup



Jumat, 16 Januari 2009

Baca: Mazmur 146:1-10



PUJIAN BAGI TUHAN



“Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.” Mazmur 146:2



Orang Kristen duniawi adalah orang Kristen yang berjalan menurut apa yang dilihatnya, bukan oleh karena percaya. Mereka tidak memiliki kehidupan pujian dalam kesehariannya karena kondisi hatinya sangat ditentukan oleh keadaan yang ada, bukan berdasar kepada Tuhan dan firmanNya. Oleh dari itu mereka jarang/tidak terbiasa memuji-muji Tuhan dan pujian keluar dari bibirnya hanya saat keadaan nampak baik.



Pujian adalah pintu gerbang utama untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan. Melalui pujian kuasaNya tersedia bagi orang percaya. KuasaNya dihasilkan dari puji-pujian yang kita naikkan dengan kesungguhan hati. Pemazmur berkata, “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan pujia-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!” (Mazmur 100:4). Sejak dari semula Tuhan menciptakan manusia untuk bersekutu denganNya, juga untuk memuji dan meninggikan kebesaranNya. Namun dalam prakteknya kita jarang sekali atau tidak selalu membalas kebaikan dan kasih Tuhan itu meski hanya melalui puji-pujian. Sebaliknya, kita membalas Tuhan dengan pemberontakan dan ketidaktaatan. Tapi saat sedang dalam masalah dan penderitaan, dengan secepat kilat kita akan langsung menyalahkan Tuhan. Seperti halnya bangsa Israel, meskipun mereka mengalami banyak pertolongan dan mujizat dari Tuhan, bukan pujian atau ucapan syukur yang keluar dari mulut mereka, melainkan keluhan dan sungut-sungut.



Perhatikan! Semakin kita bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan berarti kita sedang merintangi iman kita sendiri; kita sedang menutup mujizat Tuhan bagi kita sendiri pula, karena imanlah yang menggerakkan hati Tuhan untuk menyatakan kuasa dan mujizatNya. Dan memuji Tuhan adalah ekspresi dari iman kita kepadaNya. Itulah sebabnya Tuhan sangat tergerak hatiNya oleh pujian yang kita naikkan kepadaNya, sebab Ialah “...Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” (Mazmur 22:4). Tuhan tidak akan tergerak hatiNya saat kita berseru kepadaNya dalam ketidakpercayaan. Tapi, jika kita percaya penuh kepadaNya dan mendemonstrasikan iman itu dengan memuji-muji Dia, maka Dia akan membawa kita kepada kemenangan demi kemenangan karena kuasaNya menyertai kita.



Jangan anggap remeh puji-pujian bagi Tuhan, karena ada kuasa di dalamnya.





__._,_.___

Dapatkah Alkitab Dipercaya sebagai Firman Allah?

Dapatkah Alkitab Dipercaya sebagai Firman Allah?
Persekutuan Mahasiswa Kristen Medis
Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya , 15 Juni 2006

oleh: Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M.




Sejarah Keragu-raguan terhadap Alkitab
Sikap orang modern yang cenderung meragukan otoritas Alkitab sebagai firman Allah merupakan hasil perubahan dan akumulasi spirit zaman yang sudah berlangsung beberapa abad yang lalu.
1. Zaman skolastik: theologi dan filsafat saling berebut tempat sebagai the queen of science (ilmu pengetahuan yang tertinggi).
2. Zaman Renaissance: teori heliosentris Kopernikus berhasil membungkam pandangan geosentris gereja yang didasarkan pada tafsiran yang salah.
3. Zaman Pencerahan: iman dan rasio benar-benar dipisahkan. Theologi diletakkan di bawah sains (filsafat). Pada masa ini terjadi perubahan paradigma terhadap Alkitab.



Doktrin Inspirasi
Dasar
Ayat yang paling penting tentang inspirasi terdapat di 2 Timotius 3:16. Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dari ayat ini. Pertama, kata Yunani grafh (LAI:TB “tulisan”) dalam PB merupakan istilah baku untuk kitab-kitab PL (Mat. 21:42; 22:29; 26:54, 56, dst). Kedua, terjemahan LAI TB “segala tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk...” menyiratkan kesan bahwa tidak semua kitab PL adalah diilhamkan Allah. Ayat ini seharusnya diterjemahkan “segala tulisan [kitab-kitab PL] adalah diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk...” (semua versi Inggris), karena kata sifat “diilhamkan Allah” (theopneustos) maupun “bermanfaat” (wfelimos) berfungsi secara predikatif. Ayat lain yang juga biasanya dipakai dalam diskusi inspirasi adalah 2 Petrus 1:21 dan 2 Petrus 3:16.

Konsep Pengilhaman
Kaum Injil memegang pandangan “verbal plenary inspiration.” Teori ini mengajarkan bahwa “setiap kata dalam seluruh bagian Alkitab adalah diilhamkan Allah”. Pengilhaman ini tidak berarti bahwa Allah mendiktekan setiap kata dalam Alkitab maupun menurunkan Alkitab langsung dari surga. Pengilhaman berarti Allah menjaga setiap penulis sedemikian rupa sehingga mereka tidak salah dalam menyampaikan firman Allah.

Sebagai konsekuensi dari hal ini, setiap kata yang ada dalam autografa tidak mengandung kesalahan maupun kekeliruan apa pun (the autograph is inerrant and infallible). Pengilhaman tidak mencakup salinan, terjemahan maupun tafsiran, karena itu salinan, terjemahan, dan tafsiran bisa saja salah. Konsekuensi yang lain adalah keterlibatan unsur manusiawi dalam penulisan Alkitab. Allah memakai setiap penulis sesuai kapasitas mereka, karena itu kualitas bahasa, kedalaman pemikiran, dan cara berpikir masing-masing penulis bisa berbeda.

Proses
Ada beberapa proses penting yang perlu diperhatikan sehubungan dengan keberadaan Alkitab.

INSPIRASI
Akumulasi, seleksi, interpretasi data, dan penulisan Alkitab (Luk. 1:1-4)

ò

TRANSMISI
Penyalinan dan distribusi surat (Kol. 4:16).
Dalam periode selanjutnya transmisi disertai terjemahan, karena Injil sudah merambah daerah yang tidak berbahasa Yunani

ò

KANONISASI
Penganiayaan dan ajaran sesat mendorong proses kanonisasi.
Kriteria yang dipakai: tradisi, wibawa profetik/rasuli, ortodoksi

ò

PENERJEMAHAN MODERN
Selama berabad-abad gereja hanya memakai terjemahan Latin Vulgate.

ò

Renaissance dan reformasi mendorong studi Alkitab dalam bahasa asli dan penerjemahan Alkitab dalam bahasa sehari-hari. Tidak jarang munculnya suatu terjemahan harus dibayar mahal.



Tantangan terhadap Otoritas Alkitab
Berikut ini adalah beberapa hal yang sering kali dijadikan target untuk meragukan otoritas Alkitab sebagai firman Allah.
1. Unsur supranatural dalam catatan Alkitab (misalnya mujizat) à filsafat rasionalisme, empirisme, eksistensialisme.
2. Teks-teks yang dianggap kontradiktif.
3. Data Alkitab yang dianggap tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan.
4. Agama Kristen yang dianggap sebagai hasil evolusi keagamaan dan filsafat keagamaan (philosophy of religion), misalnya monoteisme PL adalah modifikasi politeisme, sedangkan agama Kristen adalah refleksi teologis dan upaya kontekstualisasi gereja mula-mula terhadap situasi abad ke-1 M.
5. Kanonisasi Alkitab yang dianggap monopoli kekuasaan gereja dengan cara menghapuskan berbagai dokumen lain yang bertentangan dengan Alkitab, misalnya Injil Thomas, Injil Filipus, Injil Maria.
6. Tidak ada autografa Alkitab yang tidak ditemukan, sehingga doktrin inspirasi dianggap tidak terlalu bermanfaat.



Jawaban terhadap Tantangan Di Atas
Dari pemaparan di atas terlihat bahwa diskusi seputar otoritas Alkitab sangat kompleks dan multidisipliner. Dalam bagian ini hanya akan diberikan jawaban inti dan singkat sehubungan dengan sanggahan-sanggahan di atas.

Pertama, unsur supranatural dalam Alkitab. Diskusi dalam konteks ini sudah menyangkut presuposisi seseorang. Cara menanggapi yang paling baik adalah dengan membuktikan bahwa rasionalisme, empirisme, dan eksistensialisme didasarkan pada pola pikir yang subjektif dan tidak konsisten.

Kedua, teks-teks yang dianggap kontradiktif. Alkitab tidak mengandung kontradiksi. Teori harmonisasi melalui penyelidikan teks yang teliti dan komprehensif bisa menunjukkan bahwa teks-teks tersebut tidak kontradiktif. “Kontradiksi” terjadi karena hermeneutika yang tidak memadai maupun kekurangtepatan terjemahan.

Ketiga, Alkitab dan ilmu pengetahuan. Orang Kristen perlu mengadakan re-interpretasi, karena tafsiran tradisional kadangkala terbukti tidak memadai, misalnya ayat-ayat yang terkesan mendukung geosentris. Di sisi lain, orang Kristen juga mewaspadai “kebenaran” sains yang biasanya diklaim “objektif”. Sains tetap melibatkan “iman”, presuposisi yang tidak perlu dibuktikan dan bahkan manipulasi data, misalnya kebohongan “teori” evolusi.

Keempat, Kekristenan dan evolusi keagamaan. Usia legenda politheis kuno yang lebih tua daripada Alkitab (misalnya Epic Gilgamesh, Enuma Ellish) tidak bisa dijadikan bukti bahwa Alkitab adalah hasil modifikasi dari pandangan kafir kuno tersebut. Perbedaan antara Alkitab dengan berbagai catatan kuno tersebut jauh lebih esensial daripada persamaan (kemiripan) yang ada. Tidak ada bukti konklusif bahwa penulis Alkitab menggunakan catatan-catatan kuno itu sebagai sumber tulisan. Selain itu, pandangan evolusi keagamaan mengabaikan fakta bahwa sebelum ada sumber tertulis pasti ada sumber (tradisi) lisan yang usianya sangat panjang.

Kelima, kanonisasi Alkitab. Pandangan yang menganggap kanonisasi Alkitab pada abad ke-4 sebagai monopoli orang Kristen memiliki beberapa keberatan serius. (1) kitab-kitab yang diterima dalam kanon sebenarnya sudah lama dipakai dalam ibadah gereja abad permulaan. Hal ini bisa terlihat dari berbagai rujukan dalam tulisan bapa-bapa gereja. Artinya, kanonisasi hanyalah penerimaan kitab-kitab secara formal dan universal. (2) kebutuhan terhadap kumpulan kitab resmi agama Kristen yang benar sudah ada jauh sebelum kanonisasi. Penganiayaan dan ajaran sesat mendorong gereja-gereja sejak awal abad ke-2 untuk serius menentukan kitab mana yang benar dan mana yang salah. (3) konsep-konsep yang dianggap buatan orang Kristen (misalnya keilahian Kristus) ternyata sudah ada pada dokumen-dokumen Kristen abad ke-1 (kitab-kitab PB). (4) pandangan yang menganggap kanonisasi sebagai monopoli didasarkan pada asumsi bahwa gereja-gereja pada abad permulaan seharusnya menerima semua kitab yang ada, baik yang sesuai ajaran maupun tidak sesuai. Asumsi ini jelas bertentangan dengan the law of contradiction.

Keenam, tidak adanya autografa Alkitab. Perlu diketahui, orang modern juga tidak memiliki autografa dari berbagai kitab kuno, baik tulisan sekuler (sastra, sejarah) maupun keagamaan (kitab suci agama-agama) . Lebih jauh, dibandingkan kitab-kitab lain, Alkitab justru lebih bisa dipercaya dari sisi penelusuran kitab kuno. Ujian bibliografi (bibliographical test) membuktikan kredibilitas Alkitab, karena interval waktu peristiwa – penulisan – penyalinan Alkitab paling pendek dan jumlah salinan PB paling banyak. Selain itu, melimpahnya salinan yang ada dan perkembangan disiplin ilmu kritik teks memungkinkan orang Kristen merekonstruksi autografa dalam tingkat akurasi yang sangat tinggi. Kritik teks sendiri menggunakan dua macam kriteria: eksternal (kualitas manuskrip) dan internal (konsistensi gaya penulisan dan konteks).



Konklusi
Makalah ini hanya bersifat overview tentang beragam diskusi seputar otoritas Alkitab sebagai firman Allah. Beberapa poin yang disinggung dalam makalah ini masih memerlukan pembahasan yang lebih mendalam dan detil.



Sumber:
http://www.gkri- exodus.org/ page.php? APO-Alkitab



Profil Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M.:
Ev. Yakub Tri Handoko, M.A., Th.M., yang lahir di Semarang, 23 November 1974, adalah gembala sidang Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Exodus, Surabaya (www.gkri-exodus. org) dan dosen di Institut Theologi Abdiel Indonesia (ITHASIA) Pacet serta dosen tetap di Sekolah Theologi Awam Reformed (STAR) dari GKRI Exodus, Surabaya. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS); Master of Arts (M.A.) in Theological Studies di International Center for Theological Studies (ICTS), Pacet–Mojokerto; dan Master of Theology (Th.M.) di International Theological Seminary, U.S.A. Mulai tahun 2007, beliau sedang mengambil program gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) part time di Evangelische Theologische Faculteit (ETF), Leuven–Belgia.




Editor dan Pengoreksi: Denny Teguh Sutandio.


""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
(1Sam. 16:7b)

Unique CHURCH

wd dari milis lain
Ten Most Unique Churches


Harajuku: Japanese Futuristic Church
This futuristic protestant church is located in Tokyo and it was first unveiled by the design firm of Ciel Rouge Creation in 2005. The ceiling is specially made to reverberate natural sound for 2 seconds to provide a unique listening experience for worshipers and tourists.
Harajuku Futuristic Church


Saint Basil's Cathedral: The Red Square's Colorful Church
Saint Basil's Cathedral
(photo: Lst1984)
The St. Basil's Cathedral is located on the Red Square in Moscow, Russia. A Russian Orthodox church, the Cathedral sports a series of colorful bulbous domes that taper to a point, aptly named onion domes, that are part of Moscow's Kremlin skyline.
The cathedral was commissioned by Ivan the Terrible to commemorate the capture of the Khanate of Kazan. In 1588 Tsar Fedor Ivanovich had a chapel added on the eastern side above the grave of Basil Fool for Christ, a Russian Orthodox saint after whom the cathedral was popularly named.

Hallgrímskirkja: Iceland's Most Amazing Church
Church of Hallgrímur
The Hallgrímskirkja (literally, the church of Hallgrímur) is a Lutheran parish church located in Reykjavík, Iceland. At 74.5 metres (244 ft), it is the fourth tallest architectural structure in Iceland. The church is named after the Icelandic poet and clergyman Hallgrímur Pétursson (1614 to 1674), author of the Passion Hymns. State Architect Guðjón Samúelsson's design of the church was commissioned in 1937; it took 38 years to build it.



Temppeliaukio Kirkko: The Rock Church
Temppeliaukio - The Rock Church
The Temppeliaukio Kirkko (Rock Church) is a thrilling work of modern architecture in Helsinki. Completed in 1952, it is built entirely underground and has a ceiling made of copper wire. It was designed by architect brothers Timo and Tuomo Suomalainen and completed in 1969. They chose a rocky outcrop rising about 40 feet above street level, and blasted out the walls from the inside. It is one of the most popular tourist attractions in Helsinki and frequently full of visitors.



Cathedral of Brasília: The Modern Church of architect Oscar Niemeyer
Cathedral of Brasília
The Catedral Metropolitana Nossa Senhora Aparecida in the capital of Brazil is an expression of the architect Oscar Niemeyer. This concrete-framed hyperboloid structure, seems with its glass roof to be reaching up, open, to heaven. On 31 May 1970, the Cathedral's structure was finished, and only the 70 m diameter of the circular area were visible. Niemeyer's project of Cathedral of Brasília is based in the hyperboloid of revolution which sections are asymmetric. The hyperboloid structure itself is a result of 16 identical assembled concrete columns. These columns, having hyperbolic section and weighing 90 t, represent two hands moving upwards to heaven. The Cathedral was dedicated on 31 May 1970.



Borgund Church: Best Preserved Stave Church
Borgund Stave Church
The Borgund Stave Church in Lærdal is the best preserved of Norway's 28 extant stave churches. This wooden church, probably built in the end of the 12th century, has not changed structure or had a major reconstruction since the date it was built. The church is also featured as a Wonder for the Viking civilization in the video game Age of Empires II: The Age of Kings.



Las Lajas Cathedral: A Gothic Church Worthy of a Fairy Tale
Las Lajas Cathedral
The Las Lajas Cathedral is located in southern Colombia and built in 1916 inside the canyon of the Guaitara River. According to the legend, this was the place where an indian woman named María Mueses de Quiñones was carrying her deaf-mute daughter Rosa on her back near Las Lajas ("The Rocks"). Weary of the climb, the María sat down on a rock when Rosa spoke (for the first time) about an apparition in a cave.
Later on, a mysterious painting of the Virgin Mary carrying a baby was discovered on the wall of the cave. Supposedly, studies of the painting showed no proof of paint or pigments on the rock - instead, when a core sample was taken, it was found that the colors were impregnated in the rock itself to a depth of several feet. Whether true or not, the legend spurred the building of this amazing church.



St. Joseph Church: Known for its Thirteen Gold Domed Roof
The St. Joseph The Betrothed is an Ukrainian Greek-Catholic Church in Chicago. Built in 1956, it is most known for its ultra-modern thirteen gold domed roof symbolizing the twelve apostles and Jesus Christ as the largest center dome. The interior of the church is completely adorned with byzantine style icons (frescoes). Unfortunately the iconographer was deported back to his homeland before he was able to write the names of all the saints as prescribed by iconographic traditions.



Ružica Church: Where Chandeliers are made of Bullet Shells
Ružica Church
Located over the Kalemegdan Fortress in Belgrade, Serbia, the Ružica Church is a small chapel decorated with... with trench art! Its chandeliers are entirely made of spent bullet casing, swords, and cannon parts.
The space the church now occupies was used by the Turks as gunpowder storage for over 100 years and it had to be largely rebuilt in 1920 after WWI. Though damaged by bombings there was an upshot to the terrible carnage of The Great War. While fighting alongside England and the US, Serbian soldiers on the Thessaloniki front took the time to put together these amazing chandeliers. It is one of the world's finest examples of trench art.



Chapel of St-Gildas: Built into the base of a bare rocky cliff
Chapel of St-Gildas
The Chapel of St-Gildas sits upon the bank of the Canal du Blavet in Brittany, France. Built like a stone barn into the base of a bare rocky cliff, this was once a holy place of the Druids. Gildas appears to have travelled widely throughout the Celtic world of Corwall, Wales, Ireland and Scotland. He arrived in Brittany in about AD 540 and is said to have preached Christianity to the people from a rough pulpit, now contained within the chapel.







Saya tambahkan: Indonesia pun gak kalah koq, khususnya di Medan ada Gereja yg unik




Bagus kan?

_______________________________________



--- Pada Sab, 16/1/09, Maya Hutasoit menulis:

SELAMAT HARI MINGGU - Bangunlah Hubungan Baik

Manna Sorgawi – January 10, 2009

Bangunlah Hubungan Baik



Kolose 3:21 - Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Elizabeth adalah anak berusia empat tahun yang lahir dalam keluarga kaya raya. Ayahnya tidak menyukainya, karena ia terlahir sebagai perempuan, padahal ayahnya mengharapkan seorang anak laki-laki. Ibunya meninggal ketika melahirkannya dan semua itu semakin menambah kebencian ayahnya terhadap Elizabeth. Setiap hari ia hanya dirawat oleh seorang suster, sementara ayahnya tidak pernah mempedulikannya. Ayahnya menyapanya hanya jika bangun pagi-pagi. Itupun hanyalah kata-kata singkat yang keluar dari mulut ayahnya, Selamat pagi Elizabeth, jangan nakal."

Suatu malam ketika semua orang tertidur lelap, ayahnya mendengar suara-suara aneh dari ruang kerjanya dilantai bawah. Ia pun turun perlahan-lahan dan ketika membuka pintu kamar kerjanya, disana ia melihat Elizabeth, anaknya yang masih berusia empat tahun duduk dikursi kerjanya sambil menepuk-nepuk meja dengan keras. Malam itu ia bertanya kepada Elizabeth mengapa ia belum tidur juga. Untuk pertama kalinya ia mengucapkan kata-kata yang lain kepada anaknya, selain "Selamat pagi Elizabeth, jangan nakal." Untuk pertama kalinya juga ia menggendong anaknya, membawanya keluar dan menunjukkan bulan serta bintang seraya berkata, "Lihat tuh, bulan bobo, bintang juga bobo, kamu juga harus bobo." Setelah itu ia membopong anaknya menuju kamarnya, membaringkannya, mencium pipi kiri dan kanan dan mengucapkan selamat malam. Semua itu belum pernah dilakukannya sebelumnya. Hingga usia tujuh belas tahun Elizabeth selalu melakukan hal yang sama, bangun tengah malam, duduk dimeja kerja ayahnya dan menepuk-nepuk meja, karena ia tahu, hal itu akan menarik perhatian ayahnya untuk memperhatikannya.

Hingga sekarang ini ada banyak anak-anak yang haus kasih sayang dan perhatian dari orang tua mereka. Penolakan, kebencian, pengalaman hidup yang pahit atau juga kesibukan, membuat sebagian orang tua tidak memberikan perhatian dan kasih sayang sebagaimana mestinya kepada anak-anak mereka. Mungkin anak tidak dapat mengungkapkan kerinduan mereka akan hubungan yang manis dengan orang tua, namun mereka akan mewujudkannya dalam bentuk tingkah laku yang tidak lazim.

Jika Anda adalah orang tua, bangunlah hubungan yang baik dengan anak-anak, luangkan waktu bersama mereka, nyatakan kasih dan perhatian bagi anak-anak. Mereka adalah harta berharga yang dipercayakan oleh Tuhan untuk dikasihi, dididik dan dibesarkan. Firman Tuhan memerintahkan orang tua agar tidak menyakiti hati anak-anaknya, supaya hatinya tidak tawar. Sebagai orang tua, Anda bertanggung jawab kepada Tuhan mengenai cara memperlakukan anak-anak Anda. Anak-anak bukan untuk dimaki-maki, dihajar habis-habisan atau diperbudak. Para ayah, perbaikilah hubungan dengan anak-anak Anda, sehingga mereka boleh melihat figur Bapa sorgawi didalam diri Anda.

DOA: Bapa, beriku hati seorang bapa/ibu yang penuh belas kasihan dan perhatian kepada anak-anakku. Pulihkanlah hubunganku dengan anak-anakku. Dalam Nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Keharmonisan akan membangun jembatan, ketidakharmonisan akan membangun tembok.


============ ========= ========= ========= =

Kesaksian.

Di sini saya ingin memberikan kesaksian di mana saya mengalami kasih Tuhan dalam hidup pernikahan kami. Sekarang pernikahan kami sudah memasuki tahun yang ke 4 tahun 7 bulan dan kami dianugerahi 2 orang yaitu anak laki - laki yang sekarang sudah berusia 2,6 tahun dan perempuan yang sekarang berusia hampir 3 bulan. Kami menikah di tahun 2004 di bulan Juni dan ketika hampir mendekati 1 tahun pernikahan kami, kami belum dikaruniai anak. Maka saya memutuskan untuk ke dokter kandungan, sebelumnya saya sudah berdoa tetapi jawaban Tuhan saya tidak boleh ke dokter, tetapi saya berjalan di dalam kehendak saya sendiri. Tepatnya bulan Mei 2005 saya ke dokter Rudy Harsono dan saya diberitahu ada infeksi di ( maaf ) vagina saya. Dan saya diobati, kemudian bulan Juni dan Juli saya kembali lagi ke dokter Rudy. Penyebab dari ketidakhamilan saya karena saya. Dan pada pemeriksaan di bulan Juli ternyata ditemukan adanya kista sebesar 7 cm dan saya diharuskan operasi. Mendengar itu saya menjadi kaget dan shock, saya tidak pernah tinggal di RS tapi langsung vonisnya operasi. Ketika susternya memberitahu saya " Kamu harus dioperasi " lalu saya katakan kepada susternya " Sus, saya tidak mau operasi ". Sepulang dari dokter, kebetulan saat itu saya yang mengendarai sepeda motor karena saudara sepupu saya tidak membawa SIM, hampir saja menabrak truk, tetapi Puji Tuhan, Tuhan tolong dan tidak terjadi kecelakaan. Sesampai di rumah saya menangis dan saya menyanyi sebuah pujian yaitu KU MAU CINTA YESUS, tetapi ketika sampai pada bait yang mengatakan meskipun badai silih berganti ku tetap cinta Yesus saya tidak bisa meneruskan saya lalu menangis, tiba - tiba dalam hati saya TUHAN YESUS mengingatkan " Apakah engkau benar - benar mengasihi Aku " dan itu sampai 3x seperti dalam Firman Tuhan ketika Yesus berkata kepada Petrus. Dan saya tidak bisa menjawab, lalu Tuhan Yesus berkata lagi " Dalam pujian itu engkau mengatakan meskipun badai silih berganti engkau tetap mengasihi Aku, apakah dengan hal seperti ini, engkau tidak mengasihi Aku " lalu saya menangis " Tuhan Yesus aku mengasihi engkau " dan luar biasa Roh Kudus bekerja dengan kuasa-Nya dan Roh Kudus pimpin saya berdoa dalam Roh, dan yang terjadi hati saya menjadi tenang dan ada damai sejahtera. Firman Tuhan mengatakan dalam Yer. 29 : 11 rancangan Tuhan adalah damai sejahtera. Dan saya bisa tidur sampai esok pagi. Dan ketika saya di kantor teman saya menanyakan bagaiman hasil pemeriksaan terakhir dan saya katakan dengan jujur ada kista sebesar 7 cm dan saya tidak bisa mengandung dan punya anak kecuali kista itu diangkat dengan jalan operasi. Lalu teman saya bilang bahwa ada salah satu saudara yang mengalami hal yang sama dengan saya tidak bisa hamil, tetapi saudaranya masih untung sudah mempunyai anak. Lalu saya bilang kepada teman saya " Cik, saya bisa hamil atau tidak, punya anak atau tidak, saya tetap percaya bahwa Yesus yang saya sembah tetap Tuhan. Dan teman saya tidak berkata apapun. Di bulan Agustus 2005 saya mengalami kembali bagian perut kanan saya sakit, lalu saya kembali berdoa kepada Tuhan apakah saya boleh ke dokter. Saya berdoa " Tuhan, tunjukkan jalan-Mu bagiku, apakah saya boleh ke dokter. Jika Tuhan mengizinkan bukan dari suamiku atau aku tetapi orang lain yang mengatakan untuk saya periksa ke dokter " dan sepertinya jawaban Tuhan adalah boleh. Karena mama mertua saya menyuruh suami saya untuk mengantar saya ke dokter. Sekali lagi saya berdoa " Tuhan apakah benar ini jawaban dari Engkau. Jika ya maka aku akan ke dokter, jika tidak tunjukkan ada sesuatu hal yang bukan dari aku atau suamiku untuk membatalkannya " Lalu saya menelpon ke tempat dokter Agus Abadi dan saya mendapatkan no. antrian 32 dan saya ingat itu tgl. 12 Agustus. Lalu pas tgl.nya saya menelpon ke tempat Dr. Agus ternyata dokternya keluar negeri.Lalu suami saya bilang hari lainnya dan saya menganti hari tgl. 25 Agustus dan pas harinya juga suamiku lupa, ia ada di luar kota. Jawaban Tuhan adalah tidak. Sejak saat itu, saya dan suami tidak ke dokter lagi. Dan suatu hari saya berdoa dan Tuhan ingatkan satu hal yang tidak pernah lupa sampai sekarang bahwa saya telah mentuhankan manusia yaitu dr Rudy, setiap saya bercerita dengan orang yang tidak pernah bersaksi tentang Yesus Tuhan tetapi saya bersaksi tentang dokternya. Malam itu juga, saya mengaku dosa dan luar biasa kasih Tuhan, Firman-Nya digenapi dalam hidup saya di dalam I Yoh. 1 : 9 barang siapa yang mengaku dosa, maka ia diampuni sebab Ia setia dan adil. Dan Tuhan juga ingatkan kepada saya untuk mengubah doa yang saya naikkan. Jangan meminta lagi tetapi ucapkan syukur terima kasih bahwa engkau sudah menerima apa yang engkau minta. Dan pada bulan Sept. 2005 saya dibantu doa dengan hamba - hamba Tuhan di GL Ministry, karena saya mengisi form permintaan doa. Dan saya percaya mereka juga berdoa bagi saya. Dan pada bulan Oct. 2005 di gereja ada kebaktian doa sekolah minggu. Saya ingat, waktu itu ibu gembali di tempat kami, ibu Tjuk Kaihatu menarik saya dari bangku, lalu beliau berdoa dan berkata kamup percaya kamu hamil. Dan saya berkata hamil. Dec. 2006 tgl. 11 pertama kali saya telat datang bulan, dan dalam setiap doa yang saya naikkan saya selalu bilang Tuhan Yesus terima kasih buat anak yang engkau berikan. Dan saya telat sampai tgl. 13 Dec. 13 2005 Sepulang dari natalan rayon kami membeli alat test kehamilan Dec. 14, 2005 Saya test ternya saya positif hamil Dec. 15, 2005 Kami berdua ke dr Hasan dan dinyatakan bahwa saya benar - benar mengandung dan hal ini juga merupakan kado bagi ultah mama mertua saya ( yang saat ini sudah berada di surga ) Dec. 30, 2005 kembali saya mengalami nyeri di bagian kiri perut bawah. Jan. 02, 2006 Kami kembali ke Dr. Agus dan dinyatakan bahwa saya hamil, tetapi posisi bayi tergencet mium. Jika bayinya tidak kuat, terpaksa janinnya diangkat. Suami saya shock, tetapi saya tetap tenang, sebab saya anak ini adalah anak perjanjian. Tuhan sudah memberikan pasti Tuhan pelihara. Tuhan bekerja tidak pernah setengah setengah. Feb. 06, 2006 Kami harus kembali ke Dr. Agus, tetapi sebelumnya saya mengatakan kepada suami saya " Ko, lebih baik kita ke benteng doa dulu. Kita cari Tuhan dulu, maka Tuhan yang akan berpekara bagi kita. Lalu kami benteng doa terlebih dahulu, sepulang dari benteng doa kita ke dokter. Hasil dari pemeriksaan dokter sungguh luar biasa. Mujizat Allah terjadi bagi setiap orang yang percaya dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Dokter mengatakan " Chen, anakmu kuat. Dagingnya kalah " lalu saya cuma mengatakan kepada dokternya " Puji Tuhan, dok " 04 Apr. 2005 saya mengalami pendarahan, saya benar - benar takut. Saya mengalami pendarahan karena dosa saya, lalu saya meminta ampun dan mengaku dosa di hadapan Tuhan. Dan menyanyikan sebuah pujian DALAM YESUS. Dalam pujian ada kekuatan yang baru sebab Allah bertahta di atas pujian umat-Nya. ± 25 Juli 2005 Saya ketakutan karena dokter menyarankan untuk caesar. Lalu saya berdoa. Dan Yesus datang dalam mimpi saya dan berkata " Kamu jangan takut. Ingatlah salib-Ku " dan hal itu yang kulakukan. 4 Agust. 2005 Mamaku ke doa malam, dan saat itu aku sudah berada di RS. Lalu mamaku minta bantuan doa kepada ibu gembala karena esok saya harus dioperasi 5 Agust 2005 Saya dioperasi dan hamba - hamba Tuhan saya itu sedang capel dan mereka berdoa bagi saya. Dan ketakutan saya saat itu benar - benar hilang. Ketika jatus infus dimasukkan ditangan saya, saya ingat paku di tangan Yesus lebih besar dari jarum infus, ketika jarum bius disuntikkan di punggung saya, saya ingat tombak yang tertancap di lambung Yesus 7 Agust 2005 Ketika Dr. Agus melepaskan jahitan operasi, ia mengatakan " Chen - Chen, dokter - dokter di RS ini mengatakan mukjizat kamu bisa hamil. Karena kandungan kamu sudah tertutup mium " Saya cuma bisa mengatakan " Puji Tuhan ". Dan mium juga diangkat ternyata ada tiga. dan dari pemeriksaan lab. hasilnya adalah negatif tidak ada kanker. Dan sekarang anak kami Gilbert sudah tumbuh menjadi besar, dan ketika saya hamil anak yang kedua kami kembali ke dokter Rudy, dokternya bingung kog saya bisa punya anak, apapakh anak saya itu anak adopsi saya mengatakan apa adanya. Nama Yesus dipermuliakan. Dan Tuhan memberkati kami dengan anak ke 2 Graceanne. Andalkan Tuhan dalam hidupmu, jangan bersandar kepada kekuatanmu, apalagi mentuhankan manusia, sebab Allah kita Yesus Kristus adalah allah yang cemburu. Jika saat ini, ada diantara kita yang lama sudah menikah, tetapi belum mempunyai keturunan. Jangan putus asa terus berdoa, Tuhan pasti menjawab doamu. Ingatlah, watu Tuhan tidak sama dengan waktu kita. Waktu Tuhan itu indah. Tuhan Yesus memberkati
__._,_.___