Friday, January 23, 2009

SELAMAT HARI MINGGU - Keterbatasan Manusia

Manna Sorgawi - November 25, 2004

Keterbatasan Manusia



Yesaya 31: 1-3 - Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN. Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan orang-orang lalim. Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama.

Yeremia 17: 5-8 - Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.



Robert T. Kiyosaki membenarkan bahwa uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang bisa menjadi sarana untuk mencapai kebahagiaan. Dan inilah yang aku yakini selama bertahun-tahun, aku tidak begitu kuatir dengan berbagai kesulitan selama aku mempunyai uang. Aku yakin dengan uang aku bisa menyelesaikan banyak hal, dengan uang aku bisa menikmati hari-hariku dengan tenang, dengan uang aku bisa memiliki tubuh yang sehat.

Hari itu pun tiba, anak bungsuku dinyatakan mengidap satu penyakit yang cukup parah. Kami melakukan berbagai upaya penyembuhan baginya dengan mendatangi dokter-dokter ahli, membeli obat ramuan yang cukup mahal dan banyak lagi usaha yang memakan banyak biaya untuk kesembuhannya. Dengan pengeluaran uang yang tidak sedikit setiap minggunya, lama-kelamaan keadaan keuangan kami pun menipis. Aku tidak pernah menyangka bahwa pengobatan anakku akan memakan biaya yang tidak sedikit. Tetapi demi kesembuhannya, kami bersedia melakukan apa saja, bahkan kalau harus menjual barang-barang kami yang berharga. Setelah melewati proses yang cukup lama, aku tidak melihat perubahan yang berarti di dalam diri anakku. Uang semakin menipis sedangkan kami masih memerlukan biaya hidup setiap harinya.

Untuk pertama kalinya aku mulai berpikir tentang kuasa Tuhan setelah aku merasa tidak berdaya dan tidak mampu. Aku baru menyadari bahwa aku tidak dapat bergantung pada uangku dan pada kemampuanku. Semuanya terbatas dan tidak bisa memberiku jalan keluar. Dalam keadaan tidak berdaya, aku bersimpuh dan memohon pengampunanNya, didalam doa aku katakan kepada Tuhan bahwa segala upaya yang aku lakukan tanpa campur tanganNya, ternyata sia-sia. Tuhan mendengar doaku ketika kami berseru didalam ketidakberdayaan. Kami mulai melihat suatu perubahan yang sangat baik didalam diri anakku, semakin hari kesehatannya semakin membaik.

Aku bersyukur karena Tuhan mengajarkan kepada kami pelajaran yang sangat penting bahwa sekuat dan semampu apa pun manusia, ia tidak akan pernah bisa menandingi kuasa Tuhan. Meskipun uang bisa menjadi sarana, namun uang bukan segala-galanya! Apa yang seringkali membatasi kuasa Tuhan sehingga Ia tidak bisa bekerja dengan leluasa didalam hidup kita, adalah keangkuhan kita yang semata-mata hanya mengandalkan akal dan uang. Yeremia 17:7 berbunyi: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Orang sering berkata bahwa Tuhan akan turun tangan ketika kita mengangkat tangan. Artinya kuasa Tuhan akan nyata bagi mereka yang benar-benar merindukannya, bagi mereka yang merasa tidak berdaya dengan kekuatan sendiri, dan bagi mereka yang menggantungkan seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan.



Pengakuan Yang Benar

Kemampuan manusia terbatas. Bagaimanapun, manusia memerlukan Tuhan dan campur tanganNya didalam setiap apa yang dikerjakannya. (Mazmur 127: 1).

KATA-KATA BIJAK: Jangan hanya mengandalkan akal dan uang, tetapi andalkan juga Sumbernya.

No comments: