Tuesday, April 04, 2006

Mengenang William S. Cline

Mengenang William S. Cline





Saudara William S. Cline (dilafalkan “Klein”) meninggalkan hidup ini menuju kepada kekekalan/
dengan keselamatan pada hari Selasa malam, tanggal 10 December 1991. Setelah hampir selama
tiga tahun dengan keberanian yang luar biasa melawan kanker dan memikul rasa sakit yang
menyertainya, kematiannya adalah sesuatu yang mudah.
Saudara Cline dipanggil “Billy” oleh orang-orang yang mengenal dia. Bill lahir pada tanggal 09
November 1940, di Columbus, Mississippi. Dia masuk Universitas Auburn dan David Lipscomb
College, dan mulai berkhotbah secara penuh waktu pada tahun 1961 di Pleasantview, Tennessee.
Kemudian dia bekerja dengan jemat di Aberdeen, Mississippi; Leonard Street di Pensacola: dan,
Tabernacle, New Jersey; pindah ke Bellview pada tahun 1968. Dia tamat dari Sekolah Agama Kristen
Alabama (Alabama Christian School of Religion) dimana dia dipuji oleh Rex A. Turner, Sr., sebagai
salah satu murid yang terpandai yang pernah memasuki sekolah itu.
Saudara Cline bekerja dengan Bellview hampir selama lima belas tahun. Sepanjang waktu itu, jemaat
melihat pertumbuhan dan ekspansi yang sangat luar biasa di berbagai bidang pekerjaan. Dia memulai
dan menerbitkan Defender, terbit setiap bulannya, yang sekarang telah berusia tiga puluh tahun. Dia
adalah pendiri dan direktur pertama dari Sekolah Pelatihan Pengkhotbah Bellview (Bellview Preacher
Training School) dan memulai perkuliahan Bellview (Bellview Lectures) tahunan dan memulai
penerbitan buku kuliah. Dia mendorong jemaat untuk mendukung pekerjaan saudara Ira Y. Rice, Jr.
Pengaruhnya membawa banyak pengkhotbah-pengkohtbah yang hebat di abad ini kepada jemaat
Bellview. Dengan berani, dia menentang ajaran-ajaran yang salah dan guru-guru yang salah. Tanpa
rasa takut, dia menegakkan panji-panji Kristus yang berlumuran darah untuk menentang segala
musuh. Tidak heran bila anggota-anggota jemaat di Bellview sangat menyayanginya.
Saudara Cline menjadi unggul dan menguasai segala sesuatu dimana dia meletakkan tangannya. Dia
menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan seperti yang dikatakan oleh salah satu muridnya, dia
membiarkan dirinya untuk menjadi unggul oleh Tuhan Yesus. Seorang murid Alkitab yang sangat
pandai, pengetahuannya disesuaikan dengan seluruh semangat dan keinginan yang dalam untuk
melakukan segala hal yang dapat dia lakukan untuk jemaat Allah. Dia mengindahkan tuntutan untuk
“memberitakan Firman Tuhan” dan juga melihat kebutuhan untuk melatih orang-orang lain untuk
berkhotbah (2 Tim 4; 2:2), usaha yang keras ini diikuti pengorbanan yang besar bagi dirinya sendiri dan
keluarganya.
Dari tahun 1983, dia melayani sebagai editor di majalah Firm Foundation (majalah persaudaraan) dan
sebagai asisten pemilik dari Rumah Penerbitan Firm Foundation. Dia mulai dan memimpin
perkuliahan Firm Foundation (sekarang tiga tingkat). Dia, bersama dengan “Buster” Dobbs
menyelamatkan Firm Foundation dari tangan-tangan orang liberal dan, yang menimbulkan
pengeluaran yang sangat besar bagi diri mereka sendiri, mereka meletakkan segalanya kembali
kepada jalannya. Tambahan kepada jadwalnya untuk menulis dan jadwalnya untuk berbicara sangat
berat, Bill juga sangat aktif di dalam usaha-usaha misi, khususnya untuk Timur Jauh. Dia melakukan
beberapa perjalanan untuk berkhotbah dan juga melayani sebagai anggota pengurus dan bendahara
bagi Four Seas College of Bible dan Mission di Singapura.
William S. Cline adalah seorang pengkhotbah yang hebat dengan kemampuan yang terkemuka dan
pengabdian yang tidak pernah undur. Dengan hati yang tulus dan lembut, cinta yang sejati, dan
keinginan yang tidak lemah untuk membawa kemuliaan bagi Allah dan bukan bagi dirinya sendiri, dia
adalah seorang pemberi semangat yang hebat bagi semua orang dan seorang penentang yang besar
bagi kejahatan. Kepada pengkhotbah-pengkhotbah yang setia, dia adalah seorang teman yang sejati.
Di seluruh bangsa dan dunia, saudara Cline dikenal, dibanggakan dan dicintai oleh orang-orang yang
mengasihi kebenaran dan yang berpihak kepada kebenaran.
Dari sudut pandang sebagai pengkhotbah jemaat setempat dimana Bill bekerja untuk selama
bertahun-tahun, Saya mempunyai penghargaan yang sangat besar atas cintanya kepada kebenaran,
jemaat, saudara-saudaranya dan semua pengkhotbah-pengkhotbah ajaran Injil yang setia dimanapun
berada. Bill memperlihatkan perhatian yang amat sangat ramah dan jiwa yang dermawan dan bagiku
dia adalah seorang yang dengan “segera mau turun tangan” dan ini terjadi lebih dari sekali. Dia tidak
cemburu akan mimbar khotbah yang telah diisinya selama bertahun-tahun, dia juga tidak mencoba
untuk mengatakan kepadaku apa yang harus dikhotbahkan atau bagaimana berkhotbah.
Yang lebih lagi dari semua ini, dia adalah teman tersayang dan saudara terkasih. Hidupnya
mengilhami dan mendorong kita. Kematiannya mengingatkan kita akan kelemahan manusia. Seperti
Paulus, dia dapat berkata, pada akhir perjalanan hidup yang melelahkan : “Aku telah berusaha dengan
bersungguh-sungguh di dalam peperangan iman, aku telah menyempurnakan usahaku, aku telah
memeliharakan iman; pada akhirnya mahkota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan
kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu. (2 Timotius 4:7-8). Kita kegirangan dalam
persatuannya dengan orang-orang kudus yang telah pergi terlebih dahulu dan yang berada bersama
dengan dia, dengan mereka, dengan Allah dan dengan para malaikat setelah itu.
Di dalam sebuah kata pengantar persembahan dalam buku Bellview Lectures tahun 1989 adalah
sebagai berikut : “Peringatan ini adalah sebuah kesaksian dari sebuah penghargaan yang mendalam
dan kasih yang kekal yang dimiliki Gereja Sidang Jemaat Kristus Bellview bagi saudara Cline dan bagi
ketidak egoisannya dan seluruh pekerjaannya bagi perkara Kristus disini dan di seluruh dunia. Hanya
kekekalan yang dapat menceritakan berapa jauh jangkauan yang dicapai oleh pengaruhnya demi
kebaikan. Bellview telah merasakan pertumbuhan yang hebat oleh karena pengkhotbahan dan
pekerjaan saudara Cline, dan contoh dari istrinya yang baik budi dan tak berlelah, Jean dan anak-
anaknya yang penuh kasih dan setia, Cathy, Mary, William dan Becky, yang semua ini telah menjadi
sebuah berkat yang besar bagi jemaat Bellview.”

"WILLIAM SHERMAN CLINE"

Mengenang William S. Cline


(Klik foto ini untuk foto
yang lebih besar)


Saudara William S. Cline (dilafalkan “Klein”) meninggalkan hidup ini menuju kepada kekekalan/
dengan keselamatan pada hari Selasa malam, tanggal 10 December 1991. Setelah hampir selama
tiga tahun dengan keberanian yang luar biasa melawan kanker dan memikul rasa sakit yang
menyertainya, kematiannya adalah sesuatu yang mudah.
Saudara Cline dipanggil “Billy” oleh orang-orang yang mengenal dia. Bill lahir pada tanggal 09
November 1940, di Columbus, Mississippi. Dia masuk Universitas Auburn dan David Lipscomb
College, dan mulai berkhotbah secara penuh waktu pada tahun 1961 di Pleasantview, Tennessee.
Kemudian dia bekerja dengan jemat di Aberdeen, Mississippi; Leonard Street di Pensacola: dan,
Tabernacle, New Jersey; pindah ke Bellview pada tahun 1968. Dia tamat dari Sekolah Agama Kristen
Alabama (Alabama Christian School of Religion) dimana dia dipuji oleh Rex A. Turner, Sr., sebagai
salah satu murid yang terpandai yang pernah memasuki sekolah itu.
Saudara Cline bekerja dengan Bellview hampir selama lima belas tahun. Sepanjang waktu itu, jemaat
melihat pertumbuhan dan ekspansi yang sangat luar biasa di berbagai bidang pekerjaan. Dia memulai
dan menerbitkan Defender, terbit setiap bulannya, yang sekarang telah berusia tiga puluh tahun. Dia
adalah pendiri dan direktur pertama dari Sekolah Pelatihan Pengkhotbah Bellview (Bellview Preacher
Training School) dan memulai perkuliahan Bellview (Bellview Lectures) tahunan dan memulai
penerbitan buku kuliah. Dia mendorong jemaat untuk mendukung pekerjaan saudara Ira Y. Rice, Jr.
Pengaruhnya membawa banyak pengkhotbah-pengkohtbah yang hebat di abad ini kepada jemaat
Bellview. Dengan berani, dia menentang ajaran-ajaran yang salah dan guru-guru yang salah. Tanpa
rasa takut, dia menegakkan panji-panji Kristus yang berlumuran darah untuk menentang segala
musuh. Tidak heran bila anggota-anggota jemaat di Bellview sangat menyayanginya.
Saudara Cline menjadi unggul dan menguasai segala sesuatu dimana dia meletakkan tangannya. Dia
menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan seperti yang dikatakan oleh salah satu muridnya, dia
membiarkan dirinya untuk menjadi unggul oleh Tuhan Yesus. Seorang murid Alkitab yang sangat
pandai, pengetahuannya disesuaikan dengan seluruh semangat dan keinginan yang dalam untuk
melakukan segala hal yang dapat dia lakukan untuk jemaat Allah. Dia mengindahkan tuntutan untuk
“memberitakan Firman Tuhan” dan juga melihat kebutuhan untuk melatih orang-orang lain untuk
berkhotbah (2 Tim 4; 2:2), usaha yang keras ini diikuti pengorbanan yang besar bagi dirinya sendiri dan
keluarganya.
Dari tahun 1983, dia melayani sebagai editor di majalah Firm Foundation (majalah persaudaraan) dan
sebagai asisten pemilik dari Rumah Penerbitan Firm Foundation. Dia mulai dan memimpin
perkuliahan Firm Foundation (sekarang tiga tingkat). Dia, bersama dengan “Buster” Dobbs
menyelamatkan Firm Foundation dari tangan-tangan orang liberal dan, yang menimbulkan
pengeluaran yang sangat besar bagi diri mereka sendiri, mereka meletakkan segalanya kembali
kepada jalannya. Tambahan kepada jadwalnya untuk menulis dan jadwalnya untuk berbicara sangat
berat, Bill juga sangat aktif di dalam usaha-usaha misi, khususnya untuk Timur Jauh. Dia melakukan
beberapa perjalanan untuk berkhotbah dan juga melayani sebagai anggota pengurus dan bendahara
bagi Four Seas College of Bible dan Mission di Singapura.
William S. Cline adalah seorang pengkhotbah yang hebat dengan kemampuan yang terkemuka dan
pengabdian yang tidak pernah undur. Dengan hati yang tulus dan lembut, cinta yang sejati, dan
keinginan yang tidak lemah untuk membawa kemuliaan bagi Allah dan bukan bagi dirinya sendiri, dia
adalah seorang pemberi semangat yang hebat bagi semua orang dan seorang penentang yang besar
bagi kejahatan. Kepada pengkhotbah-pengkhotbah yang setia, dia adalah seorang teman yang sejati.
Di seluruh bangsa dan dunia, saudara Cline dikenal, dibanggakan dan dicintai oleh orang-orang yang
mengasihi kebenaran dan yang berpihak kepada kebenaran.
Dari sudut pandang sebagai pengkhotbah jemaat setempat dimana Bill bekerja untuk selama
bertahun-tahun, Saya mempunyai penghargaan yang sangat besar atas cintanya kepada kebenaran,
jemaat, saudara-saudaranya dan semua pengkhotbah-pengkhotbah ajaran Injil yang setia dimanapun
berada. Bill memperlihatkan perhatian yang amat sangat ramah dan jiwa yang dermawan dan bagiku
dia adalah seorang yang dengan “segera mau turun tangan” dan ini terjadi lebih dari sekali. Dia tidak
cemburu akan mimbar khotbah yang telah diisinya selama bertahun-tahun, dia juga tidak mencoba
untuk mengatakan kepadaku apa yang harus dikhotbahkan atau bagaimana berkhotbah.
Yang lebih lagi dari semua ini, dia adalah teman tersayang dan saudara terkasih. Hidupnya
mengilhami dan mendorong kita. Kematiannya mengingatkan kita akan kelemahan manusia. Seperti
Paulus, dia dapat berkata, pada akhir perjalanan hidup yang melelahkan : “Aku telah berusaha dengan
bersungguh-sungguh di dalam peperangan iman, aku telah menyempurnakan usahaku, aku telah
memeliharakan iman; pada akhirnya mahkota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan
kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu. (2 Timotius 4:7-8). Kita kegirangan dalam
persatuannya dengan orang-orang kudus yang telah pergi terlebih dahulu dan yang berada bersama
dengan dia, dengan mereka, dengan Allah dan dengan para malaikat setelah itu.
Di dalam sebuah kata pengantar persembahan dalam buku Bellview Lectures tahun 1989 adalah
sebagai berikut : “Peringatan ini adalah sebuah kesaksian dari sebuah penghargaan yang mendalam
dan kasih yang kekal yang dimiliki Gereja Sidang Jemaat Kristus Bellview bagi saudara Cline dan bagi
ketidak egoisannya dan seluruh pekerjaannya bagi perkara Kristus disini dan di seluruh dunia. Hanya
kekekalan yang dapat menceritakan berapa jauh jangkauan yang dicapai oleh pengaruhnya demi
kebaikan. Bellview telah merasakan pertumbuhan yang hebat oleh karena pengkhotbahan dan
pekerjaan saudara Cline, dan contoh dari istrinya yang baik budi dan tak berlelah, Jean dan anak-
anaknya yang penuh kasih dan setia, Cathy, Mary, William dan Becky, yang semua ini telah menjadi
sebuah berkat yang besar bagi jemaat Bellview.”

Pendahuluan AJARAN KRISTUS

Surat Pendahuluan Kepada
Saudara-Saudara Kristen Kami
Di Indonesia


Steve and Susan Waller



Saudara-saudara Terkasih,

Saudari Susan dan Saya dengan sangat berbahagia mempersembahkan kepada saudara-
saudara buku yang sangat indah ini yang dikarang oleh almarhum William S. Cline (dilafalkan
“Klein”). Buku ini akan sangat menolong bagi setiap orang Kristen, setiap jemaat setempat,
setiap pengkhotbah ajaran-ajaran Kristus, setiap guru Alkitab, dan bagi setiap keluarga. Buku ini
juga akan sangat menolong bagi orang-orang yang bukan Kristen.

Kami ingin menodorong saudara untuk membaca buku ini, mencari ayat referensi-referensi
Alkitab di dalam Alkitab saudara, dan menerapkan pengajarannya di dalam hidup saudara-
saudara. Guru-guru kelas Alkitab akan ingin menggunakan buku ini untuk mengajar pelajaran
Alkitab. Guru-guru Injil akan ingin menggunakan buku ini untuk ide-ide khotbah. Setiap anggota
jemaat dapat menjadi seorang Kristen yang lebih kuat bila semua kita membaca, mempelajari
dan menerapkan pelajaran-pelajaran ini dalam hidup kita.

Kami menghargai saudara Oberto Simanjutak dari Makasar orang yang pertama bekerja dalam
penterjemahan buku ini kedalam Bahasa Indonesia. Kami menghargai guru Bahasa Indonesia
kami, Ibu Mutiara Silitonga, untuk pembacaan dan penerjemahan buku ini lebih lanjut. Dan,
kami juga menghargai saudara Walter Rolos, (pengkhotbah untuk jemaat Allah di Kelapa
Gading Permai, Jakarta Utara), untuk pengoreksian salinan terakhir.

Kami berharap bahwa saudara akan menggunakan buku ini untuk memperkuat hidup saudara
secara rohani sebagai seorang Kristen, dan bahwa saudara akan menggunakan buku ini untuk
membangun Gereja Sidang Jemaat Kristus di Indonesia. Gunakanlah buku ini untuk kemuliaan
Allah. Sumbangan-sumbangan keuangan dari saudara-saudara yang baik dan jemaat-jemaat
Kristus di Amerika dan Malaysia telah memungkinkan buku ini dapat dikerjakan.

Juga, kami sangat berterima kasih kepada saudari Jean Cline, istri dari almarhum William S.
Cline, yang memberi ijin untuk menerjemahkan buku ini ke dalam Bahasa Indonesia dan
mencetaknya bagi suadara-saudara Indonesia kami.

Saudara dan Saudarimu di dalam Kristus,

STEVE dan SUSAN WALLER

Jakarta Utara
Indonesia
September 2003


P E R S E M B A H A N

Pertama-tama buku ini dipersembahkan untuk keluarga saya. Untuk istri saya, Jean, yang cinta
dan dorongan dan kesabarannya telah menjadi inspirasi dan dorongan bagi saya. Ketika saya
sedang berputus asa, dia menjadi kekuatan bagi saya untuk berjalan terus.

Untuk ketiga anak saya, Catherine Jean, William Ross dan Mary Ruth. Mereka telah berkorban
lebih banyak daripada apa yang diketahui orang-orang. Mereka tetap berjalan terus tanpa
kehadiran seorang ayah di rumah karena ayahnya di butuhkan di tempat yang lain.

Akhirnya, untuk orang-orang yang telah dan yang akan tamat dari Sekolah Pelatihan Penginjil
Bellview. Adalah merupakan sebuah inspirasi bagi saya melihat orang mengabdikan hidup
mereka untuk memberitakan ajaran Kristus. Juga merupakan kehormatan dan keistimewaan
bagi saya untuk dapat bekerja sama dengan mereka hari demi hari. Saya akan selalu berterima
kasih kepada orang-orang yang dengan sukarela mempergunakan dan dipergunakan demi
Kristus.

WILLIAM S. CLINE

Sejarah Perayaan Natal Yang Sebenarnya

Soo Kok Leong

Perayaan Natal mempunyai arti yang berbeda kepada setiap orang yang berbeda. Banyak yang menganggap hari itu sebagai satu kesempatan untuk saling membagi rasa, mengasihi, memberi dan diatas semua itu, hari itu adalah hari sukacita atas lahirnya Kristus. Dipusat kota lampu-lampu menerangi ruas-ruas jalan, toko-toko berbisnisria, pesta diselenggarakan, bahkan rumah tangga yang murah hati membagikan dermanya dengan senang.

Apa sebenarnya Hari Natal itu? Mengapa orang-orang didunia merasa heran ketika melihat Sidang Jemaat Kristus tidak merayakan hari perayaan tersebut? Jawabannya : adalah Perayaan Hari Natal tidak dapat kita temukan dalam Alkitab. Mari kita kembali ke zaman lampau.

Zaman Yang Dahulu Kala

Penyembahan kepada Dewa Matahari sudah lama dilakukan didaratan Eropa dan Laut Tengah. Penyembahan kepada berhala ini dilakukan dalam bentuk yang berbeda di setiap negeri yang berbeda. Nama–nama yang umum diberikan adalah: Ra, Osiris, Baal, Mithra dsb. Apapun bentuk dan nama yang dipakai untuk dewa matahari, itu selalu dihubungkan dengan kesucian seorang perempuan terhadap dewa tersebut. Sinar matahari menyebabkan bumi yang dingin di musim dingin menjadi hangat dan memberikan suatu kehidupan yang baru pada musim semi. Matahari di anggap sebagai suatu kuasa yang memberikan keberhasilan dan kehidupan. Penyembahan kepada matahari adalah didasarkan pada penyembahan kuasa yang memberi keturunan.

Seorang sejarawan menulis : “Sebagaimana matahari adalah dewa yang terbesar, tuhan yang maha tinggi dan sebagaimana dia memberikan kuasanya didalam reproduksi, itu dipegang menjadi penyembahan yang paling berkenan bagi para penyembahnya, sehingga mereka memperhambakan diri mereka sendiri dan juga kekuatan mereka. Sebagai akibatnya pelacuran adalah sifat utama dari penyembahan dewa matahari dimana saja di jumpai pada saat itu. Mengorbankan/menyerahkan keperawanan seorang perempuan adalah persembahan yang paling berkenan yang perna dibuat pada penyembahan matahari.”

Dibelahan bumi utara, hari yang paling pendek adalah 25 Desember (21 Desember dalam kalender kita sekarang ini, karena perbaikan kalender pada tahun 1752). Tetapi hari itu juga adalah hari permulaan yang panjang dari hari-hari sebelumnya. Jadi, Suku-suku dibagian utara Eropa memilih hari ini sebagai hari lahirnya “Dewa Matahari.”

Di Roma, tanggal 25 Desember dirayakan sebagai hari lahirnya dewa matahari yang tidak terkalahkan. Pada tahun TM 274, Kaisar Romawi Aurelian mengumumkan bahwa tgl 25 Desember sebagai hari libur nasional dalam merayakan hari lahirnya dewa matahari.

Selama perayaan, para keluarga berkumpul dan melakukan pesta besar. Bahkan para budak juga dibebaskan untuk menghadiri hari raya dan memakai pakaian tuannya. Saling menukar hadiah. Tetapi hari ini pada dasarnya merupakan bekas hari raya “Saturnalia” orang Romawi kuno dalam menghormati dewa panen orang Roma.

Jemaat Tuhan Yang Mula-Mula

Pada permulaan abad ke TM tiga, orang Kristen yang mula-mula mulai mencontoh atau mengikuti praktek-praktek agama penyembah berhala. Mereka menerimah hari raya penyembah berhala dan dan cara-cara mereka di dalam melakukan peribadatan.

Tertulian, kira-kira pada tahun T.M. 230, meratapi akan fakta ini yang dilakukan oleh orang Kristen yang mula-mula : “Kita (orang Kristen) yang tidak mengenal hari sabat, bulan-bulan baru dan pesta-pesta lainnya, dianggap sekali berkenan kepada Allah. Pesta Saturnalia pada bulan Januari, Brumalia, dan Matronalia sekarang sudah sering dilakukan, pemberian hadiah dibagikan kesana …dan …kemari....”

Dalam harapan untuk mempercepat penginjilan, para pemimpin jemaat mula-mula memutuskan untuk memperkenalkan perayaan-perayaan dan praktek-praktek penyembah berhala yang disebut “terang.” Ide yang cemerlang ini merasuki pikiran mereka. Semenjak para penyembah berhala merayakan hari lahirnya dewa matahari mereka pada tanggal 25 Desember, mengapa tidak merayakan hari lahirnya Anak Allah pada hari itu dan memperkenalkan sebagian dari praktek keagamaan mereka ke dalam gereja dan menjadikan itu sebagai hari raya Kristen? Dengan hal ini mereka mengharapkan untuk mengalihkan pemikiran mereka yang terikat dari agama penyembah berhala, yaitu dari menyembah berhala matahari beralih kepada penyembahan Anak Allah. Berdasarkan poin ini, Mosheim, seorang sejarawan gereja, mencatat : “Penyembahan berhala telah menjadi kebiasaan terhadap banyak orang dan perayaan-perayaan yang meriah dari masa pertumbuhan mereka, dan ketika mereka melihat agama baru yang tidak memiliki kuil penyembahan, mesbah-mesbah, korban, imam-imam dan semua keindahan yang seharusnya dimiliki oleh penyembah berhala yang sangat berarti, bagi orang yang tidak terbuka pemikirannya akan muda menganggap agama melalaui apa yang mereka lihat. Untuk mendiamkan tindakan ini, para pemimpin Kristen meredam pemikiran orang-orang seperti ini.”

Awal dicatatnya praktek itu adalah di Roma tahun T.M. 336. Kemudian berkembang ke Antiokia pada tahun T.M. 375. Kemudian ke Constantinopel (sekarang Istanbul) pada tahun T.M. 380, Alexanderia tahun T.M. 430 dan ke Yerusalem pada tahun T.M. 450.

Nama Yang Di Pakai Sekarang

Gereja Roma Katolik merayakan hari itu yang di sebut sebagai “MISA TENGAH MALAM” sehari sebelum Natal (Christmas) untuk merayakan perkiraan lahirnya Kristus. Ada juga misa tersendiri pada hari itu. Jadi kata “Christmas” berasal dari kata “Christ’s Mass” bahasa Inggris yang lama, “Christes Maesse.” Missa adalah versi atau sebutan Gereja Katolik Roma untuk “Perjamuan Tuhan.” Kata Christmas itu sendiri (Natal dalam bahasa Indonesia) bukanlah bahasa aslinya, tetapi terbentuk dari tradisi manusia. Jadi kata itu sendiri tidak ada hubungannya dengan kelahiran Kristus, tetapi sebaliknya di tujukan kepada kematian Kristus sebagaimana missa yang orang Katolik peringati.

Mari kita berbicara sesuai dengan Firman Allah, (1 Petrus 4:11). Mari kita berbicara dimana Alkitab berbicara dan berdiam diri dimana Alkitab berdiam diri. Marilah kita melakukan hal-hal yang Alkitabiah, sesuai dengan cara Alkitab dan menyebut sesuatu yang Alkitabiah dengan nama Alkitab.

Mari Kita Membicarakan

Seseorang mungkin berkata : “Mengapa seseorang terlalu peduli pada sejarah ini?” Bukankah juga kita merayakan hari kelahiran kita? Bukankah hal ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia tentang Kristus Juruselamat yang datang kedunia dan jiwa-jiwa dimenangkan kepada Kristus?

Sebelum mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, ada baiknya kita memperhatikan beberapa hal berikut ini :

1. Kita tidak tidak boleh menentukan langkah kita sendiri dalam hal-hal rohani (Yermia 10:23). Karena jalan yang disangka orang lurus adanya, tetapi akhirnya menuju maut (Amsal 16:25). Rancangan Allah bukanlah rancangan kita, dan jalannya bukanlah jalan kita (Yesaya 55:8-9).

Kita tidak boleh menuntun langkah kita sendiri dalam hal-hal rohani, lalu dari mana kita harus mendapatkan bimbingan?

Adapun tiap-tiap kitab yang diwahyukan oleh Allah berfaedah bagi pelajaran, bagi hal menyatakan yang salah, bagi hal memperbaiki yang rusak, dan bagi hal mengajarkan jalan yang benar, supaya hamba Allah itu sempurna, terlengkap bagi segala perbuatan yang baik (2 Timotius 3:16–17).

Dalam setiap bangsa, siapa saja yang melakukan kebenaran berkenan kepada Allah. Jika tidak ada instruksi dari Kitab Suci untuk melakukan sesuatu, maka itu berarti suatu tindakan yang tidak sesuai dengan Kitab Suci, tetapi itu semata-mata hanya anggapan atau rekaan manusia bahkan suatu pemberontakan.

2. Dalam segala sesuatu yang kita lakukan, kita harus mempunyai othoritas Alkitab (Kol 3:17 … di dalam nama … artinya, dengan othoritas). Kita tidak boleh melangkah keluar dari ajaran Kristus (2 Yoh 9). Kita harus tinggal dalam ajaran dan mempunyai prinsip seperti yang tertulis dalam 1 Kor 4:6 …kamu belajar dari kami, jangan melampaui apa yang sudah tertulis.

Berdasarkan prinsip yang mendasar dan sederhana yang ditemukan dalam Akitab, perhatikan hal-hal berikut ini :

a. Tidak ada instruksi, langsung atau tidak langsung, diberikan dimanapun dalam Alkitab bahwa kita harus merayakan hari kelahiran Kristus. Ketika setan mencobai Kristus, Tuhan menjawab “ada tertulis” (Matius 4:1-11). Paulus menuliskan tentang perjamuan Tuhan : “Karena barang apa yang aku ini sudah terimah dari Tuhan itulah juga aku serahkan kepada kamu” (1 Kor 11:23). Dapatkah kita menggunakan pernyataan ini sebagai “Christmas atau Hari Natal” dan kemudian mengatakan bahwa “kita menerima dari Tuhan atau hal itu tertulis dalam Alkitab?”

b. Tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus Kristus, karena Dia bukan lahir pada musim dingin!

Kristus lahir disaat para gembala sedang berada dipadang menjaga kawanan domba mereka di malam hari (Lukas 2:8). Ini tidak mungkin terjadi pada bulan Desember. Para gembala selalu membawa kawanan ternak mereka di kaki gunung dan dipadang rata pada pertengahan Oktober. Hal ini dilakukan untuk melindungi ternak mereka dari kedinginan dan hujan pada musim dingin (lihat Kidung Agung 2:11; Ezra 10:9,13).

“Merupakan kebiasaan sejak dahulu diantara orang yahudi disaat itu membawa ternak mereka kepadang yang rata sekitar hari raya pasha orang yahudi (awal musim semi), dan membawanya pulang kerumah pada permulaan musim hujan,” (Comentar Adam Clarke, Vol. 5, hal. 370, New York ed.). Adam Clarke selanjutnya menulis, “Selama ternak mereka ada diluar, para gembala menjaga ternak mereka siang dan malam. Ketika musim hujan mulai pada awal bulan Marches-van, dalam bulan kita adalah Oktober dan November kita menemukan bahwa setiap ternak digembalakan dipadang yang terbuka selama musim panas. Disaat itu para gembala tersebut, belum membawa pulang ternak mereka, diduga bahwa bulan Oktober belum di mulai. Berdasarkan kenyataan ini, Kristus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, dimana ternak-ternak tidak dijaga diluar rumah dan tidak juga pada akhir bulan September, disaat itu ternak-ternak ada diluar pada waktu malam hari.”

Berdasarkan fakta ini, kelahiran Kristus pada bulan Desember tidaklah benar. Penggembalaan ternak dimalam hari ditempat terbuka adalah fakta yang sesuai dengan peristiwa.

Dengan semua fakta-fakta diatas mari kita membandingkan dengan Kitab Suci :

1. Tidak ada instruksi atau perintah, langsung ataupun tidak langsung diberikan kepada kita untuk merayakan hari kelahiran Kristus. Kita harus mendasari iman kita didalam Firman Allah, dan bukan dalam apa yang dipikirkan manusia baik atau benar.
Kita harus mempunyai nama kitab, pasal, dan ayat yang memberikan perintah kepada kita untuk melakukan sesuatu secara rohani. Jika itu tidak tertulis maka hal itu tidak berlandaskan iman, karena iman itu datang dari mendengar Firman Allah (Roma 10:17).

2. Kristus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Dalam hal ini kita dapat memastikan Jika kita menyanyikan : “…Yesus Kristus anak Maria lahir pada Hari Natal,” kita menyanyikan pujian kebohongan di surga. Gereja adalah tiang dan dasar kebenaran (1 Timotius 3:15), bukan dasar dan tiang kebohongan atau khayalan belaka.

3. Meniru setiap cara penyembahan penyembah berhala yang menyembah berhalanya, tidaklah dapat berkenan kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi. Peliharalah dirimu dari pada jerat, sehingga kamu menurut teladannya, ...Dan jangan kamu bertanya-tanya akan hal dewa-dewa mereka itu sampai katamu : bagaimana perihal bangsa-bangsa itu berbuat kepada dewa-dewanya, supaya kami berbuat demikian? Jangan kamu berbuat begitu terhadap Tuhan Allahmu karena segala perkara yang telah diperbuat mereka itu akan dewea-dewanya. Ia itu kebencian belaka kepada Tuhan, …Maka segala Firma yang kupesan akan kamu sekarang, hendaklah kamu peliharakan dan menurut akan Dia. Janganlah ia itu kamu tambahi atau kamu kurangi. Ulangan 12:30-32. Penyembah berhala merayakan hari lahir dewa atau dewi mereka. Apakah kita melakukan hal yang sama?

Kebanyakan hari Natal saat ini bersifat bersifat bisnis dagang, bergembira-ria (dansa, pesta pora dan bermabuk-mabukan) dan menyanyikan dusta kebohongan dihadapan Allah di sorga.

Kesimpulan

Perayaan hari lahirnya dewa matahari sudah membudaya dalam KeKristenan dan itu telah berlangsung selama berabad-abad. Tradisi manusia seperti bertentangan dengan Firman Allah. Mari kita memperhatikan peringatan Allah : “Percuma mereka itu beribadah kepadaKu, karena ajaran yang mereka ajarkan itu adalah perintah-perintah manusia.” (Matius 15:9).

Kita harus memperhatikan ajaran yang diajarkan para Rasul-Rasul kepada kita, dan bukan yang diajarkan oleh manusia (Kis 2:4; 1 Kor 11:23; 2 Tesalonika 2:15). “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terimah dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis” (2 Tesalonika 2:15).

Pertanyaan yang sering ditanyakan : “Mengapa saudara sebagai orang Kristen tidak merayakan Hari Natal?” Sebuah pertanyaan yang lebih pantas untuk di tanyakan : Mengapa saudara sebagai orang Kristen merayakan Hari Natal?

Sejak permulaannya, gereja Tuhan telah terpengaruh terhadap agama penyembah berhala. Penyimpangan pertama yang dilakukan pemimpin gereja pada waktu itu adalah ketika mereka mengadopsi sistim kepemerintahan Romawi. Kemudian timbul penggunaan air suci, pembaptisan bayi, dan sebagainya. Natal adalah salah satu contoh dari penyimpangan.

Apakah kita ingin serupa dengan orang-orang dunia? (Roma 12:2).


Kendari, 18 Juli 2005






Makalah ini dikutip dari GRACE AND TRUTH, Volume 3, No. 5, Oktober/Desember 1992, dan di terbitkan oleh Sidang Jemaat Kristus (Church of Christ) Lim Ah Pin, Singapura, pada bulan Februari tahun 1993.

Permasalahan Gereja Pada Abad Ke Dua-Puluh-Satu

W. A. Holley

Tidaklah dosa mengantisipasi beberapa masalah dan keadaan yang mungkin akan terjadi. Rapat diadakan untuk melihat berbagai kesulitan yang mungkin terjadi. Semua sekolah dan universitas sangat tertarik untuk mengetahui apa yang akan terjadi tahun depan. Pemerintah pusat dan daerah akan lebih berhasil dengan mengetahui perobahan yang akan terjadi. Antisipasi seperti itu dapat membenahi antara berhasil dan gagal.

Sekalipun ahli taurat tidak menyatakan diri sebagai nabi, atau anak nabi (Amos 7:14), adalah mungkin dari sejarah yang lampau dan pengajaran Firman Allah, untuk melihat kedalam apa yang akan terjadi nanti tahun-tahun mendatang. Kita tidak menuntut kekuatan jasmani, atau punya kaca kristal untuk membaca banyak permasalahan yang akan timbul pada tahun-tahun yang akan datang.

Sidang Jemaat Kristus didirikan pada hari Pentakosta, Hari Minggu pertama di Yerusalem setelah kebangkitan Kristus (Mat 16:18; Mar 9:1; Kis 1:8; 2:1-4, 47; 11:15; Kol 1:13-14). Segera setelah itu timbul penderitaan bagi orang kudus karena penganiayaan sadis, seperti yang dijelaskan buku Kisah Rasul. Baca Kisah Rasul 3 sampai 9, dan saudara akan melihat beberapa usaha pembumi-hangusan jemaat Tuhan dari dunia ini. Saulus dari Tarsus salah seorang musuh besarnya.

Selama abad pertama jemaat telah diperingatkan akan bahaya yang akan datang. Paulus berbicara mengenai penyangkalan pemerintahan ilahi jemaat (Kis 20:28-31). “Pada akhir zaman beberapa orang akan gugur dari pada iman…” (1 Tim. 4:1-3). “Karena masanya akan datang kelak mana kala orang tiada tahan akan pengajaran yang benar…” (2 Tim. 4:1-8). Dan guru palsu akan bangkit (Yah 4:1-5). Kemudian penganiayaan, kejatuhan, kelaparan, dan permusuhan dari pemerintah Romawi, sebagian kecil rintangan dari orang Kristen yang mula-mula itu.

Apa yang menjadi permasalahan yang dihadapi jemaat Tuhan bertahun-tahun yang juga akan terbawa pada abad dua puluh satu. Sebagai pertimbangan saudara, kami mengemukakan pemikiran sebagai berikut :

(1) Akan terjadi persaingan yang lebih tajam dari pengaruh hiburan. Pengaruh ini hampir tidak bisa dihindari dan tidak bisa dialihkan karena hiburan itu berusaha keras memikat setiap pribadi. Televisi, satelit, bioskop, wisata memancing dan banyak lagi acara wisata lainnya yang menjerat dan menjauhkan ribuan orang dari rumah Tuhan (Kis 2:42; Ep 5:19; 1 Kor 16:1-2; Kis 20:7; Wah 1:10). Harus ada pembaruan dedikasi melayani Tuhan dan jangan mengorbankan kebenaran (Alkatib 9:10; 1 Kor 16:13-14).

(2) Mesin propaganda besar-besaran akan melepaskan segala usaha memperkenalkan Sidang Jemaat Kristus. Nyata sekali gejala ini sekarang dapat didengar dan dilihat dalam berbagai bentuk. Usaha ini dapat menyingkirkan usaha kebenaran. Tetapi sekarang juga, Jemaat Tuhan harus menmanfaatkan segala sarana yang tersedia yang dapat memperkenalkan jemaat itu di mata umum. “Pintu alam maut” tidak bisa membinasakan jemaat Allah (Mat 16:18-19). “Jikalau Allah memihak kita, siapakah lawan kita?” Roma 8:31; Bil. 14:9; Maz 118:6. Denominasi bisa saja menggunakan jutaan, tetapi mereka tidak bisa menghancurkan jemaat yang dibangun oleh Tuhan Yesus Kristus !!!
(3) Pada tahun-tahun mendatang, kita akan memerlukan pengkhotbah yang lebih berpendidikan, penatua-penatua yang lebih efisien, penginjil-penginjil dan guru-guru yang lebih efektif dan anggota-anggota yang lebih disiplin. Apakah kita suka atau tidak, masyarakat pada umumnya akan lebih berpendidikan. Orang menghadiri perhimpunan Sidang Jemaat Kristus setempat tidak akan puas lagi mendengar buta hurup yang menekankan kebodohannya.

(4) Akan tetapi pada tahun-tahun mendatang, kita akan dipaksa sungguh-sungguh mendidik anak sekolah kita dalam jalan Tuhan, dari pada bergantung kepada sekolah umum mengajarkan nilai agama pada anak-anak kita.

(5) Dalam abad ke dua puluh satu, memerlukan jauh lebih banyak uang, waktu dan usaha yang digunakan dalam menggalakan program, mendukung proyek pemberitaan injil. Jemaat Tuhan perlu mempunyai visi sebesar mungkin, jika mengharapkan pertumbuhan dan kemajuan. Jemaat yang tidak mempunyai visi akan sulit untuk maju! Kita harus seperti yang dikatakan Yesus, “Angkatlah matamu, pandanglah segala lading, karena sekarang ini sudah masak semuanya, sedia akan dituai.” (Yah 4:34-35). Kita memerlukan sarana gedung yang lebih baik, pada lokasi yang lebih baik, yang disitu orang bisa berhimpun untuk beribadat, belajar Alkitab, belajar bernyanyi, dan kegiatan lainnya. Ada ungkapan berkata, “Lebih jauh saudara memandang, lebih jauh saudara dapat melihat” (Pilipi 3:12-14).

(6) Kita perlu membuang ketakutan, kekawatiran, keraguan, dan harus menambahkan usaha kita mendorong, ketekunan, dan semangat untuk pelayanan Tuhan (Titus 2:14; Wah 3:19). Sudah waktunya bagi kita bertolak ke tempat yang lebih dalam, menyingkirkan rintangan, dan maju terus mencapai kemenangan.

(7) Ada usaha besar-besaran untuk mengaburkan untuk mengaburkan garis pemisah antara kebenaran dan kesalahan. Bahkan sekarang ini ada banyak yang sudah bertoleransi dengan hampir apa saja!

Dalam pikiran ribuan orang bahwa kebenaran itu tidak ada lagi. Segala sesuatu dan semua orang itu benar! (Roma 3:3-4). Beberapa orang beranggapan bahwa paham orang lain tidak perlu dikritik. Yesus membelanya, “FirmanMu itulah kebenaran” (Yah 17:17; 8:31-32). Yesus dan orang yang diurapi lainnya mengutuk paham guru palsu (Mat 15:10-14; Mar 7:1-13; Kis 13:4-12). Dapatkah pengikut Tuhan yang setia berusaha lebih sedikit? (Pilipi 1:17; Yehuda 1:3).

(8) Dalam menghadapi abad ke dua puluh satu, akan ada peningkatan usaha untuk mengumpulkan dana khusus untuk tujuan keagamaan. Ada keinginan yang sangat besar untuk meruntuhkan batas pemisah antara gereja dan negara. Usaha kearah itu sekarang sedang ditekankan di kongres Amerika Serikat. Maukah anda negara yang mengendalikan dan menjalankan agama? Undang-undang sekarang ini menghindari itu; Tetapi banyak yang menghendaki perobahan (Mar 12:13-17; Luk 20:19-26). Keretakan kecil bisa mengakibatkan banjir besar!

(9) Anggota jemaat jauh lebih banyak, kita harus menjelaskan pengajaran yang benar dan pasti. Kita harus mengajar… mengajar, dan mengajar mereka berulang-ulang (Mat 28:18-20). Banyak persoalan jemaat diakibatkan lemahnya pengajaran (Ibr 5:11-14; 1 Pet 2:2; 2 Pet 3:18). Contoh Kristus selalu dibutuhkan (Mat 5:16). *** Kendari, 14 Juli 2005

Allah Kontroversi Dengan Umatnya

Mathias Posilambi

Pendahuluan :

1. Dari kitab Kejadian sampai Wahyu Alkitab menyatakan dan menunjukan bahwa manusia selalu kontroversi dengan sang Pencipta.
2. Tanpa Alkitab manusia tidak akan perna mengetahui kesalahan atau pelanggaran yang dibuatnya.
3. Dalam kitab Hosea 4:1–2, mengajarkan kepada kita bagaimana Allah controversy dengan umatNya dan memanggil mereka dengan sebuah perhitungan.

Diskusi :

I. Kebenaran tidak ada lagi dalam negeri ( ay 1 ).
1. Para nabi-nabi bernubuat karena uang dan mengajar dengan dusta kepada bangsa Israel Yeremia 5:30-31.
2. Juga para imam-imam mengajar dan mengambil upah dengan kekerasan. Yeremia 5:31 ; Mikha 3:11.
3. Mayoritas dari bangsa Israel lebih menyukai para nabi-nabi dan imam-imam yang mengajarkan dusta dari pada nabi-nabi dan imam-imam yang mengajarkan kebenaran Yesaya 30:8-10 ; Yeremia 5:31 ; Yehezkiel 22:26.
4. Mereka menolak, menganiaya dan membunuh para nabi yang mengajarkan kebenaran Yeremia 37:38.
5. Mereka gagal memelihara hukum Allah yang diberikan melalui nabi Musa. Hosea 4:6.

II. Sifat Kemurahan tidak ada lagi ( ay ).
1. Para pemimpin, nabi-nabi, dan imam-imam bagaikan pagar makan tanaman.
Mereka mencari keuntungan diantara bangsanya sendiri dan hidup dengan mementingkan diri sendiri. Mereka tidak peduli dengan penderitaan dan kemiskinan yang dialami bangsanya. Mikha 3:11.
2. Para nabi-nabi berhotbah karena uang Mikha 3:11.
3. Bahkan diantara bangsa Israel itu sendiri hidup dengan mementingkan diri sendiri. Mereka juga tidak peduli dengan saudara-saudaranya yang menderita kelaparan.

III. Tidak ada pengetahuan dalam negeri ( ay 1,6 ).
1. Di seluruh negeri bangsa Israel berjalan sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa mau mengetahui pengetahuan Allah.
2. Para nabi-nabi yang mengkhotbahkan pengetahuan Allah mereka tidak mau mendengar dan mereka tolak (Yeremia 5:13).
3. Mereka lebih menyukai para nabi-nabi yang mengkhotbahkan kebohongan ataupun dusta.




IV. Mereka jatuh dalam keinginan yang bejat ( ay 2 ).
1. Mereka tidak peduli dengan pengetahuan Allah.
2. Mereka :
a. Bersumpah dan mengutuk
b. Berdusta / Berbohong
c. Membunuh
d. Mencuri
e. Berzinah
f. Melakukan pemerasan dan kekerasan
g. Meminum minuman keras
h. Menyembah berhala dll.


Kesimpulan :

Pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa ini :

1. Kebenaran Allah harus diberitakan dan diajarkan dalam jemaat.
2. Pengetahuan jemaat harus ditumbuh kembangkan melalui pembelajaran Firman Allah.
3. Pengajar-pengajar yang tidak doctrin sehat dalam jemaat harus distop.
4. Kehidupan Kekristenan harus didemonstrasikan, bukan dalam kata-kata.
5. Kepedulian yang tinggi terhadap sesama harus di tunjukan.
6. Para pemimpin dalam jemaat harus menjadi contoh bagi jemaat dan juga masyarakat yang ada disekelilingnya.
7. Para pemimpin dan anggota jemaat harus menghormati dan menjunjung tinggi othoritas hukum Allah atau Hukum Kristus.


Kendari, 27 Agustus 2005

Apa Yang Tidak Dilakukan Oleh Baptisan

J.C. Choate

Alkitab mengajarkan baptisan. Baptisan itu menyelamatkan (1 Petrus 3:21), seseorang haruslah percaya dan dibaptiskan untuk selamat (Markus 16:16), dan itu adalah keampunan dosa (Kisah Rasul 2:38), dan itu menaruh seseorang kedalam Kristus dan jemaat (Roma 6:3-4; 1 Kor 12:13), dan itulah membuat lahir baru (Yohanes 3:3-5). Haruslah dipahami, bahwa baptisan melakukan semuanya itu, maka itu haruslah dilakukan dengan pendengaran dan pemahaman Firman Allah, mempunyai iman didalam Allah, bertobat atau berpaling dari segala dosa, dan mengaku dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah (Roma 10:17; Ibrani 11:6; Yoh 3:16; Luk 13:3; Matius 10:32-33). Dapat dikatakan bahwa baptisan itu salah satu perintah dari beberapa perintah. Seseorang dapat beroleh selamat dengan mentaati perintah itu, sesuai dengan kehendak Allah.

Jika baptisan itu adalah perintah Allah, atau syarat keselamatan, yang harus dilakukan untuk berolah selamat, itu juga berarti jika baptisan tidak dilakukan menurut perintah Tuhan, itu tidak bisa menyelamatkan atau menaruh seseorang kedalam Kristus dan jemaatNya. Mari kita catat beberapa hal yang tidak dilakukan baptisan :

Baptisan saja tidak menyelamatkan. Hanya ada satu baptisan (Epesus 4:5), tetapi baptisan yang satu itu haruslah disertai oleh beberapa syarat yang diberikan Tuhan dalam FirmanNya supaya itu melaksanakan tujuannya. Sebenarnya menurut Kitab Suci satu perintah saja tidak menyelamatkan kita, tetapi dengan perpaduan dari semua perintah Tuhan kita diselamatkan.

Baptisan tidak menyelamatkan bayi atau anak kecil. Itu tidak ditujukan kepada mereka. Seseorang haruslah mendengar Firman Allah, memahaminya, meyakininya dan melakukannya. Bayi tidak bisa melakukan itu. (Roma 10:17; Markus 16:16). Kalau begitu bagaimana status mereka? Mereka tidak berdosa, tidak sesat, tetapi selamat (Matius 18:3; 19:13-15). Barulah setelah mereka semakin besar dan belajar salah dan benar, menjadi berdosa dan perlu diselamatkan (Roma 3:23; 6:23).

Baptisan juga tidak menyelamatkan orang dewasa jika dia tidak mengerti kehendak Allah atau memahami apa yang dia lakukan. Dalam semua peristiwa dalam buku Kisah Rasul, dikatakan Injil diberitakan dan setelah mendengar, memahami dan mempercayainya barulah orang itu siap untuk dibaptiskan. Misalnya, ada beberapa orang karena dipengaruhi temannya sehingga dibaptiskan, dia tidaklah selamat. Mereka hanya melakukan seperti yang dikatakan temannya itu. Ada banyak orang tidak mengerti bahwa baptisan itu ada kaitannya dengan keselamatan jiwanya.

Mereka dibaptiskan karena dia percaya bahwa dia telah selamat, dan ingin mengikuti contoh Kristus didalam baptisan. Dengan kesalahan mengerti baptisan, sekalipun dibaptiskan dalam air, mereka tidak selamat. Dalam hal ini baptisan tidak dapat dan tidak akan menyelamatkan mereka.

Baptisan tidak menyelamatkan seseorang jika dia tidak percaya akan Allah atau jika dia tidak rela mengakui Kristus sebagai Anak Allah. Lagi, mungkin seseorang ada motive lain untuk dibaptis, tetapi dia tidak percaya dan mengaku bahwa Kristus itu sebagai Tuhan. Dalam hal seperti itu, baptisan tidak menyelamatkan dia. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa tanpa iman tidak mungkin menyenangkan Allah (Ibrani 11:6) dan Paulus mengatakan pengakuan itu memberi keselamatan. Pengakuan yang dimaksud adalah mengaku Kristus sebagai Tuhan segala mahluk (Roma 10:9-10), seperti yang dilakukan oleh orang Etiophia dalam Kisah Rasul 8.

Baptisan tidak akan menyelamatkan jika tidak disertai pertobatan atau berbalik dari dosa. Kristus berkata bahwa seseorang harus bertobat atau binasa (Luk 13:3). Paulus berkata bahwa Allah memerintahkan semua manusia dimana-mana bertobat (Kisah Rasul 17:30). Petrus dan Rasul-Rasul memerintah orang di Yerusalem pada hari Pentakosta bertobat dan berbaptis untuk keampunan dosanya (Kis 2:38). Saudara lihat dalam hal ini pertobatan dan baptisan itu berkaitan dan sewaktu perintah itu ditaati dosanya diampuni. Tetapi tanpa kerelaan bertobat tidak akan ada pengampunan, sekalipun seseorang itu rela dibaptiskan. Itulah sebabnya Tuhan sendiri yang menyelamatkan karena dia tahu apakah seseorang dengan sungguh mentaatinya, dan dia tahu perbuatan baptisan itu tidak berkenan.

Baptisan tidak menyelamatkan kalau tidak dilakukan dengan kuasa Tuhan. Kristus memiliki segala kuasa disurga dan dunia (Mat 28:18), dan apa saja yang Dia katakana harus kita lakukan sesuai dengan perintahNya itu. Dikatakan bahwa keselamatan itu hanya dalam nama Kristus (Kis 4:12), dan hanya dalam kuasanyalah kita harus dibaptiskan, dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mat 28:19-20).

Baptisan tidak menggantikan ibadat atau kehidupan orang Kristen. Itu tidak menggantikan kesetiaan. Baptisan itu tidak menjamin orang tidak berbuat dosa atau dicobai. Memang baptisan akan menyelamatkan, menaruh seseorang kedalam Kristus dan jemaat, dan memberi kemungkinan hidup Kristen, dibaptiskan menurut ajaran Firman Allah, tetapi ada banyak hal yang tidak dilakukan baptisan. Ini berarti seseorang harus memahami apa yang dilakukan baptisan dan apa yang tidak dilakukan, jika dia membuat keputusan rohani yang bijaksana.

Ketahuilah bahwa seseorang tidak mentaati Allah dengan kebetulan, dan tidak diselamatkan atau ditambahkan kedalam jemaat dengan kebetulan. Seseorang harus tahu dan paham kehendak Allah sebelum dibaptiskan.

Kalau seseorang melakukan kehendak Allah ini, dia tidak lagi dalam denominasi atau jemaat buatan manusia dan menggunakan nama manusia. Sewaktu orang sungguh mentaati Allah, dia mengetahuinya dan Tuhan akan tahu, dan Tuhan akan menyelamatkan dan menambahkan kedalam jemaatNya. Orang itu akan tahu dia telah diselamatkan dan menjadi anggota jemaat Kristus.

Apakah anda sudah dibaptiskan secara Alkitabiah? Kalau belum anda perlu terus membaca dan belajar Firman Allah dan mentaatinya supaya anda diselamatkan dan menjadi anggota jemaat Tuhan atau keluarga Tuhan, yang menggunakan nama Tuhan. Kami ingin tahu kalau kami dapat menolong anda dalam ketaatan. ***

Kendari, 6 Juli 2005

Mengapa Tidak Menjadi Kristen Saja?

Robert G. Dockery

Tahkala di jumpainya dia, lalu dibawahnyalah ke Antiokhia. Demikianlah setahun genap lamanya keduanya itu berhimpun bersama-sama dengansiadang jemaat, serta mengajar beberapa banyak orang. “Maka di Antiokialah murid-murid itu mula-mula disebut orang Kristen” (Kis 11:26).

Pendahuluan

Belum begitu lama, majalah Good Housekeeping memuat suatu artikel khusus mengenai agama di Amerika yang didasarkan atas informasi yang dikumpulkan oleh J. Gordon Mellton selama 16 tahun dalam penyelidikannya. Statistik itu menunjukan bahwa ada lebih dari seribu dua ratus (1.200) agama sekte ang berbeda di Amerika. Terdapat banyak ajaran agama yang bertentangan yang dikhotbahkan sekarang ini, sehingga banyak orang tidak mengetahui apa yangakan dipercayai. “Gereja mana yang benar,” mereka heran. Apakah satu jemaat atau gereja sama baiknya dengan yang lain? “Anggota jemaat yang manakah saya seharusnya?”

Agama di dunia ini terpecah begitu banyak dan semua mereka menyatakan diri sebagai orang Kristen! Othoritas Kekristenan dan pengaruh untuk berbuat baik didunia ini telah sirna karena perpecahan yang terjadi. Kerugian akibat perpecahan agama sangat tinggi : itu memerlukan usaha yang tidak berguna; sering dilakukan karena keirihatian dan kendengkian yang selalu terdapat dalam setiap kelompok; sehingga sering juga mempengaruhi mereka menjadi tidak percaya kepada Kekristenan karena keadaan perpecahan atau denominasi. Hal ini memberi suatu pertanyaan kepada yang mungkin sebelumnya tidak perna kita perhatikan dengan sungguh-sungguh : “Mengapa Tidak Menjadi Kristen Saja?” atau dengan kata lain, Mengapa Tidak menjadi Kristen Saja Tanpa Menjadi Bagian Disekte Didalam Denominasi? Tidak penting menjadi sekedar pengikut saja; Adalah mungkin menjadi hanya Kristen! Kekristenan yang non-denominasi dapat dicapai! Itru bukanlah suatu impian yang tidak nyata!

Saya percaya bahwa waktunya akan datang untuk melihat perpecahan yang ada itu dalam agama didunia ini. Dari manakah asal gereja-gereja itu? Mengapa mereka begitu banyak pecahannya? Apakah keadaan seperti itu menyenangkan Tuhan? Apakah ada cara bagi semua pengikut Kristus untuk bersatu? Diatas semuanya itu kita perlu melihat kembali kedalam Perjanjian Baru dan menjadi “Kristen saja” seperti yang ditunjukan Tuhan kepada kita.

Pada Abad Perrtama Dalam Perjanjian Baru
Hanya Ada Satu Jemaat Atau Gereja

Untuk menjelaskan keadaan Perjanjian Baru, Paulus menulis, “Satu tubuh dan satu roh seperti yang kamu sudah dipanggil didalam satu pengharapan atas hal yang kamu sudah dipanggil itu ; satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa kepada sekalian, dan oleh sekalian, dan didalam sekalian.” (Epesus 4:4–6). Satu tubuh, yang ada di dalam pikiran Paulus adalah jemaat atau gereja! (Epesus 1:22–23). Anggota dari satu tubuh maksudnya adalah “Kristen” didalam Perjanjian Baru! (Kisah Rasul 11:26). Itu adalah keinginan Yesus supaya umatNya disatukan. Sewaktu Ia berkata, “Aku akan mendirikan jemaatKu,” Dia menjanjikan hanya satu jemaat (Mat 16:18). Dia berdoa dengan sungguh-sungguh untuk kesatuan pengikutNya; “ Supaya mereka itu menjadi satu; sebagaimana Bapa juga didalam Aku dan Aku di dalam Dia…” (Yahya 17:21). Epesus 2:13-16 mencatat bahwa Kristus memperdamaikan manusia denga Allah melalui satu tubuh yang adalah jemaat! Penulis Perjanjian Baru yang diilhami itu mengutuk perpecahan dengan pernyataan yang keras! Paulus berkata di dalam 1 Kor 1:10, “Hai saudara-saudara, aku mintalah kamu dengan nama tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu sekalian menjadi sepakat, dan jangan kamu berpihak-pihak diantara kamu, melainkan hendaklah kamu menjadi satu, dengan satu hati dan satu pikiran,” Firman Allah mengutuk perpecahan sebagai pekerjaan daging di dalam Galatia 5:20 dan berbicara sebagai “roh pemecah” dalam 2 Petrus 2:1.

Pernyataan Perjanjian Baru ini mengenai kesatuan Jemaat memberikan suatu kesimpulan yang nyata :

1. Jika hanya ada satu Jemaat, keberdirian denominasi moderen terancam!

2. Jika hanya ada satu jemaat, maka sebuah pernyataan “satu jemaat/gereja adalah sama baik dengan yang lain atau semua jemaat/gereja itu benar “tidaklah benar.”

3. Jika hanya ada satu jemaat atau gereja, maka orang yang menasehatkan seseorang harus menghadiri “Jemaat yang sesuai dengan pikirannya” adalah nasehat yang tidak benar dan tidak memperhatikan kehendak Tuhan.

4. Jika hanya ada satu jemaat atau gereja, maka semua tubuh atau lembaga agama lain adalah bertentangan dengan yang nyata.

5. Jika hanya ada satu jemaat, maka perlulah bagi setiap orang menjadi anggota jemaat itu.

Tanpa kebencian atau kedengkian dan di dalam roh pengasih dan penghiburan, kita perlu memperhatikan gambaran Alkitab tentang jemaat sebagai suatu yang non denominasi, Kristus sebagai pusat tubuh manusia untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Perkembangan Paham Denominasi

Percakapan agama sekarang ini berakar darp pada sejarah yang dikenal dengan kejatuhan besar. Sekalipun pada waktu Perjaanian Baru ada beberapa orang yang mencoba memecah jemaat atau gereja. Para rasul dan penulis yang di ilhami lainnya memperingatkan bahwa akan ada beberapa orang yang akan “menyungsangkan Injil” dan akan membawa “malapetaka ke dalam jemaat” (Galatia 1:6–9; 2 Pet 2:1). Di dalam 2 Tesalonika 2:3, Rasul Paulus memperingatkan bahwa setelah Rasul-rasul akan timbul kejatuhan dari Kekristenan Perjanjian seperti manusia jatuh dari kebenaran yang telah mereka terimah. Dia menamakan kejatuhan dengan “Kemurtadan.” Kata Yunani KEMURTADAN BERARTI, “Keruntuhan/Kejatuahan.”

Paulus memperingatkan jemaat Perjanjian Baru Epesus, “Maka aku ini mengetahui bahwa sepeninggal aku kelak masuk diantara kamu beberapa serigala yang ganas, yang tidak menyayangkan kawana itu; maka dari antara kamu sendiripun akan bangkit beberapa orang yang memberi pengajaran salah, manarik hati murid-murid itu mengikuti dia.” (Kis 20:29–30).

Periode kejatuahn terlihat secara lambat laun di dalam Perjanjian Baru yang pertama di dalam dua abad mulai dari 100 M sampai 300 M. Selama periode ini beberapa hal berobah dari pola Perjanjian Baru.

1. Perobahan pemerintahan Gereja yang tadinya Jemaat Perjanjian Baru yang independent/merdeka secara lambat laun dirobah menjadi suatu agama hirarki yang diatur atau diperintah Bishop dan Bishop Agung, dan dari abad ke 7 sampai seterusnya sistim Papacy atau Kepausan.

2. Perobahan ajaran seperti tradisi manusia ditonjolkan lebih dari pada Firman Tuhan.

3. Perubahan terjadi di dalam hal penyembahan, sewaktu kebaktian yang sederhana di dalam Perjanjian Baru itu dirobah menjadi liturgi, Misa Latin, Patung, dan alat musik.

4. Peruobahan juga terjadi dalam hal keanggotaan jemaat yang memperkenalkan baptisan bayi danbaptisan percikan dan pencurahan untuk baptisan.

Langkah-langkah kejatuhan itu dapat kita urutkan menurut waktu sebagai berikut:

(a) 150 M. Kebangkitan Bishob Absolut.
(b) 251 M. Pelaksanaan pencurahan pertama untuk baptisan.
(c) 405 M. Penggunaan patung pertama di perkenalkan.
(d) 607 M. Paus pertama.
(e) 666 M. Penggunaan pertama alat alat musik di dalam jemaat atau gereja.
(f) 800 M. Penyatuan Gereja dan Negara pada waktu Charlemagne.
(g) 1054 M. Perpecahan Gereja Yunani dan Roma.

Di dalam sepanjang abad kejatuhan itu menjadi lebih lengkap. Kekristenan itu telah dikubur dibawah kejatuhan, duniawi, dan korupsi. Pada abad ke 16 usaha untuk memperbaharui itu timbul! Orang seperti John Wycliffe, John Huss, dan Jerome Savanarola merintis jalan kepada usaha mengembalikan Kekristenan Perjanjian Baru. Mereka mempersembahkan hidup mereka denganberkata, “Jemaat atau Gereja itu telah rusak!” Adalah sungguh benar memikirkan orang ini berdiri teguh menentang kusa agama dan politik di dalam kehidupan mereka dengan berkata, “Kita telah jauh dari pola yang asli.” Pada generasi berikutnya datang Marthen Luther yang memberikan pembelaan pribadi setelah mempelajari Kitab Suci dan menyelidiki kuasa dalam agama. Yang lain seperti Ulrich Zwingli, John Calvin, John Knox mengikuti gerekan itu untuk bekerja menggali jemaat itu dari kedalaman yang tertananm beberapa abad sebelumnya. Dan kemudian, John Wesley berusaha menghidupkan sifat Kekristenan Perjanjian Baru kepada suatu bentuk yang dinyatakan dalam Kitab Suci.

Mereka ini adalah orang yang hebat; Kita berhutang budi kepada mereka; mereka berusaha menolong menunjukan terang itu di dalam kegelapan kejatuhan. Tetapi sayangnya gerekan mereka itu belum cukup lengkap! Dan pada akhirnya mereka menunjukan benih denominasi. Tidak ada dari orang ini berkehendak memulai gereja baru. Tidak pernah mereka itu berkeinginan mendirikan agama yang terpecah. Sayangnya, pengikut mereka menonjolkan orang tersebut dari pada memusatkan Pikiran kepada Kristus. Mulai dari waktu itu hingga sekarang ini suatu denominasi diikuti oleh orang lain dan Kekristenan menjadi lebih terpecah. Kemudian ajaran Luther itu melebur di dalam Gereja Lutheran: Tulisan Calvin menjadi dasar keyakinan Gereja Baptis: John Knox mendirikan Gereja Presbiterian : Pekerjaan John Wesley memimpin kepada pembentukan Gereja Methodis: Reformasi di Inggris menghasilkan Gereja Episkopal atau Gereja Anglikan. Setelah tahun demi tahun berlalu, denominasi ini telah semakin terpecah hingga sekarang ini lebih dari 1.200 dari gereja yang berbeda yang terdapat di Amerika! Reformasi itu gagal karena berhenti dengan cepat!

Gerakan Pemulihan

Berdekatan dengan permulaan abad yang lalu, suatu gerakan besar mulai di Amerika Serikat. Itu timbul dari perasaan yang tidak menyenangkan yang telah diciptakan oleh denominasi yang menunjukan ketamakan dan kepahitan.

Itu timbul dari pengenalan kepada jawaban bukan sebagai suatu denominasi yang lain, tetapi PENOLAKAN PAHAM DENOMINASI SECARA KESELURUHAN di dalam hal mengembalikan bentuk Kekristenan di dalam Perjanjian Baru! Itu berusaha memulihkan Jemaat atau Gereja seperti yang terdapat dalam abad pertama di dalam hal keaslian kemuliaan dan kesuciannya. Gerakan itu menyebar seperti api di negara-negara bagian Amerika seperti Virginia, Kentucky, Ohio, dan Pennsylvania.

Gerakan ini menggerakan para pemimpin dari beberapa latar belakang agama: Orang-orang yang keluar dari Gereja Methodis, Presbiterian, Baptis, dan Episcopalian bersatu untuk berusaha menghapuskan perbedaan denominasi dengan gerakan KEKRISTENAN PERJANJIAN BARU.

Salah seorang pemimpin pertama dari pemimpin gerakan ini adalah James O’Kelly seorang pengkhotbah Methodist dari negara bagian North Carolina yang memisahkan dirinya dari Gereja Methodis pada tahun 1793 kepada pekerjaan Kekristenan Perjanjian Baru. Lebih dari 5000 orang lainnya bersatu dengan dia untuk menggunakan nama “Kristen” sebagai satu-satunya nama bagi orang percaya, dan Alkitab adalah satu-satunya syahadat untuk Jemaat atau Gereja.

Di New England, dua Penghotbah dari Gereja Baptis yang bernama Elias Smith dan Abner Jones terkejut dengan “nama dan syahadat sekte” dan hati mereka yang tergerak memulai pekerjaan untuk Kekristenan Perjanjian Baru yang di mulai tahun 1801.

Di luar negara bagian Kentucky, seorang pengkhotbah dari Gereja Presbyterian yang bernama Barton W. Stone memisahkan diri dari Springfield Presbyteri bersama dengan beberapa pengkhotbah lainnya untuk mengambil Alkitab sebagai satu-satunya syahadat dan menggunakan nama Kristen saja. Mereka menerbitkan suatu dokumen yang terkenal dengan judul “KEHENDAK TERAKHIR DAN WASIAT SPRINGFIELD PRESBYTERI” (The Last Will And Testament Of The Springfield Presbytery, June 25, 1804). Inilah beberapa pernyataan dari wasiat itu:

(1) “Kami berkehendak, agar badan ini mati, dileburkan dan terbenam menjadi satu di dalam tubuh/ jemaat Kristus secara bebas.”

(2) “Kami berkehendak, supaya nama kebesaran kami beserta title kehormatannya di lupakan kiranya.”

(3) “Kami berkehendak, supaya kuasa yang ada pada kami untuk membuat peraturan-peraturan untuk pemerintahan gereja itu, melaksanakannya dengan kuasa yang didelegasikan, berakhir untuk selama-lamanya.”

(4) “Kami berkehendak, supaya jemaat Kristus mulai menjalankan lagi haknya yang asli untuk menjalankan pemerintahan didalamnya.”

(5) “Kami berkendak, supaya untuk seterusnya orang mengambil Alkitab itu sebagai satu-satunya pembimbingnya.”

Dengan segera Barton Stone telah mempengaruhi ribuan orang untuk meninggalkan ikatan denominasi dan menjadi Kristen saja. Dua pemimpin yang paling berpengaruh dalam gerakan restorasi adalah Thomas dan Alexander Campbell, bapak dan anak yang berimigrasi ke Amerika dari Irlandia pada tahun 1807 dan 1809.

Campbell yang tua seorang Pengkhotbah Presbyterian, memberikan suatu tulisan berharga “Deklarasi dan Amanat” (Declaration and Address) pada tahun 1809, yang di akhiri kata yang terkenal, “Dimana Alkitab Itu Berbicara, Disitu Kita Berbicara; Dimana Alkitab Itu Berdiam Diri, Disitu Kita Berdiam Diri.” Dia dan anaknya Alexander memisahkan diri dari Gereja Presbyterian, pertama kali bekerja bersama dengan Gereja Baptis, dan kemudian, setelah belajar lebih sungguh mengenai Kekristenan Perjanjian Baru. Alexander Campbell mengadakan suatu pekerjaan besar melalui tulisannya dan debat yang banyak mempengaruhi orang sampai puluhan ribu orang bergabung di dalam gerakan menjadi Kristen saja.

Kesimpulan

Sekarang ini kita terus mengharapkan supaya menjadi Kristen saja dengan kerendahan hati kita meneruskan usaha untuk kesatuan agama yang terpecah di dunia ini dengan dasar Alkitab saja. Untuk meyakinkan itu, kita mendesak semua kuasa yang dimiliki manusiadi dalam agama supaya menyelidiki keyakinannya dan pekerjaannya dengan hati yang sungguh-sungguh. “Berbicara dimana Alkitab berbicara dan Berdiam diri dimana Alkitab berdiam diri.”

Kami tidak mengajak anda kembali kepada Alexander Campbell atau Barton Stone atau John Wesley, Marthen Luther atau John Calvin, atau siapa saja. Tetapi kami mengajak semua manusia kembali kepada! Kembali Kepada Alkitab! Kembali Kepada Gereja Perjanjian Baru! Adalah doa kami supaya supaya kita bukan lagi denominasi di dalam iman dan perbuatan kita. Inilah satu-satunya pengharapan untuk kesatuan di dalam dunia agama: Itu telah dilakukan semenjak dahulu, itu dapat di lakukan lagi! Satu-satunya pengharapan kita adalah semua orang percaya di dalam Kristus berjalan dengan setia d dalam jalan yang lama, mengikuti langkah Tuhan. Kita dapat melakukan itu di dalam abad 21 ini seperti orang Kristen pada abad pertama jika kita percaya apa yang mereka percayai bertaat seperti yang mereka taati, dan memeriksa seperti apa yang mereka periksa! Kita harus kembali kepada yang seaslinya! Mengapa tidak menjadi Kristen saja...?

Dimulai dari 1832 beberapa gerakan yang telah muncul tanpa di ketahui satu sama lain dan tanpa dipimpin seseorang secara meluas dari latar belakang yang berbeda bersatu di dalam pemberitaan untuk prinsip yang sama yang dikenal dengan “Pembelaan Pemulihan” (“The Restoration Plea”).

1. Mereka mendesak kesatuan bagi semua orang yang percaya akan Kristus dengan dasar Alkitab saja (1 Pet. 4:11).

2. Mereka mendesak penolakan syahadat buatan manusia. Karena pengaruh dari perpecahan itu timbul dari syahadat atau dekrit yang mereka tentuk dan mengajak supaya Alkitab saja sebagai satu-satunya kuasa di dalam agama.

3. Mereka mengajak penggunaan nama Alkitab saja yang menunjukan umat Allah. Mereka menolak di panggil sebagai Kristen denominasi. Mereka adalah Kristen saja. Mereka menentukan menghargai nama Kristen saja, ya nama mereka sebagai Kristen.

4. Mereka mendesak pengenalan kebebasan atau kemerdekaan atau otonomi Jemaat setempat.

5. Mereka mendesak kembali kepada kebaktian menurut ke anggotaan seperti yang di lakukan Gereja Perjanjian Baru itu menyediakan suatu pola yang tetap untuk jemaat yang menghasilkan Kekristenan Perjanjian Baru. MEREKA DI YAKINKAN BAHWA SATU-SATUNYA JALAN UNTUK MAJU ADALAH KEMBALI KEPADA GEREJA SEPERTI SEMULA!

Kendari, 19 Agustus 2005

Apa Alasan Saudara Untuk Menjadi Anggota Jemaat?

W. A. Holley

Memberi ayat Alkitab adalah alasan terbaik dalam tindakan dan ajaran Agam “Kuduskanlah didalam hatimu Kristus itu menjadi Tuhan, dan hendaklah bersedia senantiasa memberi jawab kepada tiap-tiap orang yang menanya kamu dari hal pengharapan yang ada padamu, tetapi dengan lemah lembut dan hormat” (1 Pet 3:15). Perkataan Petrus ini di tujukan kepada anak-anak Allah.

“Menguduskan” Tuhan dalam hati adalah mengijinkan dia menguasai pikiran dan tindakan kita. “Bersedia memberi jawaban Alkitab kepada pertanyaan yang Alkitabiah artinya mempersiapkan diri, baik dalam pengetahuan maupun kelakuan. Dunia ini menanyakan, “Bagaimana saya mendengar perkataan saudara, sedangkan kelakuanmu memekikan telinga saya?” Yesus Kristus, Sang Maha Guru Besar dan juga Penginjil “berbuat dan mengajar” (Kis 1:1).

Alasan pengharapan dalam Allah dan kekekalan haruslah dialaskan pada batu kebenaran Allah yang kekal (Lukas 6:47-48). Rumah yang dibangun diatas pasir tidak tahan terhadap goncangan. Sering kebenaran dikubur dalam sampah dogma denominasi dan perintah menurut akal manusia. Kita harus “menggali dalam” dan memunculkan kebenaran yang sudah lama tersembunyi.

Jika ditanya mengapa saudara menjadi anggota jemaat tertentu, apa jawaban saudara? Apakah beberapa alasan ini sebagai jawaban saudara?

1. Saya anggota jemaat (gereja) itu, karena orang tua saya anggota gereja itu. Alasan itu tidak ada pada Paulus, Petrus atau orang Kristen Perjanjian Baru pada abad pertama. Mereka meninggalkan faham Yahudi dan menjadi anggota sidang jemaat Kristus (Galatia 1:21-24; 1 Kor 1:2 ; Pilipi 3:4-11; Roma 16:16).

2. Apakah saudara anggota jemaat tertentu hanya karena tempatnya menyenangkan? Tentu harus ada alasan yang lebih kuat! Apakah saudara anggota partai politik tertentu hanya karena itu yang paling menyenangkan? Memberi “alasan” artinya seseorang harus memahami betul (2 Timotius 2:15).

3. Apakah saudara anggota jemaat tertentu karena itulah jemaat yang terkenal di daerah itu? Jika jemaat Kristus pada hari Pentakosta melakukan hal itu, mereka tidak akan pernah menjadi jemaat Tuhan. (Matius 16:18-19; Kisah Rasul 2:1-47).

4. Apakah saudara anggota jemaat tertentu hanya karena memiliki gedung yang paling mewah di tempat itu? Jika itu alasan saudara, saudara tidak akan perna menjadi anggota jemaat Tuhan pada zaman rasul-rasul, karena jemaat yang mula-mula itu tidak memiliki gedung di tempat mereka (Roma 16:5; 1 Kor 16:19; Kol 4:15; Pilemon 2).

Menurut fakta sejarah barulah setelah tiga ratus tahun kemudian barulah jemaat itu
memiliki gedung rumah ibadah.

5. Apakah saudara anggota jemaat tertentu karena mengajarkan sesuai dengan kepercayaan saudara? Jika saudara telah percaya akan kebenaran, itu baik, tetapi jika kepercayaan saudara bertentangan dengan Alkitab, saudara dalam bahaya besar (Roma 3:3-4)! Mengapa tidak “menyelidiki kitab suci” belajar kebenaran Allah (Kisah Rasul 17: 11), dan mempercayai ajaran itu?

6. Apakah saudara anggota jemaat tertentu karena pengkhotbahnya ramah dan baik, dan karena dia ahli berkhotbah, yang mempesona dengan kata-katanya yang indah? Apollos adalah Penginjil / Pengkhotbah seperti itu, tetapi dia tidak tahu kebenaran! Dia harus diajarkan lagi tentang injil Kristus (Kisah Rasul 18:24-28; 19:1-7).

7. Lebih jauh lagi, Apakah saudara anggota jemaat tertentu karena anggotanya banyak dan terdiri dari orang kaya, pejabat tinggi atau orang penting? Wahyu 3:14-22 berkata tentang jemaat yang mempunyai apa saja, tetapi nyatanya hampir tidak memiliki apa-apa.

Sekarang mari kita bicarakan beberapa alasan Alkitabiah untuk menjadi anggota jemaat Perjanjian Baru. Tentu dasar alasan keanggotaan jemaat tidak sama dengan keanggotaan organisasi social, politik, klub penggemar, dsb.

1. Seseorang haruslah anggota jemaat Tuhan untuk beroleh selamat. Orang yang “lahir kembali” “… dilahirkan dari air dan Roh...,” “ditambahkan oleh Tuhan kepada jemaatNya” (Yah 3:3,5; Kis 2:36-38,41,47).

2. Seseorang harus menjadi anggota jemaat Tuhan supaya dia berada dalam “rumah Allah” atau “keluarga Allah “ (1 Tim 3:14-15). Rumah Allah adalah jemaatNya. Bagaimanakah seseorang memasuki keluarga Allah? Melalui jalan kelahiran kembali (Yah 3:3,5; 1 Kor 4:15; 2 Kor 5:17; 1 Pet 1:22-25; 2 Tes 1:7-9).

3. Seseorang haruslah anggota jemaat Tuhan supaya dibawah perintah Imam Besar yaitu Yesus Kristus. Yesus adalah Imam Besar “atas rumahNya” dan rumahNya adalah jemaatNya (Ibr 3:6; 4:14-16; 10:21; 1 Tim 3:15).

4. Seseorang haruslah anggota jemaat Tuhan atau keluarga Allah, supaya dia layak menyembah Allah. Pada hari Pentakosta setelah Yesus bangkit, kira-kira 3000 jiwa mendengar dan mentaati Injil, mereka ditambahkan kedalam jemaat; kemudian anggota jemaat ini mulai menyembah Allah “dalam Roh dan kebenaran” (Yah 4:23-24; Kis 2:41-42; Epesus 5:19; Kis 2:47). Orang yang berada diluar jemaat, atau diluar rumahNya, tidak menyembah Allah dengan berkenan (Gal 1:4; 1 Yah 5:19).

5. Berada dalam Kristus berarti berada dalam jemaat. Orang tidak bisa diluar jemaat dan berada dalam Kristus pada waktu yang sama! Sewaktu seseorang mendengar injil, percaya, bertobat, mengaku dan dibaptiskan kedalam Kristus, maka pada waktu yang sama, dia” dibaptiskan kedalam satu tubuh,” yang adalah jemaat (Roma 6:3-4; 1 Kor 12:13).

Karena sama seperti kita menaruh di dalam satu tubuh banyak anggota itu bukannya memegang serupa pekerjaan, demikian juga kita yang banyak ini menjadi satu tubuh didalam Kristus, tetapi masing-masing anggota beranggotakan yang lain, Roma 12:4-5. “Sungguhpun anggota itu banyak, tetapi tubuh satu sahajah…Maka kamu inilah tubuh Kristus dan kamu masing-masing anggotaNya” (1 Korintus 12:20, 27).***
Kendari, 30 Juni 2005

Keindahan Dari Baptisan

Mack Lyon

Orang yang membaca Alkitabnya akan tahu bahwa baptisan itu (adalah pokok penting). Berbagai bentuk kata baptisan terdapat lebih dari ratusan kali dalam Perjanjian Baru. Kebanyakan “Kristen denominasi mengadakan beberapa acara yang diartikan sebagai baptisan.” Maka, orang yang mencari jalan keselamatan didalam Kristus tidak perlu lagi heran atau tersinggung kalau pokok ini dibicarakan.

Namun, beberapa denominasi melayani suatu bentuk baptisan, dan beberapa orang menerimahnya, dengan tidak punya pemahaman maupun penghargaan akan arti dan nilai yang benar dari baptisan itu. Bagi mereka itu adalah formalitas, upacar agama, peraturan gereja, atau tradisi.

Ada beberapa yang merampas arti baptisan dengan berkata, baptisan itu tidak ada hubungannya dengan keselamatan dalam Yesus Kristus. Yang mereka tahu adalah orang berdosa di selamatkan oleh anugerah (Epesus 2:9-10), adalah bertentangan berkata bahwa baptisan itu adalah “untuk pengampunan dosa” seperti dalam Kis 2:38. Namun, kalau salah satu ayat nampaknya bertentangan dengan ayat yang lain, itu tentu kita salah memahami yang satu atau kedua-duanya.

Maka, sangat penting bagi kita mengetahui apakah arti baptisan itu. Roh kudus menolong kita dalam penulisan Rasul Petrus, yang berkata mengenai air bah pada zaman Nuh, “yang didalamnya sedikit orang saja dibawa dengan selamat melalui air itu (yaitu delapan jiwa orang). Adapun air itu ibaratnya yang sekarang menyelamatkan kamu, yaitu baptisan, yang artinya bukan dari hal menghilangkan kecemaran tubuh, melainkan memohonkan persaan hati yang baik kepada Allah, dari sebab kebangkitan Yesus Kristus. (1 Petrus 3:20-21). Pembaca tidak bisa menyembunyikan pertanyaan ini: “yang sekarang menyelamatkan kamu, yaitu baptisan.” Ini akan menolong untuk memahami ayat yang kita baca itu jika kita membacanya dan mengakui pikiran Allah. Kemudian kita memperhatikan lagi, “Adapun air itu ibaratnya yang sekarang menyelamatkan kamu, yaitu baptisan sebab kebangkitan Yesus Kristus.” Dengan dibaptiskan seseorang tidak saja mentaati peraturan gereja tertentu, tidak sekedar melakukan upacara agama, atau melakukan perintah kosong; dia menjelaskan kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus, dan melakukan hal itu dia diselamatkan (Roma 6:3-4).

Untuk menguatkan itu, Roh Kudus menggerakan Petrus menampilkan pernyataan : “yang artinya bukannya dari hal menghilangkan kecemaran tubuh.” Itu bukanlah sekedar mandi. Karena dia tidak menjelaskan” cara “baptisan percikan atau pencelupan, maka dia menghilangkan rasa kecurigaan hanya sekedar mandi.”

Orang yang tidak percaya melihat orang dibaptiskan itu mungkin berpikir mereka itu hanya mandi, yang menjelaskan pencelupan adalah adalah cara baptisan. Kalau itu bukan mandi, apakah baptisan itu? Itu adalah “memohonkan perasaan hati yang baik kepada Allah.” Bukan karena kebaikan seseorang tetapi kebangkitan Yesus Kristus.

Orang yang menolak baptisan sebagai “perbuatan” untuk menerima keselamatan, tidak memahami arti baptisan yang sebenarnya. Kalau dipahami dengan benar, baptisan Alkitab menolak keselamatan dengan dasar perbuatan baik dan menyatakan keselamatan itu atas dasar kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus. Baptisan menandai waktunya dosa seseorang disucikan oleh darah Yesus Kristus. ***

Kendari, 25 Juni 2005

Jemaat Perjanjian Baru

I. Pendahuluan
A. Defenisi “Gereja” atau “jemaat”: Webster—“Kumpulan tubuh Kristen.”
Bahasa Yunani—“Ekklesia”—“Dipanggil keluar.”

B. Dalam Perjanjian Baru dinyatakan dengan :
1. Tubuh Kristus (Ep. 5:23; Kol 1:18).
2. Seisi Rumah Allah (Ep 2:19).
3. Rumah Allah (1 Tim 3:15).
4. Tiang dan Alas dari hal yang benar (1 Tim 3:15)
5. Keluarga yang terpilih, Imamat yang berkerajaan, bangsa yang kudus
(1 Petrus 2:9).
6. Kerajaan Kristus dan Allah (Ep 5:5)

II. Berdirinya
A. Dinubuatkan dan digenapi.
1. Pada hari yang terkemudian di Yerusalem.
a. Nubuatan (Yesaya 2:2-3).
b. Kegenapan (Ibr 1:1-2; Kis 2:16-17; Luk 24:46-47; Kis 1:4-8)

2. Pada zaman raja-raja.
a. Nubuatan (Daniel 2:44).
b. Kegenapan (Luk 2:1; 3:1).

3. Kristus akan menjadi raja.
a. Nubuatan (Yer 23:5-6).
b. Kegenapan (Mat 28:19-20; Kis 2:33,36; 1 Kor 15:25).

4. Wasiat baru akan diberikan.
a. Nubuatan (Yer 31:31-34).
b. Kegenapan (Mat 28:19-20; Kis 2:36-38; Ibr 8:7-9,13; Ibr 9:11-17).

5. Kerajaan datang dengan kuasa.
a. Nubuatan (Mar 9:1).
b. Kegenapan (Kis 1:8; 2:1-4).

6. Kristus berkata, “Aku akan membangunkan jemaatKu.” (33 M).
a. Nubuatan (Mat 16:18).
b. Kegenapan (1 Kor 3:11).

B. Sekarang sudah berdiri.
1. Di Yerusalem, Thn 33 M. (Kis 2:1-4)
a. Setelah hades (dunia orang mati) tidak berkuasa menake- berdiriannya (Mat 16:18; Kis 2:31).
b. Sewaktu Rasul-rasul masih hidup (Mark 9:1).
c. Sewaktu Roh Kudus dan Kuasa ajaib datang (Mark 9:1; Kis 1:8; 2:1-4).
d. Sewaktu “Firman Tuhan keluar dari Yerusalem.” (Yes 2:2-3; Luk 24:49).

2. Setelah hari itu kita baca :
a. Tuhan menambahkan kepada JemaatNya yaitu orang yang beroleh
selamat, Kis 2:27.
b. Bapak telah melepaskan kita dan memindahkan kita ke dalam kerajaan-Nya, Kol. 1:13.
c. Anak yang di kasihiNya (Kol 1:12-13), yaitu jemaat (ayat 18).
d. Penatua-penatua diangkat pada setiap jemaat, 46 M. (Kis 14:23).
e. Yahya menulis kepada tujuh jemaat di Asia 96 M. (Wah 1:11)

C. Pendiri Jemaat – Kristus.
1. Dia adalah Penebus (Kis 20:28).
2. Dia adalah Pendiri (Mat 16:18).
3. Dia adalah kepalaNya (Ep 5:23).
4. Dia adalah pemberi hukum (Kis 2:36; Ibr 5:9; 12:2)
5. Dia adalah juru selamatNya (Ep 5:23).

D. Dasarnya – Kristus.
1. Batu ini adalah Kristus, Anak Allah (Mat 16:18,19).
2. Alas yang diletakan (1 Kor 3:11).
3. Batu Penjuru (Yesaya 28:16; Kis 4:11-12; Ef 2:20; 1 Pet. 2:6-7).
4. Dasar rasuli (Ep 2:20).

III. Apakah Nama Alkitabiah Jemaat Itu?
A. Tidak ada nama khusus diberikan dalam Perjanjian Baru untuk nama jemaat itu. Pada mulanya dinamakan “jemaat” : (Kis 2:47; 8:1). Kemudian setelah jemaat berkembang itu di tambahkan dengan nama tempat.

Sebagai Contoh :
1. Sidang jemaat di Laodekia. (Kol 4:16; Wah 3:14).
2. Sidang jemaat di Tesalonika (2 Tes 1:1).
3. Jemaat yang dirumah Philemon (Philemon 2).
4. Sidang jemaat yang di Epesus (Wahyu 2:1).
5. Sidang jemaat yang di Smirna (Wahyu 2:9).
6. Sidang jemaat yang di Pergamus (Wahyu 2:12).
7. Sidang jemaat yang di Tiatira (Wahyu 2:18).
8. Sidang jemaat yang di Sardis (Wahyu 3:1).
9. Sidang jemaat yang di Piladelpia (Wahyu 3:7).

B. Itu dapat dinamakan dengan nama Alkitabiah seperti yang di gunakan dalam Firman Allah yang di-ilhami itu.
1. Kristus menamakan itu :
a. SidangKu/JemaatKu (Mat 16:18).
b. KerajaanKu (Luk 22:36).
c. Kerajaan Sorga (Mat 16:19).
d. Kerajaan Allah (Yah 3:5; Lukas 22:16).


2. Rasul-rasul menamakan itu :
a. Sidang jemaat (Kol 1:18; Ep 1:22; 3:10; 5:23,32).
b. Sidang jemaat Allah (Kis 20:28).
c. Sidang jemaat Allah (1 Kor 1:2; Gal 1:13).
d. Sidang Jemaat Kristus (Rum 16:16).
e. Rumah Allah (1 Tim. 3:15).
f. Seisi rumah Allah (Efesus 2:19).
g. Saudara yang sama-sama beriman (Gal 6:10).
h. Kerajaan Allah (Kis 28:23,31).
i. Kerajaan Anak yang di kasihiNya (Kol 1:13).
j. Kerajaan yang tidak bergerak (Ibr 12:28).
k. Tubuh Kristus (Ep 4:12; Kol 1:24).
l. Sidang jemaat segala anak yang sulung (Ibr 12:23).

IV. Apa Nama Panggilan Mereka Yang “Ditambahkan Kepada Jemaat” Itu?
(Kis 2:47).
A. Murid-murid (Kis 20:7; 11:26).
B. Orang-orang kudus (1 Kor 1:2; Rom 1:7; Kol 1:2).
C. Saudara-saudara (1 Kor 16:6; Gal 6:1).
D. Anak-anak Allah (Rum 8:14).
E. Anak-anak (Gal 3:26; 1 Yah 2:1).
F. Kristen (Kis 11:26; 26:28; 1 Petrus 4:16).

V. Apakah Jemaat Perjanjian Baru Mempunyai “Kreed” Atau Pernyataan Kepercayaan?
“Kreed” atau Pernyataan Kepercayaan adalah sederhana : “Yang aku yakini, atau pengakuan iman seseorang.” (Webster). Dalam hal ini “Ya” yaitu “Yesus Kristus” (Mat. 10:32-33; 16:16-18; Kis 8:37; Roma 10:9-10).

VI. Apakah Jemaat Perjanjian Baru Mempunyai Buku Petunjuk Atau Peraturan Iman?
• Bukan seperti pada denominasi sekarang ini. Denominasi adalah organisasi buatan manusia dan harus mempunyai buku khusus menjelaskan kepercayaan khusus mereka. Jemaat Perjanjian Baru tidak menggunakan tambahan seperti itu sebab itu akan membuat perkataan manusia secara dengan Firman Allah.
• Jemaat Perjanjian Baru memang mempunyai peraturan iman dan itu adalah Firman Allah tanpa tambahan atau pengurangan (Ulangan 4:2; 12:32; 3 Yah 9; Wah 22:19).

A. Firman Allah berkuasa penuh (Rum 1:16; Ibr 4:12; Mat 28:18-20).
B. Firman Allah memperlengkapi kita kepada semua pekerjaan baik dan segala perkara yang berguna bagi hidup dan ibadat (2 Tim 3:16-17; 2 Pet 1:3).
C. Itu adalah benih kerajaan, yang melahirkan kita (Mat 13:3; Luk 8:11; 1 Pet 1:23).
D. Firman Allah sendiri adalah Pedang Roh (Ep 6:17; Ibr 4:12).
E. Ajarannya adalah Perjanjian Baru.

1. Kristus pemberi hukum dan pemimpin (Ep 4:1-16; 5:24; Ibr 12:2).
2. Roh Kudus yang menjelaskan (1 Kor 2:13; Ep 3:1-6).
3. Ajaran Kristus melalui para rasul-rasulNya adalah buku pedomannya
(Kis 2:42; Ep 2:20; Gal 1:6-10 – tidak mengajarkan yang lain).

VII. Bagaimana Seseorang Jemaat Perjanjian Baru?
Firman Allah, kuasa keselamatan, memberi kita persamaan yang membuka pintu keselamatan. Yesus Kristus adalah pintu (Yahya 10:9), dan kita harus memasuki jalanNya, atau termasuk sebagai pencuri dan penyamun (Yahya 10:1). Kita perlu mendengarkan Kristus sebab Dia mempunyai segala kuasa (Mat 28:18) dan Dia adalah kepala jemaat (Ep 1:22-23).

Inilah yang ditekankan Firman Allah :
A. Kita harus percaya atau beriman didalam Tuhan (Rum 10:10; Ibr 11:6; Kis 16:31; Rum10:17).
B. Kita harus berbalik dari keberdosaan (bertobat). (Lukas 13:3; Kis 2:38; 17:30).
C. Kita harus mengaku iman kita (Rum 10:10,32-33; Kis 8:37).
D. Kemudian seperti kematian, penguburan dan kebangkitan, kita dikuburkan dalam baptisan( dicelupkan) kedalam keluarga Allah (lahir baru), dan ditambahkan Tuhan kepda jemaatNya (Rum 16:1-10; Kis 2:38; 22:16; Gal 3:26-27).
E. Selanjutnya, kita bertumbuh secara rohani dan setiap hari hidup sesuai dengan tuntutan Firman Allah (Mat 24:13; Wah 2:10; 2 Petrus 1:3-11).

CATATAN : Seseorang anggota jemaat adalah : yang telah mendengarkan Injil (Rum 10:17; Kis 18:8; 1 Kor 1:2); Bertobat dari dosa-dosanya (Kis 2:38; Luk 13:3); Mengaku Kristus (Kis 8:37; Rum 10:10); dan dibaptiskan dengan suatu penguburan (Rum 6:4; Kol 2:12) Di dalam air (Kis 8:36-37; 10:47-48), Supaya dosa itu disucikan (Kis 22:16), atau untuk pengampunan mereka (Kis 2:38), supaya dia dapat diselamatkan (1 Pet 3:21); Mendapat pintu masuk kepada Kristus (Gal 3:27); dan masuk kedalam tubuh (1 Kor 12:13) yang adalah jemaat (Kol 1:18; Kis 2:47).

VIII. Bagaimanakah Jemaat Perjanjian Baru Menyembah Tuhan?
A. Apakah menyembah itu?
1. Yunani : “Proskuneo” - melakukan penghormatan, memberi hormat
kepada Ilahi, menyembah, mengharumkan.”
2. Webster : “Perlakuan hormat kepada Ilahi, kehormatan agama.”

B. Ada dua jenis penyembahan.
1. Penyembahan yang sia-sia (Mengikuti manusia dan bukan Allah, Mat 15:9; 2 Tim 4:3-4).
2. Penyembahan yang benar (Yahya 4:23-24).

C. Kita hanya hanya menyembah Tuhan di dalam Roh dan Kebenaran (Yoh 4:24; Mat. 10; Kel 20:2-3; Kis 10:25-26).

D. Adalah lima cara Alkitabiah menyembah di hadirat Tuhan.
1. Mengajar atau berkhotbah (Kis 20:7; 2 Tim 2:2; 1 Tim 3:15).
2. Pemberian atau persembahan (1 Kor 16:1-2; 2 Kor 9:6-9)
3. Berdoa kepada Allah (1 Tes 5:17; 1 Kor 14:15; Yah 14:13-14; Yak 5:16; 1 Yah 3:22). CATATAN Yah 9:31.
4. Perjamuan. Mengambil perjamuan Tuhan (Kis 20:7; 1 Kor 10:16; 1 Kor 11:23-29).
5. Bernyanyi. Musik vokal adalah yang diperintahkan dalam Perjanjian Baru (Kol 3:16; Ep 5:19; 1 Kor 14:15; Rum 15:9; Ibr 2:12; Kis 16:25; Yak 3:5; Mar 14:26; Wah 5:9; 15:3).

IX. Apakah Organisasi Jemaat Atau Gereja Perjanjian Baru?
A. Pengertian Organisasi – Susunan organis, keseluruhan tubuh jabatan atau komite, dst. (Webster).

B. Organisasi Jemaat Perjanjian Baru adalah sederhana dalam susunannya. Tuhan membuat jemaat itu sederhana dimana itu dapat bekerja lebih efisien. Organisasi besar terikat denga banyak kedudukan.

C. Setiap jemaat Perjanjian Baru di organisasikan sebagai unit yang lengkap didalamnya. (Kis 14:23; Titus 1:5). Dimana, terdapat kerja sama diantara jemaat setempat, sewaktu yang satu menanggung beban yang terlalu berat (Kis 11:29-30; Rum 15:25-27). Tetapi tidak ada organisasi yang lebih besar dari pada jemaat setempat. Jemaat setempat adalah benar-benar otonom.

D. Susuna jemaat setempat adalah pemerintahan sendiri dibawah Kristus sebagai kepalaNya. (Ep 1:22-23; Kis 14:23; 1 Pet 5:4; 2:25; Pil 1:1). Susunan atau struktur setempat terdiri dari :
1. Penatua-penatua (jamak) yang mengatur dan mengawasi jemaat setempat (Kis 20:28; 1 Pet 5:1-3; 1 Tim 3:1-7; Titus 1:5-9; 1 Tim 5:17-19).
2. Diakon-diakon (jamak) yang adalah pelayan jemaat.
a. Pelayan pertama diangkat (Kis 6:1-6).
b. Syarat-syarat. (1 Tim 3:8-13).
c. Bahasa Yunani “diakon” - adalah–diakonos’ kadang-kadang diterjemahkan
(1) Hamba (Mat 23:11; Yoh 12:26)
(2) Pelayan (Mar 10:43; 1 Kor 3:5; 1 Tes 3:2).
3. Pemberita Injil, Penginjil atau Pemberita Firman Allah (Kis 21:8; 2 Tim 4:2, 5).
4. Anggota – jemaat secara keseluruhan. (1 Kor 1:2; Kol 1:13; Kis 2:41– 47). Catatan : Dalam keanggotaan itu ada juga guru-guru, yang bertanggung jawab memberitakan Firman Tuhan dimana kita dapat bertumbuh didalam anugerah dan pengetahuan akan Tuhan. (Ep 4:11-16; 2 Tim 2:2; Yak 3:1; 2 Pet 3:18).

X. Apakah Keseluruhan Missi Jemaat Itu?
A. Menyelamatkan jiwa yang sesat. (Ep 3:3:10–11; Yah 3:16; Luk 19:10; Kis 2:47; Yah 6:45).

B. Mengajarkan hanya Firman Allah. (Mat 24:35; 28:18-20; Rum 1:16; 2 Tim 3:16-17; 1 Pet 1:3). Catatan : Peringatan - Hanya Firman itu yang diajarkan (Gal 1:6-10; Wah 22:18-19l Mat 15:9; Kis 17:11).

C. Merumahkan yang selamat (Kis 2:47; Kol 1:13–15).

D. Melakukan (bersiap untuk) setiap pekerjaan yang baik (Mat 25:31-46;
2 Timo 3:16-17; 2 Kor 9:8; Kol 1:10; 1 Tim 5:10; Ibr 13:20–21).




JUDUL ASLI : “The New Testament Church” (J.H. Blackman Jr., Penulis).
Disusun kembali oleh : Mathias Posilambi

Ciri Khas Sidang Jemaat Kristus

Salah satu ciri khas Jemaat Kristus adalah berbentuk organisasi Alkitabiah. Gereja Tuhan tidak terbentuk secara tiba-tiba atau tanpa pemberitahuan. Tetapi Alkitab berkata bahwa jemaat (gereja) itu sudah ada dalam pikiran Allah dari semula, sebelum dasar dunia ini. Itulah yang di katakan Paulus kepada orang Kristen dalam Epesus 1:4. Pada mulanya Allah telah merencanakan membangun suatu tubuh untuk orang yang beroleh selamat, jemaat, melalui Kristus. Itu tidak berarti Dia menentukan sejumlah manusia tertentu untuk diselamatkan. Sidang Jemaat/Gereja artinya: “Tubuh orang yang dipanggil,” mereka yang menerima panggilan Kristus melalui iman dan ketaatan (Gal 3:26–27), dan dengan demikian mereka adalah Sidang Jemaat Kristus. Bukan saja Allah merencanakan jemaat itu pada mulanya, tetapi juga kiata baca bahwa keberdiriannya telah dinubuatkan. (Yesaya 2:2–4; Daniel 2:44; Mikha 4:1–4; Yoel 2:26–28). Kemudian Kristus berjanji akan mendirikan jemaat Nya (Mat 16:18; Mar 9:1). Dan akhirnya itu didirikan pada hari Pentakosta sewaktu Petrus dan Rasul-rasul lain mengkhotbahkan Injil pertama sekali di Yerusalem, sepuluh hari setelah kenaikan Yesus Kristus ke sorga, sekitar tahun 33 M.

Tetapi Tuhan tidak mendirikan jemaat itu tanpa oraganisasi. Di dalam Perjanjian Baru dijelaskan tentang organisasi jemaat itu didunia ini. Sebagaimana Tuhan memberi pola kepada Musa untuk mendirikan kemah di bawah Perjanjian Lama, sebagai model jemaatatau gereja sekarang ini. (Kel 25:40; Bil 8:4; Kis 7:44; Ibr 8:5), dan seperti Tuhan, Dia memberi pola kepada Nuh untuk membuat Bahtera di mana delapan jiwa diselamatkan (Kej 6). Demikian juga Tuhan memberi kita pola jemaat. Seperti Tuhan telah memberi ketentuan kepada Nuh dan Musa supaya mengikuti petunjuknya untuk mendirikan bahtera dan kemah, demikian juga untuk sekarang ini supaya jemaat berorganisasi menurut yang di tentukan di dalam Perjanjian Baru.

Sewaktu jemaat di mulai, Rasul-rasullah yang mengatur jemaat itu. Mereka menerima Roh kudus secara mujizat yang membimbing mereka kepada semua kebenaran (Yah 16:13; Kis 2:4). Pada waktu itu semua jemaat ada di Yerusalem, tetapi timbullah sungut-sungut di antara mereka, siapa yang melayani meja, dan catatan berkata, “Lalu ke dua belas Rasul itu menghimpunkan sekaliam murid yang banyak itu, serta berkata, tiada patut kami ini melalaikan pemberitaan Firman Allah sebab melayani meja. Sebab itu hai saudara sekalian, pilihlah diantara kamu tujuh orang yang terpuji dan penuh dengan Roh Kudus dan Hikmat, yang dapat kami wakilkan atas pekerjaan ini. Tetapi kami ini kelak tetap di dalam doa dan di dalam hal menjalankan Firman itu. Maka perkataan ini di perkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stepanus, yaitu orang yang penuh dengan iman dan Roh Kudus dan lagi Pilipus, dan Prokorus dan Nikanor dari negeri Antiokhia.

Maka sekalian orang itu dibawanya menghadap Rasul-rasul; Lalu Rasul-rasul itupun berdoa dan meletakan tangannya ke atas mereka itu (Kis 6:2–6).

Dan inilah Diakon diakon pertama yang di pilih melayani meja dan mengurus hal-hal jasmani di dalam jemaat. Perkataan “diakon” artinya “seorang yang melayani.” Selanjutnya setelah beberapa jemaat lokal berdiri di beberapa tempat di dunia ini, Penatua-penatua di angkat pada setiap jemaat, sebagaimana kita baca dalam Kis 14:23; dan Titus 1:5, dimana Rasul-rasul tidak dapat hadir di mana-mana dalam waktu yang sama mengurus kebutuhan rohani jemaat itu. Ada dua hal yang perlu kita tekankan dari ayat Alkitab yang kita kutip itu. Pertama, kejamakan penatua-penatua yang ditetapkan, dan bukan satu orang penatua- untuk satu jemaat atau lebih dari satu. Kedua, Penatua-penatua diangkat pada setiap jemaat local atau gereja local. Setiap jemaat mempunyai penatua lebih dari satu orang. Kenyataan itu di jelaskan dalam Kis 20:17-18 dan Pilipi 1:1.

Tujuan Tuhan menentukan kejamakan penatua pada setiap jemaat, ada empat pokok. Pertama, Mengembangkan anggota jemaat itu sendiri menjadi pemimpin. Kedua, Mendorong pemberian dan pekerjaan. Ketiga, Mencegah perluasan ajaran yang keliru. Keempat, Menjaga setiap jemaat berdiri sendiri atau otonom, sehingga satu atau lebih jemaat jatuh yang lain akan tetap setia. Penatua-penatua mengawasi atau menjamu domba-domba yang ada ditengah-tengah mereka. Penatua-penatua dari satu jemaat tidak berkuasa untuk mengatur jemaat yang lain. Didalam 1 Petrus 5:2-3, penatua-penatua di dorong, dengan perkataan, “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada diantaramu, jangan sebab terpaksa, melainkan dengan sesuka hati menurutkendak Allah; dan hendak beroleh laba yang keji, melainkan dengan dengan sebulau-bulat hati; dan jangan melakukan dirimu seperti pemrintah atas orang yang di serahkan kepadamu, melainkan menunjukan dirimu menjadi teladan kepada kawanan domba itu.” Kitab Suci tidak membedakan antara Penatua-penatua, Presbyter, Penggembala, Pengawas, Bishop, dan Pastor. Keenam nama itu di tujukan kepada orang yang sama... Penatua-penatua dan Presbyter adalah dua perkataan yang berarti “Lebih Tua.” Pengawas dan Bishop adalah dua perkataan yang berarti “Mereka yang mengawasi” ...Demikian juga Gembala dan Pastor, yang artinya, “Mereka yang menjamu domba.” Kisah Rasul 20:17 berkata, “Rasul Paulus memanggil penatua-penatua jemaat.” Dan dalam ayat 28, orang yang sama di namakan juga sebagai pengawas atau penilik, dan kemudian mereka ditetapkan sebagai gembala domba itu, maka mereka adalah gembala atau pastor. Ayat lain yang mencatat keenam nama itu ditujukan kepada orang yang sama adalah 1 Pet 5, dalam ayat satu di katakan Penatua-penatua, tetapi dalam ayat dua dikatakan, “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang diantaramu.”

Gereja Tuhan bukanlah tanpa organisasi, dan organisasi jemaat atau gereja yang dikuasakan Allah dalam FirmanNya adalah Kristus sebagai kepala Gereja. (Kol 1:18), dan setiap jemaat mempunyai penatua-penatua dan diakon-diakon.

Hanya inilah pemerintahan jemaat atau gereja Kristus. Secara umum hanya ada satu jemaat atau gereja (Mat 16:18), jemaat-jemaat setempat di namakan Sidang Jemaat Kristus (Terj Lama) atau Jemaat Kristus (Terj Baru) (Rom 16:16).

Jemaat-jemaat ini tidaklah dibawah suatu organisasi atau komisi, dan seterusnya. Tidak ada badan yang lebih tinggi di luar jemaat yang mengatur jemaat Kristus. Setiap jemaat dari Jemaat Kristus adalah merdeka atau otonom. Semua jemaat hanyalah tunduk kepada Kristus yang sebagai kepala jemaat. Kristus memiliki segala kuasa (Matius 28:18). Dia memerintah jemaat secara universal (umum), dan setiap jemaat secara local, melalui Perjanjian Baru. Sebab itu, tidak ada lembaga atau badan pusat dari Jemaat atau Gereja Tuhan, dimanapun didunia ini. Dimana Kristus adalah kepala Gereja, maka sorga adalah lembaga pusat Jemaat atau Gereja Kristus, sebab Kristus ada di sorga sekarang ini.

Jemaat Kristus adalah berbeda dari gereja-gereja denominasi, dimana mereka mempunyai pucuk pimpinan dunia dan lembaga pusat. Gereja-gereja denominasi mengikuti pemimpin-pemimpin manusia dan buku-buku seperti katekismus dan buku-buku doa yang di rumuskan oleh dewan-dewan dan rapat-rapat besar. Mereka mempunyai pusat organisasi atas jemaat-jemaat setempat dan badan yang lebih besar ini mengambil keputusan untuk semua jemaat dan memilih pengkhotbah mereka, biasanya dianggap sebagai “gembala” yang memimpin segala kegiatan mereka, dan mengendalikan keuangan mereka. Dan juga kebanyakan gereja-gereja denominasi mempunyai jabatan yang tidak Alkitabiah, itu hasil ciptaan manusia dan tidak terdapat dalam Alkitab. Dalam beberapa hal di pakai nama Alkitabiah tetapi arti Alkitabiah tidak diikuti. Ini adalah benar dalam hal gembala. Gembala denominasi tidak sama dengan gembala dalam Perjanjian Baru. Mereka tidak mempraktekan kejamakan gembala atau penatua-penatua pada setiap jemaat, tetapi hanya ada satu gembala atas beberapa jemaat atau gereja, dia dikenal sebagai “gembala atau Bishop.” Dalam hal yang sama dimana Alkitab berbicara penatua-penatua dan juga dinamakan sebagai pastor-pastor, namun dalam gereja-gereja denominasi seorang pastor adalah pengkhotbah yang bertanggung jawab atas satu jemaat atau lebih. Sering dalam denominasi, seorang pengkhotbah/ penginjil dinamakan pastor. Mereka juga mempunyai imam (1 Petrus 2:5,9). Sehingga kita dapat melihat bahwa beberapa denominasi telah merobah pemerintahan jemaat dengan menolak sifat otonomi dari gereja itu, dengan memakai jabatan-jabatan yang tidak terdapat dalam Alkitab, dan dengan merubah arti jabatan itu dari yang dikuasakan dalam Alkitab.

Jemaat Kristus berusaha meluruskan atau mengembalikan segala sesuatu, yang direncanakan Allah untuk jemaat. Mereka berusaha memulihkan gereja itu seperti yang terdapat dalam Perjanjian Baru. Mereka, anggota jemaat, bekerja untuk memulihkan setiap rencana Allah untuk gereja. Injil keselamatan harus diberitakankepada semua manusia di dunia ini (Markus 16:15).

Mereka yang percaya dan bertobat dari dosa-dosanya dan mengaku Kristus sebagai Anak Allah dan dibaptiskan untuk keampunan dosa mereka, dan mereka diselamatkan Tuhan dan ditambahkan kepada jemaatNya (Markus 16:16; Mat 28:18–20; Kis 2:38, 47). Dimana saja manusia yang mentaati perintah Kristus ini akan menjadi jemaatNya/ gerejaNya di tempat itu.

Sebagai Jemaat Kristus mereka memerlukan ajaran lebih lanjut, Belajar Firmn Tuhan untuk mengetahui kendakNya. Anggota jemaat harus mencoba pemimpin jemaat dalam pelayanan kebaktian dan memberitakan Injil kepada orang lain. Maka mereka akan mengembangkan diri menjadi pemimpin yang kuat dan menjadi jemaat yang kuat pada masa mendatang. Kemudian, kalau ada orang yang memenuhi syarat diantara mereka untuk menjadi penatua-penatua dan diakon-diakon, mereka harus diangkat oleh jemaat untuk melayani jemaat itu sendiri. Dalam hal ini, tidak diperlukan bantuan dari luar. Setiap jemaat harus mengangkat penatua-penatua dan diakon-diakonnya. Penatua-penatua dan diakon-diakon yang diangkat itu harus memenuhi syarat-syarat yang kita baca dalam 1 Timotius 3 dan Titus 1. Tanpa syarat-syarat ini seseorang itu tidak dapat diangkat sebagai penatua-penatua dan diakon-diakon dalam suatu jemaat Tuhan, dari pada memiliki penatua-penatua dan diakon-diakon yang tidak disetujui Firman Tuhan. ***

Kendari, 21 Agustus 2005

Sidang Jemaat Kristus

Rod Rutherford


Sidang Jemaat Kristus bukanlah suatu denominasi yang didirikan oleh manusia, bukan juga bagian dari organisasi agama yang didirikan oleh manusia. Pada mulanya itu ada dalam pikiran Allah di Surga dan didirikan didunia ini di kota Yerusalem pertama setelah kebangkitan Yesus Kristus (Epesus 3:8-11; Kis 2:1-47). Dari pada bekerja sama dengan denominasi, anggota sidang jemaat Kristus menghimbau kepada semua yang percaya akan Yesus Kristus mengindahkan doaNya untuk kesatuan dan menjadi satu dalam tubuhNya yang dibeli dengan darahNya, yaitu jemaat (Yah 17:20-21; Ep 4:4-6; Kis 20:28).

Dasar atau landasan sidang jemaat Kristus adalah Yesus itu sendiri. “Karena lain landasan tiadalah dapat diletakkan oleh seorang juapun, kecuali yang sudah terletak, Yaitu Yesus Kristus (1 Kor 3:11). Suatu bangunan dapat kuat kalau dasarnya kuat. Sama halnya juga dengan jemaat. Jika dibangun di atas manusia atau dektrit, itu akan runtuh. Hanya Yesus Kristus yang berhak mendirikan jemaat karena dia sendirilah “Kristus, Anak Allah yang hidup” (Mat 16:13-19).

Kepercayaan atau dektrit Sidang Jemaat Kristus didasarkan atas kebenaran besar bahwa “Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup” (Mat 16:16). Baru saja sebelum Yesus kembali ke surga, Dia memerintahkan rasul-rasulnya dengan berkata “Pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa muridku. Serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus; dan mengajar dia menurut segala sesuatu yang Aku pesan kepadamu. Maka ketahuilah olehmu, Aku ini beserta dengan kamu hingga kesudahan Alam” (Mat 28:19–20).

Rasul-rasul dan pemberita Injil pada abad pertama, dibawah bimbingan Roh Kudus dan menuliskan ajaran Kristus Yesus. Ini dapat dilihat dalam Perjanjian Baru. Kita tidak mempunyai hukum, tuntunan atau ukuran yang lain, yang dikuasakan. Ini sungguh suatu buku kepercayaan yang tidak memerlukan pembaharuan. Itu dengan sempurna cocok kepada perubahan keadaan manusia pada semua bangsa, budaya dan iklim di dunia ini dalam sepanjang abad hingga Yesus dating lagi!

Pola yang digunakan Sidang Jemaat Kristus hanya seperti yang terdapat didalam Perjanjian Baru untuk jemaat dan anggotanya. Dalam Kis 11:26 kita baca bahwa “di Antiokialah murid-murid itu di sebur orang Kristen.” Anggota jemaat menghormati Kristus dengan memakai nama ilahi yang diberikan. Dalam Roma 16:16 kita baca; “Salam sekalian sidang jemaat Kristus kepada kamu.” Kristus berkata, “Aku akan mendirikan sidangKu” (Mat 16:18). Nama “Sidang Jemaat Kristus” berarti bahwa jemaat itu adalah milik Kristus karena Dialah pembeliNya dan pendiriNya. Keselamatan hanya terdapat dalam nama Kristus. (Kis 4:11-12).

Kebaktian Sidang Jemaat Kristus dengan sederhana dinyatakan dalam Perjanjian Baru. Yesus berkata: “Allah itu Roh adanya; maka orang yang menyembah Dia, wajiblah menyembah dengan Roh dan kebenaran” (Yah 4:24). Hari Kebaktian orang Kristen adalah hari minggu, atau hari pertama dalam minggu, “Hari Tuhan” (Kis 20:7; 1 Kor 16:2; Wah 1:10). Aksi dalam kebaktian secara khusus dinyatakan Allah dengan : Bernyanyi, berdoa, Perjamuan Tuhan, berkhotbah atau mengajar dan memberi persembahan (Kol 3:16; 1 Tim. 2:1- 2; Kis 20:7; 2 Tim. 4:2; 1 Kor 16:1-2).

Musik Sidang Jemaat Kristus adalah bernyanyi. Hanya inilah jenis musik yang dikuasakan Tuhan dalam FirmanNya untuk beribadah dalan jemaatNya. (Kol 3:16; Ep 5:19). Bernyanyi diperintahkan kepada semua orang Kristen, bukan hanya sekelompok kecil yang pintar dalam bernyanyi koor, solo, atau kelompok nyanyian dan itu tidak terdapat dalam Perjanjian Baru. Tidak ada othoritas atau kuasa untuk itu! Alat musik seperti piano, organ, dram, gitar dan lain-lainnya, juga tidak terdapat dalam Perjanjian Baru. Dengan menggunakan itu adalah melampaui apa yang dituliskan Allah dan itu adalah dosa ! (2 Yah 1: 9–11; Wah 22:18–19).

Keuangan Sidang Jemaat Kristus adalah berasal dari pemberian anggotanya dengan suka rela sebagaimana Allah memberkatinya. Mereka memberi pada hari pertama dalam setiap minggu sewaktu orang Kristen berhimpun untuk berbakti. (1 Kor 16:1–2; 2 Kor 9:6-7). Uang tersebut digunakan untuk pekerjaan jemaat dalam memberitakan Injil Kristus dan menolong yang berkekurangan (Markus 16:15; 2 Tim. 2:2; Gal 6:10). Usaha lain untuk mengumpulkan uang untuk pekerjaan jemaat seperti penjualan, lelang, festival, dan perpuluhan tidak diperintahkan dalam Perjanjian Baru. Karena itu, mereka yang melakukannya adalah tanpa othoritas atau kuasa Kristus.

Keanggotaan Sidang Jemaat Kristus terdiri dari, yang mendengar Injil Kristus, percaya akan Yesus Kristus, Anak Allah, bertobat dari dosanya yang lama, mengakui Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup; dan dibaptiskan (dikuburkan) dalan air untuk keampunan dosa (Roma 10:17; Yah 8:24; Kis 17:30–31; 8:37; Roma 10:9-10; Kis 2:38; Roma 6:4). Anggota yang taat dan yang setia sampai mati akan menerima mahkota kehidupan. (Wah 2:10; Gal 6:7-9).

Alkitab berkata mengenai satu jemaat, yaitu jemaat Kristus (Ep 4:4; Kol 1:18). Kristus telah berjanji untuk mendirikan sidang jemaatNya pada hari yang terakhir (Mat 16:18). Sidang jemaatNya telah berdiri pada hari Pentakosta. Tidak ada keselamatan yang dijanjikan bagi mereka yang diluar Kristus, tetapi malah mereka akan terkena siksa kebinasaan yang kekal, dijauhkan dari hadirat Allah dan dari kemuliaan kodratNya (2 Tes 1:7-9).

Mengapa tidak menjadi anggota sidang jemaat Kristus sekarang ini supaya pengharapan hidup yang akan datang menjadi milik anda? ***

Kendari, 11 Juli 2005