Tuesday, March 03, 2009

Pelajaran Alkitab

o)SALAM KASIH

Shalom,

Pada edisi 1110 yang lalu, ICW telah mengusung situs-situs berbahasa
Indonesia yang berhubungan dengan pelajaran Alkitab. Nah, dalam
edisi kali ini, situs-situs manca yang akan menjadi referensi bagi
Pembaca sekalian. Ada tiga situs yang sangat tepat untuk Anda
kunjungi guna mendapatkan lebih banyak lagi informasi mengenai
pelajaran Alkitab dalam dunia maya. Selain situs, kami juga
memberikan ulasan sebuah milis berbahasa Indonesia berisi
bahan-bahan pelajaran teologi, plus artikel yang membahas
tahapan-tahapan penting dalam sebuah kegiatan pemahaman Alkitab.

Perkembangan dunia internet sungguh membantu kita untuk lebih mudah
lagi mendalami isi hati Tuhan. Oleh karena itu, tunggu apa lagi.
Manfaatkan ladang internet untuk lebih mengenal Bapa dan juga
kehendak-Nya dalam hidup Anda. Selamat membaca.

Teriring salam dan doa,
Davida Welni Dana
Staf Redaksi ICW
http://www.sabda.org/publikasi/icw/
http://www.in-christ.net/links
______________________________________________________________________
o)MENU SAJI

SALAM KASIH
JELAJAH MANCA: Are You Really Sure Of Your Eternal Salvation, Living
Word Library
LACAK MILIS: Pendidikan Teologi Maya 2009
IN-CHRIST GLOBAL: Beragam Bahan dengan Topik Alkitab
ARTIKEL: Tiga Sesi dalam PA
SURAT ANDA: Ucapan Selamat Ulang Tahun ICW
TOPIK ICW: April dan Mei 2009
______________________________________________________________________
o)JELAJAH MANCA

- ARE YOU REALLY SURE OF YOUR ETERNAL SALVATION -

Misi situs ini dijelaskan secara tersurat dalam pengantarnya yang
akan langsung dapat Anda lihat saat Anda mengakses alamat di atas,
yakni untuk memberikan suatu panduan pelajaran agar kita dapat
benar-benar mengerti Injil dan apa yang harus kita lakukan agar kita
dapat memperoleh kehidupan kekal.

Kursus yang disajikan di situs ini dibagi dalam 25 topik pelajaran.
Saat Anda mengeklik salah satu topik tersebut (akan baik jika Anda
mengekliknya secara berurutan, tidak acak), Anda akan dibawa pada
halaman yang berisi uraian pelajaran sesuai dengan topiknya, serta
beberapa pertanyaan pilihan ganda dan pertanyaan benar dan salah,
yang jawabannya ada pada ayat yang disematkan dalam setiap
pertanyaan itu. Untuk menjawab, klik pada pilihan jawaban Anda dan
sebuah kotak akan muncul di layar Anda, berisi keterangan apakah
jawaban Anda benar atau salah beserta penjelasan singkatnya.

Situs ini memang sangat sederhana, tapi isi dan gaya penyajiannya
sangat baik dan memudahkan pengunjung untuk belajar firman Tuhan
secara lebih mendalam. (DP)

==> http://www.netbiblestudy.net/

- LIVING WORD LIBRARY -

Secara garis besar, situs ini dibangun dengan tujuan untuk memenuhi
kebutuhan spiritual komunitas Kristen di seluruh dunia dengan
menyediakan artikel-artikel yang dapat dibaca secara tersambung,
publikasi, dan materi-materi pelajaran Alkitab.

Saat Anda masuk halaman utama situs ini, pada boks Site Map, Anda
akan langsung disuguhi dengan sederetan kategori yang masing-masing
berisi artikel-artikel dengan tema sesuai dengan nama kategori.
Kategori Men of The Bible misalnya, saat Anda klik tautan itu, Anda
akan dibawa kepada halaman yang menyajikan beberapa artikel yang
membahas tentang tokoh-tokoh pria dalam Alkitab.

Namun demikian, seperti yang tertulis dalam About Us, nampaknya menu
Bible Studies-lah yang paling banyak dicari orang dalam situs ini.
Saat Anda mengeklik tautan yang ada di boks Top Things di halaman
utama, Anda akan dibawa kepada sederetan topik-topik pelajaran
Alkitab -- bahasan dan pertanyaan-pertanyaan untuk didiskusikan --
yang dapat Anda baca secara tersambung. Tentunya hal itu akan sangat
berguna sekali bagi gereja, persekutuan, maupun individual yang
ingin mengerti Alkitab secara lebih mendalam.

Semua itu bisa Anda dapatkan tanpa harus mendaftar menjadi anggota
terlebih dahulu. Namun demikian, tentunya Anda akan lebih leluasa
dalam memanfaatkan semua fasilitas yang ditawarkan jika Anda
mendaftar menjadi anggota terlebih dahulu. (DP)

==> http://www.wordlibrary.co.uk/
______________________________________________________________________
o)LACAK MILIS

PENDIDIKAN TEOLOGI MAYA 2009

Pendidikan Teologi-maya diselenggarakan YABINA ministry
(http://www.yabina.org/) secara tersambung untuk membekali umat
Kristen yang ingin belajar dan memiliki akses internet di mana pun
mereka berada. PT-maya mencakup kurikulum praktis dasar pendidikan
teologi formal, dikirimkan seminggu dua kali selama 6 bulan, dimulai
Januari 2009.

Kurikulum PT-maya mencakup berbagai bahan yang dikemas secara
"Alkitabiah, Kritis, Apologetis, Aktual, dan Populer" terdiri dari:

100 - BIBLIKA
Pengantar Alkitab, Pengantar PL, Pengantar PB, Kanonisasi Alkitab,
Arkeologi Alkitab, Bahasa-bahasa Alkitab, dan Metoda Penafsiran
Alkitab; Bahan BIBLIKA diberikan terlebih dahulu pada awal
pendidikan.

200 - HISTORIKA
Sejarah PL & PB, Sejarah Gereja Umum, Sejarah Reformasi, Gereja dan
Bidat, Pentakosta & Kharismatik, Sejarah Gereja Asia, Gerakan
Oikumenis, dan Sejarah Gereja Indonesia.

300 - DOGMATIKA
Teologi, Kristus & Keselamatan, Roh Kudus & Karunia, Demonologi,
Manusia & Dosa, Eskatologi, Iman & Ilmu Pengetahuan, Teologi
Modern, dan Apologetika.

400 - ETIKA
Etika Alkitab, Taurat dan Injil, Etika Situasi, Etika Seksual, Etika
Sosial, Etika Kebudayaan, Etika Bisnis, dan Etika Politik.

500 - PRAKTIKA
Ilmu Berkotbah, Konseling Kristen, Pendidikan Anak, Pelayanan Remaja
& Pemuda, Pelayanan Orang Dewasa, Pelayanan Pastoral, Pendidikan
Agama Kristen, Manajemen Gereja, dan Pelayanan Perkotaan.

600 - MISI & AGAMA
Sejarah Misi Kristen, Injil & Kebudayaan, Agama Primitif (animisme &
okultisme), Agama Kebatinan (Hinduisme & Taoisme), Agama
Non-Theistik (Buddhisme), Agama Theistik (Yahudi, Kristen, & Islam),
Agama Demonistik (Satanisme), Dialog Agama, Modernisme &
Postmodernisme, dan Gerakan Zaman Baru.

Mereka yang mendaftarkan diri akan digabungkan dalam milis:
Mimbar-maya(at)yabina.org, yang menghadirkan Renungan, Artikel, dan
Diskusi seminggu sekali. Dengan demikian, setiap peserta akan
menerima tiga bahan setiap minggu.

MEREKA YANG INGIN BELAJAR dapat mendaftar ke:

==> sekertariat(at)yabina.org.

"Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik"
(Roma 10:15b).
PENDIDIKAN TEOLOGI maya 2009
______________________________________________________________________
o)IN-CHRIST GLOBAL

BERAGAM BAHAN DENGAN TOPIK ALKITAB

In-Christ.Net adalah salah satu situs yang dapat dibilang kaya akan
bahan-bahan dengan tema Alkitab, tidak hanya dalam hal jumlah, namun
juga dalam hal bentuk bahan. Karena itu, jika Anda ingin mendalami
Alkitab, akan sangat baik berkunjung ke situs ini. Di situs ini,
telah tersedia tidak hanya artikel dan blog dengan tema Alkitab,
namun juga ulasan situs-situs Indonesia yang khusus menyajikan
bahan-bahan seputar Alkitab. Ketiga jenis bahan tersebut, termasuk
juga bahan Alkitab dalam bentuk wiki, dapat Anda nikmati saat Anda
berkunjung ke situs ini. Jadi, tunggu apa lagi?

=> http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_alkitab
[Artikel dan Blog Alkitab]
=> http://www.in-christ.net/links/topic/alkitab
[Ulasan Situs-Situs Alkitab]
=> http://www.in-christ.net/wiki/Network_Alkitab
http://www.in-christ.net/wiki/Kategori:Alkitab
[Wiki Alkitab]

______________________________________________________________________
o) ARTIKEL

TIGA SESI DALAM PA

Selain berperan penting untuk mengajak orang lain bergabung, anggota
PA juga memegang peranan penting dalam sebuah PA. Jika seseorang
berjanji kepada kita bahwa ia akan datang, lebih baik kita
menawarkan diri untuk menjemputnya. Hal itu akan meminimalisir
kemungkinan untuk ia berubah pikiran dan tidak jadi datang. Setiap
orang harus hadir 10 menit sebelum PA dimulai. Saat Anda tiba di
tempat PA diadakan, ingatlah bahwa PA memiliki tiga sesi. Ini akan
menolong Anda untuk memahami apa yang harus dilakukan.

A. Pencairan Suasana/Icebreaking (sebelum PA)

Tahap pencairan suasana (icebreaking) berlangsung dari saat
orang-orang datang sampai dengan PA dimulai. Bayangkan apa yang akan
Anda rasakan sebagai tamu ketika masuk ke rumah yang belum Anda
kenal untuk pertama kalinya dan melihat sekelompok orang yang
semuanya duduk dengan tenang dan menatap Anda. Anda pasti merasa
canggung dan asing. Pada saat itu, seorang tamu mungkin berkata
dalam hati, "Mengapa saya bisa berada di sini?" Satu cara untuk
mengatasi masalah ini adalah dengan menciptakan suasana yang hangat,
akrab, dan bersahabat. Beberapa petunjuk dasar bisa digunakan untuk
menolong tamu merasa santai dan nyaman. Saya sarankan agar setiap
orang tetap berdiri dan mengobrol dengan jemaat lainnya, khususnya
dengan tamu. Bersemangatlah. Hasilnya terciptalah transisi yang
halus saat Anda memulai PA. Jangan hanya berdiam diri dan terlihat
bosan. Perlihatkanlah betapa bahagianya Anda berada di sana. Tamu
pandatang akan merasakan perasaan para anggota. Apabila mereka
merasa bahwa mereka baru saja masuk ke kamar mayat atau merasa
terintimidasi di awal PA, kita akan semakin kesulitan mengajak
mereka kembali mengikuti PA di kemudian hari. Pikirkan apa yang akan
terjadi saat PA dimulai. Apakah setiap tamu memiliki Alkitab? Miliki
setidaknya lima Alkitab ekstra yang siap guna. Apakah mereka bisa
menemukan ayat Alkitab sendiri? Jika tidak, pastikan ada orang yang
tepat untuk duduk di samping mereka dan menolongnya. Anggota PA bisa
menemukan ayat di Alkitabnya dan kemudian menukarnya dengan Alkitab
si tamu. Atau, mereka dapat menggunakan satu Alkitab. Mulailah PA
tepat waktu!

B. Menumbuhkan Minat (selama PA)

Selama PA, hal yang paling penting adalah menumbuhkan minat dan
memberi kesan yang menyenangkan agar anggota baru tertarik untuk
mengikuti PA selanjutnya. Ingat, mereka datang karena Anda
mempromosikan PA kepada mereka dengan berkata, "Kami mempraktikkan
Alkitab dalam kehidupan kami dengan cara praktis; Anda pasti akan
menikmati PA ini. Jika PA-nya tidak menyenangkan, Anda boleh tidak
datang pada PA selanjutnya!" Anda mempromosikan PA dengan cara yang
keliru. Salah satu tujuan PA adalah mengajak semua anggota baru
berperan serta secara terbuka dengan memberikan komentar. Berikut
adalah cara mudah untuk mengajak mereka menyampaikan pendapat di
awal pertemuan. Jika topiknya berhubungan dengan mengatasi stres di
tempat kerja (Keluaran 18:13-27), maka lontarkan pertanyaan pembuka
seperti, "Apa yang akan Anda lakukan jika Anda diminta mengerjakan
pekerjaan dua orang dan terus-menerus diserahi banyak pekerjaan?"
Mintalah agar setiap orang yang hadir memperkenalkan diri dan
memberikan jawaban mereka. Sebelum Anda meminta setiap orang memberi
komentar, katakan kepada mereka untuk mengatakan "lewat" jika mereka
tidak bisa memikirkan jawabannya atau tidak mau menjawab. Walaupun
persiapan kerangka pelajaran guru itu penting, kehadiran para
anggotalah yang menentukan PA akan berhasil atau tidak. Mereka bisa
menyelamatkan kerangka pelajaran yang buruk atau bahkan merusak
firman yang dari Tuhan! Mereka harus bekerja keras dalam
berpartisipasi. Mereka adalah para guru pembantu!

C. Membangun Hubungan (Setelah PA)

Karena PA diadakan di rumah, sajian makanan dan minum ringan seusai
PA adalah hal yang biasa. Waktu ini ditujukan untuk membangun
hubungan dan memulai persahabatan. Sebelumnya, tunjuklah seseorang
untuk menyiapkan dan menyajikan makanan dan minuman. Ini harus
digilir. Selain itu, tunjuklah seseorang untuk menjadi pengasuh anak
seandainya ada tamu yang mengajak anaknya. Para anggota harus
membuat jadwal pengasuhan anak.

Segera seusai PA, para anggota harus mempersilakan tamu untuk
menikmati makanan dan minuman yang tersedia. Biasanya, mereka tidak
akan orang yang bertidak terlebih dahulu. Bicaralah kepada setiap
tamu, namun juga beri kesempatan kepada anggota lain untuk menyapa
mereka. Pastikan tamu tersebut tidak sendirian untuk jangka waktu
yang lama. Para anggota, khususnya harus memerhatikan penggunaan
waktu yang terlalu lama untuk membicarakan masalah pribadi dengan
anggota yang lain. Para tamu akan merasa bahwa mereka tidak berada
di tempat yang tepat jika mereka merasakan adanya kelompok-kelompok
sosial. (t/Setya)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: The Interactive Bible
Judul asli artikel: Evangelistic, Small-group Home Bible Studies:
Tips for success
Penulis: Steve Rudd
Alamat URL: http://www.bible.ca/evangelism/e-sm-grp-tips.htm
______________________________________________________________________
Redaksi: Karena dunia internet adalah dunia dinamis yang
terus-menerus berubah, informasi ulasan situs-situs di ICW
adalah akurat sesuai dengan yang kami lihat pada saat
kami menuliskan ulasannya.
______________________________________________________________________
o)SURAT ANDA

Dari: hattu
>Shallloommmmm ICW !
>Sdh lama kami tdk bejumpa dgn anda di dunia maya.
>Tiba tiba muncul sdh 11 tahun.

>Kami ucapkan selamat. Kiranya Tuhan terus memberkati. Ada seorang
>yg kami kenal pernah bekerja di bagian rent Car di Air Port. Saya
>tau orangnya tidak terlalu ahli utk bidang itu. Siapa yg bekerja
>di bagian rent car harus tau betul bagaimana maju dan juga bgm hrs
>mundur. Singkat cerita, Nona itu satu hari mengundurkan mobil dari
>tempatnya supaya mobil lain bisa masuk. Tapi pada waktu mundur,
>karena kurang ahli, tiba-tiba menabrak mobil lain. Melalui
>peristiwa itu, ia disadarkan bahwa kita sebenarnya harus maju terus
>pantang mundur. Jadi, sekali lagi selamat HUT ICW, maju terus
>pantang mundur atau pantang tdk terbit, OK? Tuhan kiranya terus
>berkati kita semua di tahun yg baru. Salam hangat. Pdt. Sem. Hattu.

Redaksi:
Shalom Pdt. Sem. Hattu
Terima kasih atas ucapan, doa, dan harapannya untuk ICW. Memang
salah satu harapan kami sebagai redaksi pada ulang tahun ini adalah
menjadi lebih baik lagi untuk pelanggan. Oleh karena itu, seperti
yang Anda lihat, ada beberapa perubahan yang terjadi berkenaan
dengan kolom isi dan jadwal terbit ICW. Semoga hal ini membuat ICW
menjadi lebih kaya akan informasi, sehingga pelanggan akan selalu
mendapatkan yang terbaik.

Redaksi ICW

______________________________________________________________________
- TOPIK ICW

Berikut adalah topik ICW untuk tahun 2009:

Maret: Humor
April: Band Kristen

Apabila Anda memiliki informasi atau mengelola situs mengenai
topik-topik tersebut di atas, silakan kirimkan info atau ulasannya
kepada Redaksi ICW.

Kami juga mengajak Pelanggan dan Pembaca ICW sekalian untuk
mengirimkan cerita, kesaksian, pokok doa, maupun pengalamannya
terlibat dalam dunia pelayanan di internet. Kiriman dari Anda akan
kami publikasikan dalam setiap edisi ICW melalui kolom Surat Anda
sehingga dapat menjadi berkat bagi pembaca lainnya. Kirim ke redaksi
di alamat:

==> icw(at)sabda.org

Selamat melayani, Tuhan memberkati!


----------------------------------------------------------------------
Kontak ICW: < icw(at)sabda.org >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-icw(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-icw(at)hub.xc.org >
Arsip ICW: http://www.sabda.org/publikasi/icw/arsip/
Situs ICW: http://icw.sabda.org/
Situs LINKS: http://www.in-christ.net/links
----------------------------------------------------------------------
Pemimpin redaksi ICW: Yohanna Prita Amelia
Redaksi ICW: Dian Pradana dan Davida Welni Dana
Bahan ini dapat dibaca secara on-line di situs:
http://www.sabda.org/publikasi/icw/1111/
Copyright(c)2009 oleh YLSA
http://www.ylsa.org/ ~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
----------------------------------------------------------------------

Sunday, February 08, 2009

MEDITASI ALA KRISTEN-bagi pemulihan jiwa anda

MEDITASI ALA KRISTEN



TUHAN ingin kita TENANG!



Amsal 14:30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.



Yesaya 38:16 Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!



Banyak sekali pro dan kontra seputar meditasi. Ada yang bilang sesat dan ada pula yang bilang baik sekali untuk kehidupan yang lebih baik.



Manusia dikaruniai TUHAN pikiran, pikiran terkati dengan kerja otak. Otak adalah bagian paling penting dalam tubuh manusia, ia adalah kapten dari seluruh organ tubuh.



Seberapa mampu manusia menguasai pikirannya maka sejauh itu pula ia akan mengalami hidup yang lebih optimal. Ketenangan pikiran adalah sesuatu yang sangat krusial, ketenangan adalah kebutuhan pokok bagi pikiran dan perasaan anda. Banyak sekali Firman Tuhan yang mendukung tentang betapa pentingnya kita memiliki ketenangan dapat and baca dibawah ini.



Pikiran yang tidak tenang akan membuat segala sesuatunya kacau, tubuh menjadi lemah, berbagai penyakitpun muncul. Bahkan menurut fakta, 75 persen penyakit yang dialami manusia disebabkan oleh pikiran (dikenal sebagai penyakit HIPOKONDRIA).



Pikiran memiliki beberapa fase gelombang.

1. Beta

Pikiran sedang bekerja optimal, ketika anda sedang menghitung, berbicara, memperhatikan dengan seksama, menganalisa, mengingat, menghitung dan lain-lain.



2. Alpha

Kondisi anda sedang melamun, termenung, pikiran sedikit tenang, menghayati lagu, beribadah dengan khusuk, menyendiri, dan kondisi lainnya yang mana otak anda dalam kondisi santai.



3. Tetha

Kondisi yang lebih dalam lagi.

PADA SAAT INILAH PEMULIHAN TERJADI….PIKIRAN DAN PERASAAN DAN TUBUH MELAKUKAN AUTO RECONSTRUCTION….makanya proses pelepasan selalu terjadi ketika berada pada kondisi ini. Makanya orang yang sering menyembah Tuhan secara KHUSUK perasaannya jauh lebih kuat. KETIKA KITA MENYEMBAH TUHAN PADA KONDISI INI, FIRMAN MELEKAT JAUH LEBIH KUAT DI JIWA KITA.



Makanya pada Meditasi rohani, ketika anda sudah berada pada kondisi Tetha, therapist akan membacakan Firman Tuhan Yesus yang bertemakan pemulihan…MAKANYA TIDAK HERAN setelah anda selesai meditasi anda merasa SANGAT SEGAR, KUAT, DAN PULIH. AMIN

(dapatkan cd audio meditasi kristiani dengan memesan ke thevizionev@gmail.com dengan subject "aku ingin pulih", sertakan nama lengkap dan no hp)

4. Delta

Pikiran istirahat, anda sudah tertidur.





TUHAN BENAR-BENAR INGIN KITA MENENANGKAN DIRI.

Makanya saat teduh dianjurkan untuk dilakukan dipagi hari. Namanya juga saat teduh, mesti teduh dan tenang….he999. Mana ada saat teduh dilakukan siang hari, kalau adapun pada gereja tertentu sebelum ibadah dimulai WL meminta jemaat untuk 2 atau 3 menit saat teduh sebelum ibadah dimulai, merenungkan kebaikan Tuhan.



Meditasi sebenarnya sangat baik, apalagi meditasi yang dipimpin oleh hamba Tuhan.

Meditasi rohani terbukti telah membantu banyak anak Tuhan sebagai berikut :

- Anak Tuhan yang memiliki trauma masa lalu, yang sangat mempengaruhi hidup saat ini.

- Anak Tuhan yang memiliki penyakit kronis seperti jantung, ginjal, migraine, tekanan darah tinggi, gatal-gatal dikulit, sakit kepala dan lain-lain.

- Anak Tuhan yang memiliki sakit hati, kepahitan, luka batin, dan lain-lain

- Memiliki kecenderungan hyperseks (kebiasaan buruk seperti onani dan masturbasi)

- Anak Tuhan yang malas, tidak berani mencoba, selalu gagal

- Anak Tuhan yang memiliki phobia-phobia seperti takut kepada ketinggian, takut dengan ayam, ular, dan binatang lain, takut pada tempat gelap, dan lain-lain.



Masih banyak lagi hal-hal negatif lainnya yang dapat sembuh hanya dengan satu kali meditasi.

(dapatkan cd audio meditasi kristiani dengan memesan ke thevizionev@gmail.com dengan subject "aku ingin pulih", sertakan nama lengkap dan no hp)



LHO KOK BISA? Ketika pikiran tenang, terdapat keseimbangan didalam tubuh, keseimbangan ini yang akan secara alamiah memulihkan banyak hal yang sifatnya adalah hal-hal kejiwaan.



Sebagai contoh….orang yang selalu merasa grogi, malu, takut berbicara didepan umum….hal-hal tersebut selalu ada latar belakangnya….tidak pernah muncul dengan sendirinya tanpa sebab….



Orang-orang yang waktu berbicara selalu menyelipkan "e", juga adalah masalah kejiwaan…





Yesaya 30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,





Mazmur 55:7 Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,

Mazmur 62:6 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.

Mazmur 116:7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.



Pengkhotbah 4:6 Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.



Ayub 3:26 Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul."



Yesaya 32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.



Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.



I Tesalonika 4:11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,



Yakobus 1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.



I Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.



II Tesalonika 3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.



(dapatkan cd audio meditasi kristiani dengan memesan ke thevizionev@gmail.com dengan subject "aku ingin pulih", sertakan nama lengkap dan no hp)

(dapatkan cd audio meditasi kristiani dengan memesan ke thevizionev@gmail.com dengan subject "aku ingin pulih", sertakan nama lengkap dan no hp)

(dapatkan cd audio meditasi kristiani dengan memesan ke thevizionev@gmail.com dengan subject "aku ingin pulih", sertakan nama lengkap dan no hp)

MEDITASI atau DOA ?

MEDITASI atau DOA ?

Meditasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari latihan untuk membangkitkan 'kekuatan batin' dalam diri manusia dan yang ditujukan untuk mencari ketenangan hidup, relaksasi, dan kelepasan. Dalam agama kebatinan (pantheis/mistik) maupun yang mempercayai animisme dan magisme, praktek meditasi atau yang sekarang diperhalus disebut kontemplasi atau konsentrasi, merupakan salah satu cara populer untuk membangkitkan 'energi vital/tenaga hidup' dalam diri manusia disamping cara lain seperti latihan pernafasan dan gerakan tubuh.

"Untuk mengalami Tenaga Hidup sepenuhnya, Anda harus mengendalikan pikiran dari perasaan Anda. Hal itu berarti Anda harus menguasai keterampilan menjernihkan pikiran dan berkonsentrasi. Yang saya maksudkan di sini adalah sungguh-sungguh berkonsentrasi seperti yang belum pernah Anda lakukan ... Dan bagaimana cara terbaik untuk mencapai hal ini? Cukup mudah. Bermeditasi ... bermeditasi ... dan sekali lagi bermeditasi." (Leo F. Ludzia, Tenaga Hidup, hlm.113)

Dalam kebatinan Hindu, meditasi merupakan latihan pengendalian mental yang penting yang dipraktekkan melalui yoga.

"YOGA ... Seorang bangsa India penganut agama Hindu yang mempunyai tujuan utama untuk melatih pikiran dan tubuh sebagai satu keseluruhan. Untuk mencapai wawasan spiritual dan ketenangan yang dicapai melalui latihan serangkaian postur khusus yang disebut asana, latihan pernafasan yang disebut pranayama, pengendalian mental melalui meditasi, berbagai tehnik pembersihan dalam, dan pengendalian serta manipulasi suatu energi fundamental yang disebut prana ... Tujuan seorang siswa yang melakukan praktek yoga adalah untuk mempersatukan ketiga unsur tersebut dan mencapai persatuan dengan 'Sang Tuhan' atau 'Pikiran Alam Semesta'." ( Ibid, hlm.35-36)

Dalam meditasi Yoga ada usaha untuk mencapai persatuan At-man dengan Brahman, antara diri (self) manusia kepada diri Alam yang tidak berpribadi (Yang SATU itu), dan ini dilakukan dengan pengendalian diri dengan kekuatan sendiri. Prinsip meditasi yang sama sekali pun dengan istilah berbeda dapat dilihat dalam kebatinan Cina.

"meditasi merupakan keadaan mental terbaik untuk memelihara Chi. Sebuah buku Taoisme yang lain berjudul "Chung-tzu" menganjurkan pemanfaatan latihan pernafasan bersama dengan pengendalian pikiran seseorang untuk mengendalikan Chi. Pengendalian ini untuk mempersatukan diri seseorang dengan alam semesta dan Chi bertindak sebagai perantara atau daya pengikat." (Ibid, hlm.22)

Disini juga jelas bahwa meditasi itu mempunyai dua tujuan sekaligus, yang vertikal yaitu penyatuan dengan nafas semesta dan yang kedua secara horisontal tujuannya untuk mengatur kekuatan dalam dirinya untuk mencapai keseimbangan diri untuk memperoleh ketenangan, kesehatan, relaksasi, bahkan kelepasan.

Meditasi mencapai puncaknya dalam pertemuan Buddhisme dan Taoisme yang lebih dikenal sebagai Zen Buddhisme dimana:

"Meditasi Zen dari Zazen mengkondisikan seseorang untuk memasuki dunia meditasi, tempat arus pikiran kacau yang terus menerus berhenti memenuhi alam pikiran. " (Ibid, hlm.26)

Berbeda dengan meditasi dalam Hinduisme dan Taoisme dimana meditasi ditujukan untuk menyatukan aku/diri (self, atman dalam Hindusisme) sendiri yang 'ada' kepada aku/diri alam semesta yang 'ada', maka dalam Zen Buddhisme, meditasi ditujukan untuk menyatukan 'yang ada menuju yang tidak ada' dalam aku/diri manusia kepada 'yang ada menuju yang tidak ada' aku/diri alam semesta, untuk mencapai pencerahan (satori) dimana tercapai apa yang disebut keadaan 'ketidak ada-an aku' (an-atman atau an-atta).

Masakini ada tiga tokoh di Indonesia yang dikenal luas mempopulerkan meditasi para profesional dan umum, yaitu Anand Krishna, Luh Ketut Suryani, dan Panyya Segara Merta Ada. Ketiga tokoh meditasi adalah tokoh agama Hindu. Sejak tahun 1987, Anand Krishna mendirikan 'Centre for Holistic Healing & Meditation Anand Ashram' dan menerima murid untuk berlatih meditasi:

"Di tempat itu secara berkala dilakukan latihan-latihan meditasidan relaksasi untuk mencapai ketenangan batin atas dasar kesadaran yang tumbuh dari dalam." (Majalah Kartini, no.559, hlm.113)

Menurut Merta, pendiri Bali Usaha Meditasi, tehnik meditasi ada dua:

"Pertama meditasi konsentrasi, yang menerapkan tehnik memfokuskan pikiran ke satu obyek, hingga terjadi penyatuan dengan cara menyebut mantra-mantra tertentu, memandang cahaya lilin, dan sebagainya. "Dengan cara itu, muncullah kekuatan supranatural, sesuai dengan arah yang dikehendaki." Kedua, meditasi kebijaksanaan, tehnik untuk menghilangkan reaksi buruk di dalam memori: keserakahan, kebencian, dan kebodohan. "Sehingga akhirnya kita menjadi orang yang baik, sesuai dengan agama masing-masing." (Majalah Gatra, 7 Agustus 1999, hlm.26)

Umumnya dikatakan bahwa meditasi bisa diikuti oleh pengikut semua agama karena ditujukan kepada ‘Yang SATU itu’, tetapi dari praktek maupun yang diajarkan, agama di balik meditasi adalah agama pantheistik Hindu, Buddha atau Tao bahkan Merta melatih juga mantera Hindu, sedangkan yang disebut ‘Yang SATU itu’ adalah kekuatan/nafas semesta tidak berpribadi dan manusia adalah sebagian dari itu, atau dapat disebut bahwa kalau ‘Yang SATU itu’ disebut Tuhan, maka diri manusia juga sama dengan Tuhan. Shirley McLaine, mewakili faham New Age, menyebut dirinya‘I am God,’ dan dalam serial Star Wars disebut “May The Force be with you.”

Banyak orang mempertanyakan "bolehkan orang Kristen bermeditasi?" Soalnya dalam usaha inklusivisme universalistis dan sinkretisme, ‘Yang SATU itu’ dianggap Tuhan semua agama, dan bagi umat Kristen, baik konsentrasi mapun meditasi dikaburkan dengan menerjemahkan tujuannya menuju ‘Kristus.’ Ini merupakan strategi misi agama mistik yang dengan mudah memasuki agama Kristen.

Situs Christian Meditation sekalipun ingin menghadirkan meditasi gaya kristen, tapi situsnya memuat rujukan ke ‘Mindfulness Mediation’ yang bermisi ‘to create a community of compassionate individuals in learning how to connect with their spiritual selves through meditation.’ Jadi, Yang SATU itu tidak lain identik dengan ‘spiritual self’ dalam diri manusia. Untuk diketahui bahwa situs Mindfulness Meditation memuat gambar patung Buddha bermeditasi, dan merujuk ke ‘Buddhisme Meeting group’ dan ‘Zen Meditation group.’

Sebuah meditasi kristen di Indonesia juga menyiarkan hal yang mirip:

“Pikiran memiliki beberapa fase gelombang. … Beta … Alpha … Tetha. Kondisi yang lebih dalam lagi.

PADA SAAT INILAH PEMULIHAN TERJADI….PIKIRAN DAN PERASAAN DAN TUBUH MELAKUKAN AUTO RECONSTRUCTION.” (Rina Silaen, Meditasi ala Kristen)

Ucapan ini menunjukkan pemulihan melalui usaha merekonstruksi diri sendiri. Namun, artikel yang sama memberinya nafas kristen, melanjutkannya dengan menyebut:

“….makanya proses pelepasan selalu terjadi ketika berada pada kondisi ini. Makanya orang yang sering menyembah Tuhan secara KHUSUK perasaannya jauh lebih kuat. KETIKA KITA MENYEMBAH TUHAN PADA KONDISI INI, FIRMAN MELEKAT JAUH LEBIH KUAT DI JIWA KITA. Makanya pada Meditasi rohani, ketika anda sudah berada pada kondisi Tetha, therapist akan membacakan Firman Tuhan Yesus yang bertemakan pemulihan…MAKANYA TIDAK HERAN setelah anda selesai meditasi anda merasa SANGAT SEGAR, KUAT, DAN PULIH. AMIN (Ibid)

Pemulihan dan pelepasan tercapai melalui latihan meditasi, yang secara sinkretis dianggap ‘menyembah Tuhan’ bahkan disebutkan dengan cara ini ‘Firman melekat lebih kuat di jiwa kita,’ bahkan ‘kesegaran, kekuatan dan pemulihan terjadi karena meditasi.’ Bandingkan ini dengan ucapan Anand Krishna:

“Tujuan meditasi itu universal, yaitu samadhi, yang dalam bahasa Sansekerta punya arti keseimbangan diri ... Secara sederhana, keseimbangan diri adalah menemukan jati diri. Begitu seseorang menemukan jati diri, dia menemukan hubungannya dengan Tuhannya, dengan Allah.”

Istilah Tuhan dan Allah disini beda kandungannya dengan Tuhan dan Allah Kristen. Maka, sekarang jawab atas pertanyaan diatas mengenai ‘meditasi bagi orang Kristen’ tergantung apa yang kita maksudkan dan bagaimana melakukan 'meditasi' itu. Meditasi bisa berarti merenung atau samadi, dan ternyata penggunaan nama itu di Alkitab bahasa Inggeris berarti lain dibandingkan penggunaannya dalam agama/aliran Kebatinan, sedangkan praktek meditasi Kristen yang umum dipraktekkan setali tiga uang dengan meditasi mistik, kecuali istilahnya diganti berbau kristiani.

Dalam Alkitab bahasa Inggeris (Mazmur) istilah 'meditate' dalam bahasa Indonesianya disebut merenungkan Taurat (Yos.1:8;Maz.1:2), merenungkan Tuhan (Maz.63:7), merenungkan perbuatan Tuhan (Maz.77:13), merenungkan titah Tuhan (maz.119:15,78), merenungkan ketetapan Tuhan (Maz.119: 23,48), merenungkan Janji Tuhan (Mz.119:148), dan merenungkan pekerjaan Tuhan (Maz.143:5). Dari ayat-ayat tersebut kita dapat melihat bahwa 'meditasi' dalam Alkitab Inggeris selalu dikaitkan dengan 'adanya tujuan tertentu' dalam teologi Kristen, apakah itu merenungkan Taurat atau Tuhan sendiri. Bisa juga untuk merenungkan perbuatan, titah, ketetapan, janji atau pekerjaan Tuhan, jadi tujuannya jelas, dan meditasi ini dilakukan dalam doa atau saat teduh. Meditasi Alkitab ditujukan kepada Tuhan yang berpribadi, firmannya atau perintahnya dalam hubungan yang jelas antara 'ciptaan dan penciptanya.'

Berbeda dengan itu, 'meditasi mistik' dilakukan dengan obyek diri sendiri dan biasanya dengan cara bernafas dan sikap/posisi tertentu, tujuannya lebih untuk mengarah pada self, pengolahan tenaga batin, penyatuan diri dengan sumber yang 'ada' (Hinduisme, Taoisme) atau penyatuan diri dengan sumber yang menjadi 'tidak ada' (Zen-Buddhisme), jadi sifatnya berorientasi pada diri sendiri atau alam, dari ciptaan kepada ciptaan. Apalagi meditasi kebatinan biasa diiringi dengan latihan pernafasan dalam posisi lotus (piramid) dan otot dikendorkan, atau dengan posisi-posisi berubah-ubah seperti dalam Yoga. Yang jelas meditasi adalah olah-pikiran yang juga sering diiringi pengucapan mantera.

Dari perbandingan di atas, kita dapat melihat adanya perbedaan yang jelas antara kedua bentuk meditasi itu, dan karena istilah 'meditasi' sudah umum dikenal sebagai meditasi kebatinan, maka bagi umat Kristen, untuk membedakannya, lebih baik kita menggunakan terjemahan bahasa Indonesia yaitu 'melakukan saat teduh/merenungkan' daripada menggunakan terjemahan bahasa Inggeris 'meditate/meditation' yang mengarah pada pengertian kebatinan dan berkonotasi New Age.

Memang, sekarang banyak orang kristen tanpa sadar sudah menjadi target sinkretisme misi agama mistik yang berfaham universalisme (semua agama sama) melalui jargon ‘pengembangan diri, berfikir positif, atau meditasi kristen’ yang mengabaikan adanya dosa dalam diri manusia dan mereka sebenarnya membutuhkan juruselamat dan bukan menjadi juru selamat bagi diri sendiri menuju pelepasan. Motivator kristen banyak yang mempopulerkan slogan:

“If it is to be, it is up to me.”

Umat Kristen perlu mengetahui bahwa dalam pelayanannya, Yesus dan Para rasul tidak pernah mengajarkan meditasi, latihan pernafasan, atau latihan gerak, mereka mengajarkan kehidupan yang benar yang berhubungan dengan datang kepada Tuhan Yesus Kristus dan bukan dengan cara penguasaan diri dan pikiran yang ditujukan kepada diri sendiri dan manusia menjadi juruselamat bagi dirinya sendiri. Yesus dan Para Rasul mengajarkan agar kita ber’doa’ yang ditujukan kepada Tuhan, Allah Bapa di Surga (Matius 6:5-15). Tuhan Yesus berfirman:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:28-30).

Ercan Sengul

____________PUBLIKASI KISAH (Kesaksian Cinta Kasih Allah)_____________
Edisi 109, 9 Februari 2009

PENGANTAR

Pada saat kita memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juru
Selamat pribadi dan menyatakan bersedia untuk melakukan apa saja
bagi Dia, maka ada harga yang harus dibayar dari komitmen yang kita
ambil itu. Namun jangan khawatir, Anda tidak akan berusaha sendiri
dalam menjalankan komitmen Anda. Roh kudus yang ada dalam diri Anda
akan memampukan dan membimbing Anda, memberikan hikmat dalam setiap
tindakan dan keputusan yang harus diambil, serta memberi kekuatan di
saat-saat tersulit dalam hidup Anda. Inilah yang menjadi alasan
mengapa banyak orang percaya sampai rela mengorbankan apa saja,
bahkan sampai nyawa mereka, untuk setia mengikut Tuhan.

Kisah Ercan Sengul merupakan satu dari sekian banyak kisah mengenai
keberadaaan orang-orang percaya yang harus mengalami aniaya karena
Kristus. Dari kisah hidup mereka, kita belajar bahwa aniaya tidak
dapat menghalangi kasih Kristus dalam hidup mereka.

Pimpinan Redaksi KISAH,
Novita Yuniarti
http://www.sabda.org/publikasi/arsip/Kisah/


http://kekal.sabda.org/


______________________________________________________________________
KESAKSIAN

TURKI: ERCAN SENGUL

Ketika Ercan Sengul memberikan hidupnya kepada Kristus di negara
non-Kristen, Turki, beberapa orang menganggapnya sebagai suatu
pembangkangan terhadap budaya dan bangsanya. Ketika ia berkata bahwa
ia akan memberikan apa pun bagi Tuhan, ia benar-benar melakukan
nantinya. Namun, sekarang bagaimana?

Ercan duduk di sebuah sel penjara yang lembab dan gelap dikelilingi
oleh rekan tahanan lainnya. Ia ditahan oleh polisi lokal yang
mengatakan bahwa ia telah "menghina agama mayoritas" dengan
membagikan buku-buku dari sebuah penerbit Kristen.

Ercan berseru kepada Tuhan mohon diselamatkan. Ia tahu bahwa ia
tidak melakukan kesalahan apa pun dan tidak sepantasnya
dipenjarakan. "Kamu berkata bahwa kamu akan melakukan apa pun
bagi-Ku," bisik Tuhan dalam hati Ercan. "Apakah kamu
bersungguh-sungguh?"

Dengan hancur hati, di hadapan Tuhan, Ercan menangis dan menyembah.
Ia berkata kepada Tuhan dalam hatinya, "Aku bersungguh-sungguh."
Ercan mulai berkhotbah selama 3 jam setiap hari dalam penjara itu.
Ia belajar bahwa Tuhan mengizinkannya dipenjara untuk memberinya
ladang misi baru! Ercan dipenjara selama 30 hari sampai para saksi
mengaku bahwa para polisi telah menekan mereka untuk menandatangani
pernyataan (palsu), dan hakim tidak menemukan bukti kejahatan apa
pun.

Penahanan itu membuahkan kesaksian Ercan. Sejak pembebasannya,
banyak orang yang sebelumnya berada satu sel dengannya mengunjungi
gerejanya, mereka menanyakan tentang Tuhan yang memberinya damai
saat dikunci dalam penjara. Ercan tetap dengan sukacita membagikan
buku-buku Kristen meskipun tahu bahwa ia dapat ditahan.

Kebanyakan umat Kristen mengakui bahwa penderitaan bukanlah hal yang
diharapkan saat kita berkata bahwa kita mau dipakai oleh Tuhan.
Tentu saja, kita ingin hidup dengan iman -- namun bukan dalam hal
penganiayaan. Kita kecewa karena tidak diperhitungkan saat ada
kenaikan jabatan di tempat kerja atau tidak dipandang dalam
acara-acara sosial. Kita merasa tidak berarti. Ditipu. Terbuang.
Namun, kita harus terus sungguh-sungguh mencari Tuhan dengan doa di
tengah-tengah keputusasaan kita. Saat kita melakukannya, kita akan
mendapati bahwa doa mengubah cara pandang kita. Kita mulai melihat
peluang-peluang untuk maju. Kita menerima pengharapan. Kita
menemukan janji di tengah rasa sakit. Sesungguhnya, kita mulai
menemukan bahwa situasi kita yang sekarang, sekalipun tidak adil dan
seharusnya tidak bisa diterima, merupakan bagian dari rencana Tuhan.
Saat kita berdoa minta cara pandang Tuhan atas penganiayaan, kita
menemukan semangat untuk taat, berapa pun harga yang harus dibayar.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Devosi Total
Penulis: The Voice of the Martyrs
Penerjemah: Fintawati Rahardjo dan Iyan Haryanto
Penerbit: Yayasan KDP (Kasih Dalam Perbuatan), Surabaya 2005
Halaman: 1
______________________________________________________________________

Juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku,
dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku
memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang
dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya,
sebagaimana seharusnya aku berbicara. (Efesus 6:19-20)
< http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Efesus+6:19-20

>
______________________________________________________________________
POKOK DOA

1. Berdoalah bagi setiap orang percaya yang sedang berjuang untuk
tetap setia kepada Kristus, agar mereka tidak menyerah dan tetap
memberitakan Kristus kepada mereka yang belum diselamatkan.

2. Berdoa pula agar orang-orang percaya dapat mengasihi dan
mengampuni pihak-pihak yang telah menganiaya mereka dan tetap
berdoa bagi pertobatan mereka.

3. Doakan agar Tuhan membuka lebih banyak pintu ke daerah-daerah
yang tertutup bagi Injil. Berdoa pula agar Tuhan mengirim lebih
banyak pekerja untuk menyampaikan berita keselamatan kepada
mereka yang terhilang.
______________________________________________________________________
STOP PRESS

BLOG SABDA
MELAYANI DENGAN BERBAGI

Kejutan baru!! Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) meluncurkan satu lagi
situs baru, yang diberi nama "Blog SABDA". Situs ini sangat unik
karena situs ini merupakan blog yayasan yang dibangun dengan tujuan
agar para Pembaca, Pengunjung, Pendukung, dan Sahabat YLSA mengenal
yayasan tercinta ini dengan lebih transparan lagi.

Jika selama ini orang hanya bisa mengenal YLSA melalui
produk-produk pelayanannya (CD SABDA, situs-situs dan
publikasi-publikasi YLSA, kelas teologia online, dan CD-CD Alkitab
Audio), maka kini Anda juga dapat mengikuti kegiatan dan pergumulan
para staf yang bekerja di balik layar, dan bahkan bisa terlibat
memberikan masukan/nasihat/dorongan secara langsung tanpa harus
menjadi staf penuh waktu YLSA.

Untuk memudahkan, isi Blog SABDA dibagi dalam beberapa kategori,
yaitu: Alkitab, Publikasi, Pelayanan, Teknologi, dan Umum. Secara
berkala, staf YLSA akan membagikan informasi dan pergumulan seputar
pelayanan YLSA. Besar harapan kami para pengunjung situs ini bisa
ikut berperan serta dengan memberikan komentar dan masukan yang
membangun. Untuk memberi komentar, Anda tidak perlu login terlebih
dahulu, langsung isi saja form komentar di bawah blog yang ingin
Anda komentari. Nah, bagi Anda yang ingin bergabung dalam pelayanan
YLSA tanpa harus menjadi staf penuh waktu, silakan bergabung di
Blog SABDA untuk ikut bersama-sama berbagi mengembangkan pelayanan
YLSA. Selamat berkunjung.

==> http://blog.sabda.org/


______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2009 YLSA
YLSA -- http://www.ylsa.org/


http://katalog.sabda.org/


Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

Pimpinan Redaksi: Novita Yuniarti
Kontak: < kisah(at)sabda.org

>
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org

>
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/


Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org/


______________________________________________________________________

Thursday, February 05, 2009

Dukungan Moral Misi

Februari 2009, Vol.12 No.5
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Dukungan Moral Misi
SUMBER MISI: Living Hope Haiti Christian Mission
DOA BAGI MISI DUNIA: Azerbaijan, Algeria
DOA BAGI INDONESIA: Dampak Krisis Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak

______________________________________________________________________

KEEP YOUR EYES ON THE LORD, HE NEVER TAKES HIS EYES OFF YOU
______________________________________________________________________
EDITORIAL

Shalom,

Jika Anda ingin terlibat dalam pelayanan misi, tidak selamanya Anda
akan terlibat secara langsung di lapangan. Perlu diingat bahwa
Tuhan memberikan karunia yang berbeda-beda kepada setiap orang
percaya untuk saling memperlengkapi dan mendukung satu dengan yang
lainnya. Edisi e-JEMMi bulan Februari ini mengusung tema Mendukung
Pelayanan Misi. Tujuannya adalah untuk mengajak kita semua belajar
bagaimana kita dapat mendukung gerakan pekabaran Injil-Nya.

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk terlibat dalam
pelayanan misi, baik di Indonesia maupun di dunia. Salah satu di
antaranya adalah dengan memberikan dukungan moral bagi rekan Anda
yang hendak melayani di ladang misi. Tidak harus memberikan uang
yang banyak, dan tidak juga harus memberikan banyak waktu jika Anda
memang tidak memilikinya. Anda cukup memberikan hati yang
berkobar-kobar dengan kasih Kristus dan perkataaan yang memberikan
semangat. Disadari atau tidak, apa yang Anda lakukan ini dapat
menjadi sebuah "kekuatan" bagi mereka yang hendak diutus ke ladang
misi. Selamat melayani.

Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

DUKUNGAN MORAL MISI

Dukungan moral merupakan hal yang paling mendasar dari sistem
dukungan. Setiap orang bisa mengambil bagian dalam pelayanan ini.
Karena konsep yang paling mendasar, cukup dengan mengatakan, "Allah
memberkati Anda. Kami sungguh bangga dengan petualangan misionaris
yang Anda lakukan!" Apakah orang-orang besar dalam Alkitab
membutuhkan dukungan moral? Baiklah, kita melihat beberapa contoh.

Daud Menemukan Kekuatannya dalam Allah

Ketujuh anak laki-laki Isai telah ditolak oleh Allah; "Karena, Tuhan
melihat tidak seperti yang dilihat manusia. Sebab, manusia melihat
penampilan bagian luarnya, sedangkan Tuhan memandang hatinya." Isai
masih memiliki seorang anak laki-laki bungsu. Seorang anak yang
masih remaja. Mereka membawa dia dari padang, tempat ia
menggembalakan domba ayahnya. Dan, Tuhan berfirman, "Bangunlah,
urapilah dia, karena inilah dia!" Maka, Roh Allah menyertai Daud
sejak hari ia diurapi.

Melalui pertempuran melawan Goliat, pergumulan menghadapi
kecemburuan Raja Saul, melewati peperangan yang penuh risiko selama
berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun menjadi buronan, dikejar-kejar
oleh seorang raja yang diganggu oleh roh jahat, serta melewati
konflik dalam membangun kekuasaannya dengan enam ratus orang
prajurit yang kejam dan tak mengenal belas kasihan, Roh Tuhan masih
berpihak dan berada dalam diri Daud. Sementara orang-orang Filistin
bersatu melawan Israel, Daud dan orang-orangnya berada di pihak
orang-orang Filistin. Tapi, ketidakpercayaan terhadap orang-orang
Ibrani itu mengganggu pikiran orang-orang Filistin. Daud bersama
orang-orangnya disuruh kembali ke Ziklag hanya untuk mendapati bahwa
orang-orang Amalek telah menyerang dari Selatan, membakar kota, dan
membawa pergi istri dan anak-anak mereka. Mereka menangis hingga tak
mampu lagi untuk menangis. Daud sangat tertekan, karena
orang-orangnya menentang dia. Namun, Daud menguatkan dirinya dalam
Tuhan (1 Samuel 30).

Bayangkan, kondisi saat itu di mana secara fisik mereka sedang
kecapaian dari 3 hari lamanya perjalanan pulang ke Ziklag. Debaran
jantung yang sedang meluap-luap siap untuk berperang melawan Israel,
diciutkan seketika. Suatu luapan emosional yang tidak menentu akibat
perasaan kehilangan keluarga dan harta milik mereka. Ada perang pula
dalam diri Daud, "Tuhan, Engkau telah memilih aku menjadi raja
Israel, tapi mengapa begitu sulitnya aku menduduki takhta?" Daud
membutuhkan peranan tim pendukung. Namun, kenyataannya para
prajuritnya malah ingin merajam dia dengan batu! Tapi, Daud
menyerahkan diri pada-Nya dan memperoleh kekuatannya dalam Tuhan.

Bagaimana dengan tokoh-tokoh Alkitab lainnya? Ketika Maria
memberitahu Yusuf, ia sedang hamil oleh Roh Kudus, Yusuf malah ingin
menceraikannya secara diam-diam. Dalam Yohanes 9, Yesus menyembuhkan
orang yang buta sejak lahirnya dengan penuh belas kasih. Ketika para
pemimpin Yahudi menyuruh orang tuanya bersaksi atas kesembuhan putra
mereka, dengan ketakutan mereka berkata, "Tanyakanlah sendiri
padanya. Dia sudah cukup dewasa untuk menceritakan hal itu
kepadamu." Ketika Paulus bermaksud pergi ke Yerusalem, sekelompok
orang mencoba untuk mencegahnya dua kali. Bahkan mereka bersikeras
mengatakan bahwa Roh Kudus telah memerintahkan mereka untuk
memperingatkan Paulus.

Lembaran sejarah memberi gambaran suram. Selama berabad-adad
lamanya, pola-pola di atas tidak berubah. (Bacalah biografi para
misionaris yang ditulis Ruth Tucker dalam Buku "Dari Yerusalem ke
Irian Jaya".) Anda dapat menghitung hanya dengan jari pada satu
tangan, jumlah orang dengan visi yang dirintisnya mendapatkan
dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Seorang tukang sepatu
berkebangsaan Inggris bernama William Carey, berjuang pada tahun
1790-an bersama tanggung jawab gereja terhadap Misi Agung. Dia
kemudian dikenal sebagai Bapak Misi Modern. Pada awalnya, ketika
visi itu terpatri dalam sanubarinya, ia tidak mendapat dukungan sama
sekali. Sebaliknya, rekan-rekan segerejanya malah dengan kasar
berkata: "Bila Allah ingin membawa orang-orang kafir pada
pertobatan, Ia akan melakukannya tanpa bantuanmu atau pun kami."
Pada awalnya pun, istrinya menolak untuk ikut serta dalam
pelayanannya ke India. Justru tertundanya tanggal
keberangkatannyalah yang membuat istrinya kemudian memutuskan untuk
menyertainya ke India.

Saat ini, ribuan pekerja lintas budaya bergumul dalam doa, dan
bergulat dengan perihal bagaimana menjadi serdadu-serdadu Kristus
yang siap menanggung salib untuk mengabarkan Kabar Baik bagi orang
lain di seluruh dunia dengan kebudayaan yang berbeda-beda. Dukungan
moral seperti apakah yang mereka terima dari masyarakat?

1. 0rang-orang yang tersesat (Kristen duniawi), pikiran mereka
sempit dan picik, sehingga mereka tidak mendukung orang yang
diurapi Allah. Sebaliknya, malah menyalahkan dan melemparkan
batu-batu tuduhan, seperti yang dilakukan para pengikut Daud.
2. 0rang-orang dininabobokan oleh gemerlapnya dunia sehingga mereka
tidak memiliki kepekaan terhadap rencana Allah bagi saudara dan
teman-teman mereka, sebagaimana diperlihatkan murid-murid Tuhan
Yesus.
3. Orang-orang yang sangat peduli terhadap pendapat umum bersikap
ramah, seolah-olah menyokong semangat sang misionaris. Namun,
secara diam-diam mereka berusaha memutuskan hubungan, seperti
yang dilakukan Yusuf, suami Maria.
3. Orang-orang sangat takut pada program-program gereja, sehingga
mereka tidak mau melakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan
petualangan berisiko tinggi ke daerah atau negara yang tidak
mereka kenal. Lagipula, pelayanan misionaris bisa dianggap
sebagai saingan dari status quo, seperti pandangan tua-tua
Yahudi.
4. Orang-orang yang begitu yakin telah "mendengar suara Tuhan",
bahwa apa yang telah didengar sang misionaris dari Tuhan itu
adalah salah, seperti halnya teman-teman Rasul Paulus.
5. Orang-orang yang ingin melukai hati para misionaris Allah dengan
memberi tafsiran yang salah, seperti halnya pada teman-teman
William Carey.

Batu untuk Membangun atau untuk Melempar?

Beberapa orang tidak dapat menerima ketika mereka mengatakan bahwa
Allah menghendaki dia melakukan perbuatan yang sangat berani, yaitu
pergi ke ladang misi. Umumnya mereka akan bersikap acuh tak acuh,
tidak bersahabat, atau untuk menutupi perasaan mereka yang tertekan,
mereka berkata, "Hei, apakah engkau tidak tahu bahwa di sana adalah
dunia yang buas dan ganas? Selalu terjadi kekacauan dan peperangan.
Engkau bisa terbunuh di sana!" Atau, "Kamu pasti bercanda! Kamu?
Jadi misionaris? Apa sih yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan
dunia ini?" Kerap kali sahabat terdekat menasihati seperti ini:

1. Kamu sangat dibutuhkan di sini. Kamu dapat menyumbangkan banyak
hal dalam persekutuan kita.
2. Engkau menyia-nyiakan pendidikan yang engkau peroleh dengan susah
payah. Setelah harta dihabiskan untuk membiayai kuliahmu hingga
sarjana, apa kata orang tuamu nanti?
3. Kenapa kamu tidak mencari pekerjaan yang baik? Pergilah, carilah
uang sebanyak mungkin untuk masa depan. Kemudian, barulah kamu
memikirkan untuk terjun ke dalam misi.
4. Apakah tindakanmu itu tidak mengecewakan ibumu? Bagaimana mungkin
kamu begitu tega memisahkan dia dari cucu-cucunya, dan pergi
jauh? Anak-anak itu membutuhkan neneknya juga.
5. Bagaimana dengan pendidikan anak-anakmu nanti? Kasihan, mereka
akan pulang rumah dengan keadaan terabaikan dan mendapat
perlakuan yang tidak wajar dalam masyarakat.
6. Apakah engkau berharap akan bertemu jodohmu di sana? Engkau akan
membujang seumur hidup! Kemudian mereka akan menangis dan
meratap, tanpa memedulikan akal sehatnya, "Aku tak percaya hal
ini terjadi padaku!"

Seorang pekerja lintas budaya yang telah berperang bersama Tuhan
mengatasi segala perasaan ketidakmampuan dan keterbatasan, duduk di
atas ketidakteraturan, seolah-olah berada di atas tumpukan
batu-batu, terpukul berkali-kali, dan terluka. Hanya beberapa orang
yang kuat dan sanggup menanggungnya karena menemukan kekuatannya
dalam Tuhan. Pada saat seperti ini, akan jauh lebih baik jika mereka
mendapatkan Anda sebagai tim pendukung moralnya. Sikap mencari
kepuasan sendiri dan meninabobokan diri sendiri merupakan golongan
paling besar dari gereja masa kini. Sikap tersebut menghasilkan
introspeksi semu yang samar-samar dan rabun. Tampaknya, kita sedang
memusatkan diri pada penyembuhan diri sendiri, supaya dapat memiliki
kehidupan yang lebih baik dan menyenangkan. Akibatnya, doa-doa kita
berbunyi, "Tuhan, senangkanlah aku supaya bisa menikmati hidup yang
mapan," yang secara langsung bertolak belakang dengan apa yang
dikatakan kepada kita tentang gereja dalam 2 Korintus 1:14. Kita
ingin kehidupan yang mapan dan menyenangkan. Kita menemui kesulitan
karena ketidakpastian hidup seperti Rasul Petrus ketika untuk
pertama kalinya diberitahu Tuhan Yesus tentang penderitaan yang akan
dialami-Nya. Tanpa berpikir, Petrus berkata, "Tidak akan Tuhan ....
Hal itu sekali-sekali tidak akan menimpa Engkau."

Kekhawatiran-kekhawatiran tentang pendapat umum dapat melukai
seorang misionaris. Barangkali, seorang pekerja lintas budaya
diberitahu seperti ini, "Jika kamu harus pergi, pergilah! Akan
tetapi, jangan buat kekacauan! Jangan libatkan kami di sini,
terutama dalam masalah keuangan. Apa yang akan terjadi dengan
program-program kami yang di sini bila harus mendukungmu?"
Untungnya, sukar bagi gereja untuk mempertahankan sikap tersebut,
sebab organisasi-organisasi misi yang menolong pekerja-pekerja
lintas budaya berkeras melibatkan persekutuan-persekutuan untuk
berinisiatif dalam proses pengembangan misi. Tragisnya, ada ribuan
kasus di mana calon misionaris adalah orang yang tidak tahu-menahu
tentang hal ini. Opini publik di banyak gereja tidak mengizinkan
suatu gerakan radikal dalam penginjilan internasional. Jadi, pekerja
lintas budaya harus pergi secara diam-diam, kecuali Anda berada di
sana, mengucapkan selamat jalan untuk membangkitkan semangatnya,
"Bon voyage!"

Persaingan antarpekerja di dalam Tubuh Kristus cukup menakutkan
beberapa persekutuan sehingga mereka meruntuhkan semangat calon
misionaris. Kata-kata mereka bernada sangat keras, "Kita tidak ingin
kehilangan kamu!" Masalahnya bukan karena orang-orang Yahudi tidak
percaya akan penginjilan ke seluruh dunia. Kristus pernah berkata
kepada mereka, "Sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan
untuk menobatkan satu orang" (Matius 23:15). Mereka juga tidak
menentang penyembuhan yang dilakukan Yesus, bahkan
berbondong-bondong mereka datang dan mengikut Dia. Namun, Yesus
dianggap sebagai saingan karena tidak sesuai dengan bayangan orang
Yahudi tentang Mesias. Demikian pula dengan para misionaris.
Tindakan dan rencana-rencana mereka yang penuh keberanian sering
kali tidak cocok dengan kebanyakan program-program gereja saat ini.
Kecuali Anda yang memberikan dorongan kepada mereka dengan
menceritakan teladan Kristus tersebut.

Bahkan kepedulian teman-teman terdekat dapat meruntuhkan semangat
seorang misionaris ketika mereka memberikan nasihat yang bertolak
belakang dengan rencananya. Rasul Paulus merasakan gerakan dan
ancaman dari Si Seteru pada setiap gerak langkahnya. "Aku akan
tinggal di Efesus hingga hari Pentakosta, karena Allah membuka suatu
pintu yang luar biasa, sekalipun banyak sekali penantangnya"
(1 Korintus 16:8-9). Di Miletus, ia menulis, "Aku ditawan dan dibawa
secara paksa oleh Roh Kudus sekalipun telah diperingatkan kepadaku,
bahwa penjara dan penganiayaan sedang menanti di setiap kota yang
aku kunjungi" (Kisah Para Rasul 20:22-23).

Beberapa hari kemudian, di Tirus, murid-muridnya telah mengatakan
kepada Paulus "melalui Roh Kudus", bahwa ia tidak boleh pergi ke
Yerusalem, namun Paulus dan teman-temannya meneruskan perjalanan
sampai ke Kaisarea. Di sana, di rumah Filipus, Agabus mengambil ikat
pinggang Paulus. Sambil mengikat tangan dan kakinya sendiri, ia
berkata: "Roh Kudus berkata: Beginilah orang yang empunya ikat
pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem ...."
Mendengar hal itu murid-muridnya meminta supaya Paulus jangan pergi
ke Yerusalem. Bukannya menerima dukungan moral, Paulus malah
menghadapi rintangan. Lukas mengingat jawab Paulus saat itu,
"Mengapa kamu menangis dan menghancurkan hatiku? Aku rela bukan saja
diikat tapi juga mati demi nama Tuhan Yesus." Paulus tidak mau
menerima nasihat para rasul dan murid-muridnya, sehingga mereka
menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!" (Kisah Para Rasul
21:13-14). Akhirnya, "orang yang gagah berani untuk melakukan
pekerjaan Tuhan" ditinggalkan sendirian. Kecuali, Anda ada di sana,
memberikan dukungan moral untuk menopang para misionaris di
masa-masa yang sulit ketika semua orang menentangnya.

Pandangan-pandangan teologi yang disalahtafsirkan dapat merusak
moral pekerja lintas budaya. Hati sang misionaris itu seakan
disayat-sayat sembilu, ketika persekutuannya menyangkal perintah
Allah untuk pergi memberitakan Injil. Bahkan ada yang seenaknya,
seperti yang dialami William Carey, yang berteriak, "Allah dapat
melakukannya sendiri tanpa bantuan kita jika Ia menghendakinya!"
Yang lain dengan lembut mengatakan, "Kita masih terlalu muda dalam
persekutuan. Kita tidak punya apa-apa untuk mendukung misionaris.
Rasanya, kita tidak dapat menambah proyek baru. Kita berusaha
melakukan yang terbaik. Untuk yang lainnya, kita belum siap."
Alasan-alasan tersebut dan ribuan lainnya telah berulang kali
dikatakan. Belum ada yang dapat bertahan dari alasan-alasan yang
berdalih firman Tuhan dan bersembunyi dari cahaya firman-Nya.
Sesungguhnya, tidak ada firman Allah yang menolak pelayanan
misionaris. Sebaliknya, "Allah tidak menghendaki agar seorang pun
binasa, tetapi supaya datang kepada pertobatan!" (2 Petrus 3:9)

Sebuah kisah menarik tentang seorang pelaut muda yang mengadakan
persiapan untuk berlayar mengelilingi dunia seorang diri dengan
kapal motor buatan sendiri. Banyak orang mengerumuni dia sementara
ia mengepak kotak-kotak perbekalannya. Di antara orang-orang yang
berbisik-bisik, ada yang berkata lantang, "Anakku, kamu tidak akan
sanggup! Kapal motormu tidak akan bertahan melawan gelombang! Kamu
akan kehabisan bahan makanan dan mati terpanggang matahari!" Semua
peringatan-peringatan itu melemahkan semangat dan keyakinannya.
Tidak satu pun yang menawarkan semangat dan optimisme. Namun, ketika
kapal kecil itu bertolak dari dermaga, seorang yang datang terlambat
berlari sampai di ujung dok, melambai-lambaikan tangannya sambil
berteriak memberi semangat, "Selamat berlayar! Bon voyage! Kamu
benar-benar hebat! Kami bersamamu! Kami bangga dengan kamu! Allah
menyertaimu saudaraku!" Tampaknya, dunia menyuguhkan dua macam
dukungan moral: yang pertama mengatakan, "Lihat saja, tunggu sampai
kamu keluar dari dunia yang kejam dan tak mengenal belas kasihan
itu. Biar tahu betapa beratnya!" Atau yang kedua dengan penuh
semangat, menaruh kepercayaan penuh, bersorak mengucapkan selamat
jalan: "Bon voyage!"

Ada selusin cara yang tak terpikirkan untuk meruntuhkan semangat dan
cita misionaris Anda. Tapi sebaliknya, ada banyak jalan untuk
membangkitkan antusiasme dengan dukungan moral yang kuat. Pimpinan
Roh Kudus untuk mencari jiwa-jiwa dalam pelayanan lintas budaya
sangat kita butuhkan di saat-saat tersebut. Ubah dan singkirkan
batu-batu sandungan menjadi batu yang membangun fondasi yang kokoh,
yang akan menjadi dasar yang kuat bagi dukungan pelayanan lintas
budaya dalam gereja Anda. Bagaimana memberikan dukungan moral
seteguh batu karang? Don adalah seorang pendeta yang telah
mendengarkan panggilan Allah untuk menjalani misi. Beberapa kali ia
mengunjungi Thailand dan melihat para pendeta yang haus akan firman
Tuhan. Ia merasakan sukacita dalam memuaskan dahaga rohani mereka
melalui seminar-seminar. Kini Don yakin, Allah telah menuntun dia
untuk menyerahkan dirinya dan memulai suatu pelayanan dalam bentuk
seminar untuk para pendeta pribumi Asia. Ia menyusun berbagai
seminar yang dirancang guna melatih para gembala tersebut dalam
mempelajari firman Allah, supaya mereka dapat menggembalakan
domba-domba-Nya dengan lebih baik.

Namun, Don adalah gembala gereja di Amerika Serikat. Tak mudah
baginya untuk pergi begitu saja. Ia telah mendirikan gereja itu.
Siapa yang akan menggantikan posisinya bila ia berangkat? Bagaimana
ia memindahkan keluarganya ke Thailand, negeri yang tidak mereka
kenal? Bagaimana dengan komunikasi dan doa? Di mana mereka akan
tinggal? Semua pertanyaan dan kekhawatiran ini nyata dan membutuhkan
jawaban. Semua itu lebih mudah diatasi, karena jemaat memberikan
dukungan moral yang penuh kepada Don, untuk menjadi "berkat" bagi
Don, dan bagi mereka juga. Dukungan moral adalah landasan proses
pengutusan. Dukungan moral bisa seperti sorakan, "Selamat jalan!",
"Bon voyage!" Dukungan yang berasal dari mereka yang melayani
sebagai pengutus (sender), untuk mendukung para misionaris yang akan
berangkat. Para pekerja lintas budaya dapat merasakan dukungan Anda
melalui sikap yang Anda perlihatkan.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Melayani sebagai Pengutus: Kiat Jitu Mendukung
Misionaris Profesional
Judul asli buku: Serving as Sender
Judul asli artikel: Dukungan Moral
Penulis: Neal Pirolo
Penerjemah: Tim Om Indonesia
Penerbit: OM Indonesia, Jakarta
Halaman: 19 -- 28

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

Living Hope Haiti Christian Mission
==> http://livinghopehaiti.com/
Haiti dikenal secara luas sebagai negara termiskin di bagian barat
bumi. Lebih dari 80% populasinya hidup dalam kemiskinan, dan lebih
dari 70% warga negaranya tidak bekerja. PBB bahkan telah menetapkan
Haiti sebagai negara terlapar ketiga di dunia, dengan lebih dari 40%
warga desa yang kekurangan gizi. Atas dasar itulah organisasi ini
dibangun. Mengusung misi untuk menyaksikan Injil Yesus Kristus
kepada masyarakat Haiti bagian Utara melalui pendidikan dan layanan
kesehatan, Living Hope Haiti Christian Mission membangun
pelayanannya untuk membantu mereka yang kekurangan di Haiti dengan
mendirikan sekolah, klinik medis, pelatihan pendeta, program
sponsor, layanan masyarakat, serta sekolah baca tulis untuk orang
dewasa. Kenali setiap aspek pelayanan yang organisasi ini adakan
dengan berkunjung ke alamat di atas.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

A Z E R B A I J A N
Pendeta Hamid yang berusia 52 tahun menggembalakan jemaat Baptis
berbahasa Georgia di Aliabad, dekat Zakatala, di daerah barat laut
Azerbaijan. Dia mulai ditahan saat polisi menyerbu rumahnya pada
tanggal 20 Juni dan ia ditahan sampai 5 November.

Hamid dituduh memiliki senjata ilegal, yang hukuman penjaranya dapat
mencapai 3 tahun bila terbukti bersalah. Proses peradilannya sejak
tanggal 22 Juli telah menyalahi banyak aturan, dan penahanannya
setelah 21 Oktober adalah ilegal. Hakim memindahkannya dari penjara
ke penjara rumah sambil menunggu keputusan selanjutnya. Hal itu
disambut bahagia jemaat gereja.

Hamid bersikeras bahwa tuduhan terhadap dirinya atas kepemilikan
senjata ilegal adalah palsu. "Polisi datang kembali ke rumah saya
pada Juni dan meletakkan senjatanya di sana," katanya kepada Forum
18. "Saya melihat senjata itu untuk pertama kalinya ketika mereka
mengklaim telah menemukan senjata itu di rumah saya." Dia percaya
pada akhirnya dia akan dibebaskan. "Firman Tuhan lebih kuat daripada
sebuah pistol," katanya kepada Forum 18.

Geraja Baptis di Aliabad sudah lama menghadapi gangguan dari pihak
pemerintah setempat, termasuk penolakan untuk menyetujui surat
registrasi, razia polisi, penyitaan literatur-literatur Kristen, dan
penyangkalan akta kelahiran untuk anak-anak yang diberi orang tuanya
nama Kristen. (t/Novi)
Diterjemahkan dari:
Nama buletin: Body Life, Edisi Desember 2008, Volume 26, No. 12
Nama kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Azerbaijan: Pastor Awaits Trial Under House
Arrest
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 3
Pokok doa:
* Berdoa untuk pendeta Hamid yang sedang menjalani penangguhan
penahanan, agar Tuhan menguatkan dan melindunginya. Berdoa juga
agar aparat berwajib setempat tidak bermain curang dengan
memutarbalikkan fakta dalam kasus ini, melainkan mereka dapat
bekerja dengan adil.
* Doakan untuk keluarga dan jemaat Pendeta Hamid, agar mereka tetap
bersehati mendukung dalam doa. Berdoa juga agar Tuhan ikut campur
tangan menyelesaikan kasus yang sedang terjadi.
* Berdoa juga untuk keberadaan orang percaya di Azerbaijan, agar
mereka tetap setia kepada Tuhan meskipun mereka harus menghadapi
berbagai persoalan dan kesulitan karena iman mereka kepada Kristus
dalam kehidupan sehari-hari.

A L G E R I A
Pada 29 Oktober, tiga pemimpin gereja Algeria di Ain Turk, Oran,
yang naik banding atas vonis tanggal 25 Februari, dinyatakan tidak
bersalah dan kasus mereka ditutup.

Vonis yang dikeluarkan adalah 3 tahun penjara dan denda 50.000 dinar
(kira-kira $800). Awalnya, mereka dituduh telah "menghina agama lain
dan nabinya, dan mengancam mantan orang Kristen yang menentangnya".

Akhirnya, mereka diberitahu bahwa mereka memiliki hak untuk menuntut
orang yang telah menuduh mereka tanpa bukti. Namun, mereka telah
memutuskan untuk memaafkan orang itu dan membalasnya dengan
kebaikan. Diharapkan, akhir seperti itu akan menetapkan sebuah
standar bagi orang-orang Kristen lain yang difitnah, yang masih
menunggu hasil akhir banding mereka. (t/Novi)
Diterjemahkan dari:
Nama buletin: Body Life, Edisi Desember 2008, Volume 26, No. 12
Nama kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Algeria: Acquitte Christians Forgive Accuser
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 3 -- 4
Pokok doa:
* Mengucap syukur atas telah dibebaskannya tiga pemimpin gereja di
Algeria. Kita percaya bahwa Allah yang kita sembah tidak akan
pernah membiarkan anak-anak-Nya dipermalukan.
* Mengucap syukur juga karena ketiga pemimpin tersebut tidak
menyimpan sakit hati kepada mereka yang telah berupaya
menjebloskan mereka ke penjara, melainkan dapat mengampuni dan
tetap mengasihi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.
* Berdoa untuk setiap orang percaya di sana yang saat ini masih
menunggu naik banding atas kasus mereka, agar mereka tetap
berpengharapan kepada Tuhan. Berdoa juga agar mereka dapat
mengampuni pihak-pihak yang berusaha menghancurkan hidup mereka
dan tetap menjadikan Yesus sebagai teladan dalam kehidupan mereka.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

DAMPAK KRISIS TERHADAP KESEHATAN IBU DAN ANAK

Krisis ekonomi berpotensi memperburuk situasi kesehatan ibu dan
anak, terutama terhadap kesehatan dan asupan gizi ibu hamil, ibu
menyusui, dan anak balita, di mana kekurangan gizi pada ibu dan anak
senantiasa berhubungan dengan gangguan tumbuh kembang anak secara
fisik, intelektual, dan sosial, yang dalam jangka panjang
memengaruhi kualitas masa depan suatu bangsa. Sebagai contoh, krisis
keuangan di Indonesia (1997 -- 1998) menyebabkan meningkatnya angka
kematian bayi dan anak balita sebesar 14 persen, anemia anak naik
sebesar 50 -- 65 persen, dan 15 -- 19 persen pada ibu hamil. Harga
obat dan biaya pelayanan kesehatan melonjak 60 persen, orang sakit
naik sampai 14,6 persen, kasus TB naik 14,6 persen, angka putus
sekolah menengah naik 11 persen. Kalau Krisis keuangan global 2008
tidak diantisipasi, menurut estimasi jurnal kesehatan The Lancet,
35,3 persen dari 55 juta anak usia di bawah 5 tahun di Asia Tenggara
tumbuh kerdil, angka anemia ibu hamil naik 10 -- 20 persen, dan bayi
yang lahir dengan berat badan rendah naik 5 -- 10 persen.

Sumber: Kompas, Selasa 27 Januari 2009, Halaman 13

POKOK DOA:

1. Berdoa bagi para wanita, terutama dari golongan ekonomi menengah
ke bawah, yang saat ini sedang mengandung atau menyusui anak-anak
mereka. Biarlah Tuhan senantiasa memberikan perlindungan ekstra
kepada mereka di tengah kesulitan ekonomi saat ini, agar mereka
tetap berada dalam kondisi tubuh yang sehat.

2. Biarlah Tuhan terus menggerakkan tangan-tangan terulur untuk
membantu ibu dan anak yang saat ini mengalami kondisi gizi buruk
akibat tidak terpenuhinya asupan pangan dan gizi yang baik bagi
kesehatan mereka.

3. Mengucap syukur atas campur tangan pemerintah dengan memberikan
fasilitas pengobatan gratis kepada korban gizi buruk. Biarlah
Tuhan terus memberikan hikmat kepada pemerintah agar dapat terus
mencari strategi untuk meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan
kepada masyarakat di tengah krisis saat ini.

4. Doakan juga untuk fasilitas dan pelayanan kesehatan bagi orang
yang kurang mampu, agar para pihak pengelola dapat melayani
dengan baik setiap pasien yang datang untuk berobat, serta tidak
mempersulit dengan berbagai macam prosedur-prosedur, melainkan
mengutamakan pelayanan dengan baik.

5. Biarlah anak-anak Tuhan dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan
dalam memberikan dukungan dan bantuan nyata bagi penderita gizi
buruk. Kiranya hal ini dapat menjadi kesaksian yang hidup bagi
mereka yang belum mengenal Kristus.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2009 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

Kasih Berdasarkan 1 Korintus 13

_______________________________e-KONSEL_______________________________

Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
_____________________________________________________________________

EDISI 177/1 Februari 2009

Daftar Isi:
= Pengantar: Ungkapan Kasih
= Cakrawala: Sentuhan Kuasa Kasih: 1 Korintus 13
= TELAGA: Mengenal Kasih Berdasarkan 1 Korintus 13:1-13
= Tips: Kasih Ilahi
= Stop Press: Blog Sabda - Melayani dengan Berbagi

PENGANTAR ____________________________________________________________

Salam dalam kasih Kristus,

Berhubung Hari Kasih Sayang atau Valentine dirayakan pada 14
Februari, kini bulan Februari digeneralisasi sebagai bulan Kasih
Sayang. Pada bulan ini, biasanya berbagai pernak-pernik ungkapan
kasih sayang -- entah itu bunga, makanan, hadiah, atau boneka -- pun
mulai dipajang untuk menyemarakkan dan diberikan kepada orang yang
kita sayang. Perbuatan seperti itu, kasihlah yang mendasarinya.

Namun demikian, sering kali kita hanya mengasihi orang yang
mengasihi kita saja. Atau menggunakan "kasih" dengan motivasi ingin
mencari keuntungan diri sendiri. Berbeda dengan kasih Allah. Allah
mengasihi kita dengan tulus -- bukan karena kita mengasihi Dia
terlebih dahulu atau karena Dia ingin mencari keuntungan diri
sendiri. Ia sangat mengasihi kita sampai-sampai Ia rela mengorbankan
nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Ia tidak pernah menuntut
balas atas apa pun yang sudah Ia berikan.

Berkenaan dengan hal tersebut, edisi e-Konsel kali ini akan membahas
motivasi dan sifat kasih yang harus kita tanam dalam diri kita dan
kemudian kita bagikan kepada sesama berdasarkan 1 Korintus 13:1-13.
Selamat menyimak dan selamat Hari Kasih Sayang.

Staf Redaksi e-Konsel,
Tatik Wahyuningsih

CAKRAWALA ____________________________________________________________

SENTUHAN KUASA KASIH: 1 KORINTUS 13

Salah satu pasal termasyhur dalam Alkitab jelas adalah 1 Korintus 13
-- "Pasal Kasih" yang terkenal itu. Di pasal ini, kita bisa melihat
dengan jelas tiga bagian penting yang mengajarkan umat Tuhan dalam
memahami kasih yang sejati: motivasi, karakter, dan kekekalan
kualitas kasih.

Motivasi Kasih (1 Korintus 13:1-3)

Apa gunanya perbuatan besar dan dahsyat jika tidak ada kasih yang
melatarbelakanginya. Banyak orang tidak akan setuju perlunya
memeriksa motivasi dari apa yang kita sebut perbuatan baik. Banyak
orang mengklaim bahwa karisma, pengetahuan, dan pengorbanan adalah
sama dengan kasih. Tetapi masing-masing hal itu perlu diperiksa
seperti seperti yang pasal ini sudah lakukan.

Fasih Berbicara

Walaupun seseorang sangat pandai berbicara, sopan, atau menghibur
yang mendengarkan, tanpa kasih, dia akan menggunakan lidahnya untuk
tujuan pribadinya. Meskipun ribuan orang akan terkesan, tergerak,
dan tersentuh, namun perkataannya sama saja dengan bunyi gong.
Dengan adanya gerakan hiburan di gereja, orang-orang bersedia
memaklumi semua kegagalan yang para pendeta dan guru lakukan untuk
menjaga agar gereja tetap ramai.

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan
bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama
dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun
aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala
rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki
iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak
mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku
membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan
tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,
sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. (1 Korintus 13:1-3)

Berpengetahuan

Ilmuwan, teolog, doktor, dan filsuf semuanya berpura-pura memiliki
pengetahuan yang luar biasa, tetapi tanpa kasih, pengetahuan ini
akan menghancurkan mereka dan orang lain. Mereka yang memiliki
pengetahuan adalah mereka yang seharusnya menggerakkan dunia. Para
ekonom, pemuka agama, konselor, atau peneliti, semuanya memiliki
pengetahuan khusus yang akan memberikan dampak signifikan dalam
sejarah manusia. Dampak tidak diperoleh dari pengetahuan, namun dari
apa yang dilakukan seseorang dengan pengetahuan itu. Bila dia tidak
mengasihi, maka pengetahuan tidak lagi penting. Ketidakpedulian yang
dibarengi kasih adalah lebih baik daripada pengetahuan yang
dibarengi dengan pengejaran kepentingan diri, apa pun bidang
pengetahuannya. Sekarang ini, kita menghabiskan banyak waktu,
energi, dan uang untuk mengejar pengetahuan. Kita meluangkan sedikit
waktu untuk memeriksa hati mereka yang bergelar tinggi.
Gereja-gereja yang mencari pendeta tampaknya lebih menekankan gelar
daripada kasih.

Murah Hati

Kita akan berpikir bahwa mereka yang menyerahkan seluruh milik
mereka dan melakukan pengorbanan diri yang besar merupakan suatu hal
yang sangat mulia. Namun sekali lagi, kita bisa memberikan seluruh
kekayaan kita, bahkan mengorbankan hidup kita, tetapi tanpa kasih,
semua itu tidak ada gunanya. Saya bertanya-tanya seberapa besar
bantuan yang diberikan atas dasar kasih daripada atas dasar motivasi
memiliki reputasi terkenal. Bila nama kita tidak dikenal, akankah
kita tetap memberikan sebanyak yang kita sudah kita lakukan?
Pengorbanan yang besar tidak sama dengan kasih karena pengorbanan
ini bisa saja berasal dari alasan egois agar dihargai dan dikenal.

Ringkasan

Kita harus mulai memeriksa segala tindakan kita; apakah kita
melakukannya atas dasar kasih atau pemenuhan ego. Kita memiliki
kemampuan yang hebat untuk membohongi diri kita sendiri dan orang
lain menurut maksud kita yang sebenarnya. Sering kali, jauh di dalam
hati, kita menyukai perhatian, tepuk tangan, piala, dan kekuasaan.
Kemampuan besar dalam pidato, pengetahuan, dan pengorbanan akan
menggerakkan orang, namun tidak akan menyelamatkan mereka.
Komunikasi, pengetahuan, dan ketaatan adalah tiga penajam hidup yang
sangat berkuasa, namun ketiga hal ini membutuhkan hati yang
mengasihi untuk mewujudkannya dengan benar di dunia ini sehingga
memberikan manfaat bagi orang lain.

Karakter Kasih (1 Korintus 13:4-8a)

Semua orang mengaku memiliki kasih, namun sedikit yang telah
merasakan kekuatan, pengertian, dan komitmennya yang luar biasa.
Kita melihat fakta itu saat orang yang menikah menyatakan janji
bahwa mereka akan menjaga pernikahan mereka selama mereka saling
mengasihi. Mereka tidak memiliki pengertian kasih yang sesungguhnya.
Kasih berdasarkan pengertiannya memiliki beberapa komponen, tanpa
komponen-komponen itu, kasih akan hilang. Ini dibuktikan dengan
pengertian-pengertian ekslusif akan kasih.

1. Kasih Itu Sabar

Apakah saya memancarkan jiwa yang sabar yang memampukan saya untuk
mendengarkan dan peduli pada orang-orang di sekitar saya?

Kasih tidak memaksakan aturan dan batasan waktunya sendiri.
Orang-orang, khususnya orang-orang yang terluka, dapat menyedot
banyak waktu kita. Orang sabar percaya kepada Tuhan bahwa Ia akan
memberikan cukup waktu untuknya mendengarkan orang lain.

Kasih juga mampu memperlakukan semua orang dengan cara yang benar.
Kita cenderung mengharapkan orang lain untuk mendengarkan kita
seperti kita mendengarkan orang lain, tetapi sering kali hal ini
tidak berhasil. Orang yang sabar percaya kepada Tuhan bahwa Ia akan
memberikan hikmat untuk memerhatikan setiap orang dengan baik.

2. Kasih Itu Murah Hati

Apakah saya selalu bersikap baik dan peduli pada orang lain?

Kasih itu murah hati. Kita mungkin berpikir hal ini tidak perlu
dikatakan, namun setelah apa yang telah dilakukan atas nama kasih
diteliti baik-baik, kita akan bijaksana bila mengukur kasih hanya
dengan gelas ukur yang disebut kemurahan hati. Bila seseorang itu
tidak murah hati, berarti dia tidak mengasihi.

3. Kasih Tidak Cemburu

Apakah saya cemburu karena orang lain mendapatkan perhatian?

Saat kecemburuan muncul, kita harus mempertanyakan apakah ada kasih.
Beberapa orang mengatakan bahwa kasih itu cemburu karena kasih
menginginkan dan mengharapkan orang lain. Namun, kasih yang sejati
memberikan hak mereka atas perhatian orang lain. Kasih justru
memberikan dirinya sendiri supaya orang lain mendapatkan keuntungan.

4. Kasih Tidak Memegahkan Diri

Apakah saya menceritakan keberhasilan saya?

Ketika seseorang memegahkan diri, maka objek pembicaraan direndahkan
dan dipandang sebagai alat untuk digunakan. Memegahkan diri berarti
meninggikan diri sendiri dan merendahkan orang lain. Kasih meminta
seseorang untuk melihat sisi baik dalam diri orang lain dan lebih
sering diam jika belum melihat sisi baik yang ada pada diri orang
lain.

5. Kasih Tidak Sombong

Apakah saya merasa lebih baik daripada orang lain?

Jika memegahkan diri berbicara tentang keberhasilan seseorang,
kesombongan terdapat di dalam pikiran. Kesombongan akan mengeluarkan
buah yang tidak diinginkan melalui pandangan, perilaku, komentar,
tipuan, dan perlakukan umum terhadap orang lain. Kasih lebih
menghormati orang lain di atas keinginan pribadinya.

6. Kasih Tidak Melakukan yang Tidak Sopan

Apakah saya bertingkah laku aneh untuk menarik perhatian orang lain?

Tindakan yang tidak sopan adalah tindakan yang aneh untuk menarik
perhatian orang lain. Perilaku yang aneh atau kasar menarik
perhatian orang lain. Mencari perhatian untuk diri sendiri adalah
lawan dari kasih di mana kita seharusnya memberikan perhatian kepada
orang-orang yang membutuhkan. Kita berfokus pada orang lain.

7. Kasih Tidak Mencari Keuntungan untuk Diri Sendiri

Apakah saya mencari hal-hal yang lebih saya sukai daripada yang
disukai orang lain?

Ketika kita mencari kesejahteraan diri kita sendiri, kita
menghalangi kemampuan kita untuk mengasihi. Kasih mengusahakan
kesejahteraan orang lain. Bila kita lebih mementingkan diri sendiri,
maka kita akan memberikan perlakuan istimewa pada diri kita sendiri.
Kita bahkan akan berbohong, curang, memfitnah, mengumpat, dll. untuk
melayani kebutuhan diri kita sendiri.

8. Kasih Tidak Pemarah

Bagaimana kita menanggapi orang yang menganggu kita?

Kasih yang sejati tidak mudah goyah. Kasih yang pura-pura mudah
berubah. Seseorang akan mudah marah saat dia hidup untuk dirinya
sendiri. Kita pasti merasa tidak nyaman saat tersinggung; setidaknya
harga diri kita diserang, namun determinasi kasih tidak akan
berubah.

9. Kasih Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain

Apakah saya dengan cepat mengampuni orang lain dan menolak
kepahitan?

Kasih tidak pahit hati. Mungkin ia terluka, tersakiti, dan
teraniaya, namun kasih akan selalu mengampuni. Kasih tidak menyimpan
kesalahan atau berencana untuk balas dendam. Kasih menghapus
kesalahan setiap hari untuk memampukannya memerhatikan kebutuhan
orang lain.

10: Kasih Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan

Apakah saya bersukacita dalam sensualitas atau kekerasan?

Entah kita atau orang lain terlibat dalam perilaku yang tidak baik,
mereka yang memiliki kasih yang sejati tidak akan bersukacita. Kita
melihat kebahagiaan dalam perilaku buruk orang lain. Mereka pikir
mereka tidak bersalah atas perilaku mereka itu, namun terkandung
suatu kebahagiaan perilaku buruk dalam sikap mereka. Kasih tidak ada
di dalamnya.

11. Kasih Bersukacita Karena Kebenaran

Apakah saya menyukai sorakan dan mencoba membuat orang lain terkesan
atau menyambut kebenaran? Kasih mungkin rendah hati karena
kebenaran, namun kasih masih tetap menemukan kesetiaannya yang
terdalam terhadap kebenaran. Kasih tidak memilih-milih orang
sehingga menghalangi kebenaran. Pasangan dari kasih adalah
kebenaran, di mana cahayanya bersinar terang; tidak ada kebohongan
dan ketidaksetiaan.

12. Kasih Menutup Segala Sesuatu

Kesulitan apa yang saya alami dalam hidup ini sehingga saya berani
terus mengasihi?

Mudah marah berujung pada konflik pribadi yang tidak ada gunanya,
misalnya dalam hubungan saudara kandung atau pernikahan. Dengan
menanggung segala sesuatu, kasih dapat menahan kekasaran, dosa, dan
kebobrokan moral yang absolut. Dari air berlumpur, muncullah bunga
lili putih.

13. Kasih Percaya Segala Sesuatu

Apakah saya mampu mencari Tuhan untuk memohon pertolongan, kekuatan
dan pembaharuan untuk setiap situasi sulit yang saya alami?

Ini tidak merujuk pada toleransi dan ekumenisme masa kini, tetapi
kepolosan pendekatannya kepada hidup dan manusia. Kasih terlindungi
dari pesimisme usia dan memampukan setiap orang dengan penuh hormat
dan harapan.

14: Kasih Mengharapkan Segala Sesuatu

Apakah saya memperlakukan setiap relasi dan orang dengan harapan,
meski mereka memiliki masa lalu yang buruk?

Kasih bukanlah khayalan buta, namun dengan kesetiannya, kasih dapat
melihat ke depan pada kesempatan istimewa yang setiap relasi bawa
setiap hari. Kasih hidup dalam pengharapan kepada Tuhan bahwa
anugerah Tuhan dapat bersinar di tempat yang gelap.

15. Kasih Menanggung Segala Sesuatu

Hal apa yang saya hargai dan yang tidak ingin saya lepaskan?

Kasih sanggup bertahan karena kasih Allah di dalam Kristus adalah
selamanya. Kasih yang kita miliki memang terbatas, namun saat kasih
Allah memenuhi kita, maka tidak ada yang bisa menghentikannya. Kasih
Allah mengatasi rasa malu, celaan, dan kejahatan. Kasih itu rendah
hati sama seperti kasih Allah dalam Kristus mengejar hal-hal
tersebut sehingga kita bisa menerima kasih itu.

16. Kasih Tak Berkesudahan

Apakah saya percaya pada kasih Allah yang tak berkesudahan?

Tidak ada rentang waktu untuk kasih Allah. Kasih Allah tidak
berhenti saat matahari terbenam atau dimulai pada minggu yang baru.
Kasih illahi akan terus ada ada menembus waktu dan kekekalan. Di
malam-malam gelap, akan selalu ada cahaya abadi dari kasih Allah.
Kasih akan menyinari kebencian dan menembus hal yang paling buruk
dengan pergorbanan.

Kualitas Kasih yang Tahan Lama (1 Korintus 13:8-13)

Kami tidak yakin apakah frasa "kasih tak berkesudahan" termasuk
dalam daftar ayat atau penutup. Seseorang bertanya-tanya bagaimana
kata-kata itu bisa mengikuti deskripsi yang tak bisa dibantah lagi
tentang kasih dalam ayat-ayat di atas. Namun Paulus memiliki tujuan
yang lebih besar daripada hanya sekadar mewartakan Injil. Ia ingin
agar kasih ada dalam diri mereka yang sudah menjadi orang yang
berpengaruh dan mengesampingkan kasih Tuhan untuk keperluan mereka
sendiri.

Kasih bertahan dan karena itu akan ada untuk menilai kehidupan kita.
Kita mungkin mengagungkan orang-orang yang memiliki karunia, tetapi
kasihlah yang membuat karunia ini berkilau dalam kehidupan
seseorang. Bisa berbicara dengan bahasa yang berbeda mungkin bisa
membuat orang lain kagum, tetapi seperti yang dikatakan dalam
nubuatan bahwa kemampuan itu akan sia-sia bila orang tersebut tidak
memiliki kasih. Karunia akan disalahgunakan bila kita tidak
membiarkan kasih mengendalikan hati kita.

Kasih bukanlah perasaan meskipun kasih menghasilkan banyak perasaan
yang menyenangkan. Kasih merupakan suatu komitmen untuk dengan
sengaja memberikan diri kepada orang lain. Bila kasih berhenti, maka
kita tahu bahwa itu bukanlah kasih. Bila kasih menemui halangan
terhadap kepribadian seseorang, keganjilan, penampilan, atau
karunia, maka kita melihat kasih itu sebagai pesona atau hasrat
saja. Meskipun Anda sehat, bersemangat, muda, dan cantik, waktu akan
membawa perubahan yang tidak diinginkan, misalnya sakit penyakit,
kelemahan, keriput pada kulit, dan hilangnya rasa kasih. Kasih yang
sejati tidak akan pernah berkesudahan karena kasih tidak menyerah;
kasih tidak bisa menyerah. Kekuatan kasih tidak didasarkan pada apa
yang Anda lihat pada diri seseorang, tetapi dalam komitmen Anda
terhadap orang itu. Kasih yang sejati tidak berhenti, tetapi hari
demi hari terus tumbuh menjadi lebih indah. Kasih tidak mengabaikan
kesulitan, rasa sakit, luka, dan rasa malu yang kadang-kadang
membuat kita marah, karena kasih yang berada dalam keadaan yang
seperti ini akan menjadi semakin kuat. Dalam kesulitan-kesulitan
seperti ini, banyak orang yang ingin lepas dari pernikahan, tetapi
kasih Anda harus tetap ada, sama seperti kasih Allah.

Kita semua akan memikul tanggung jawab. Kita seharusnya meninggalkan
sikap yang buruk. Bila saya ingin dinilai secara menyeluruh, maka
saya perlu memahami hati saya sekarang dan mengejar ketiga hal yang
luar biasa: iman, pengharapan, dan kasih. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Foundation for Freedom.net
Judul asli artikel: Love's Mighty Touch
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.foundationsforfreedom.net/Topics/Love/Love015.html#Anchor-Motivation%20of%20Love%20(1%20Corinthians%2013:1-3)

TELAGA _______________________________________________________________

Salah satu sifat utama Allah adalah kasih. Allah pun ingin kita
sebagai anak-anak-Nya juga memiliki kasih seperti yang diajarkan-Nya
melalui Rasul Paulus. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi supaya
kita bisa memiliki kasih yang benar. Mari kita simak ringkasan
perbincangan Pdt. Paul Gunadi berikut ini, yang menjabarkan apakah
kasih itu. Selamat menyimak.

MENGENAL KASIH BERDASARKAN 1 KORINTUS 13:1-13

T: Mengapa Rasul Paulus, ketika menulis surat kepada jemaat di
Korintus, ini justru menuliskan tentang kasih?

J: Alasan yang paling penting adalah Rasul Paulus sedang memberikan
teguran kepada jemaat di Korintus. Mereka adalah jemaat yang
menerima karunia besar dari Tuhan, karunia-karunia Roh Kudus,
dan gereja yang dinamis sekali.

Tapi, Korintus adalah jemaat yang paling bermasalah, baik itu
masalah doktrinal, kurangnya moralitas, hubungan seksual di
antara anggota keluarga, dan sebagainya. Di tengah-tengah situasi
yang kacau itu, Rasul Paulus memberikan pengajarannya tentang
penggunaan karunia dan pentingnya karunia Roh Kudus sehingga
tidak mereka salah gunakan. Setelah dia memberikan pengajarannya,
barulah dia menekankan bahwa yang terpenting dari semuanya adalah
kasih. Dia mengawali 1 Korintus 13 itu dengan pengantar,
"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan
bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama
dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing ...,
tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada
faedahnya bagiku." Di sinilah maksud pengajarannya yang begitu
agung tentang kasih.
-----
T: Kasih adalah sesuatu yang praktis, bukan teoritis. Bagaimana itu
bisa dikelompokkan supaya lebih sederhana untuk kita pahami?

J: Kasih dapat kita kelompokkan dalam dua kategori. Yang pertama
adalah kasih itu memunyai aspek mengekang diri, maka kita
mendengar kata-kata seperti itu dari firman Tuhan bahwa kasih itu
sabar, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak
melakukan yang tidak sopan atau tidak kasar, tidak mencari
keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak bersukacita karena
ketidakadilan tetapi karena kebenaran, tidak menyimpan kesalahan
orang lain, dan sabar menanggung segala sesuatu. Semua kata-kata
yang digunakan mengacu pada satu konsep yang serupa akarnya,
yaitu mengekang diri. Jadi, kasih membuat manusia membatasi
dirinya, kasih membatasi tindakan kita yang seharusnya agresif
menjadi tidak agresif. Tidak cemburu artinya seolah-olah kita mau
menuntut sesuatu yang seharusnya menjadi milik kita, kita mau
menguasai sesuatu yang baik, yang indah, dan yang menyenangkan
buat kita. Tapi kasih berhasil membatasi diri sehingga kita tidak
menguasai orang. Jadi, kasih memunyai unsur mengekang diri.
-----
T: Kasih itu artinya mengekang diri kita. Bagaimana hal ini
dikaitkan dengan proses penegakan kebenaran? Misalkan,
jelas-jelas kita melihat orang yang kita kasihi jalannya tidak
tepat, apa yang seharusnya kita lakukan?

J: Secara alamiah, marah itu bisa timbul dan kita ungkapkan, namun
ada perbedaan antara reaksi marah dan reaksi memarah-marahi untuk
menekan atau menindas seseorang, menghukum seseorang, dan
menghancurkan seseorang. Jadi yang dimaksud oleh firman Tuhan
bukannya manusia itu sama sekali tidak bisa marah, Tuhan pun
pernah berkata bahwa tidak apa-apa untuk kita marah asal jangan
membiarkan kemarahan itu tinggal di hati kita sampai matahari
terbenam. Jadi, reaksi marah secara natural itu tidak apa-apa,
yang Tuhan minta di sini adalah jangan sampai kemarahan itu
menggebu-gebu menghancurkan orang, kasihlah yang mengekang kita
untuk melakukan hal seperti itu. Misalkan dalam rumah tangga,
kadang-kadang kita marah melihat istri atau suami kita melakukan
ini lagi, mengulang lagi. Kita pasti marah, tapi kasih seharusnya
menolong kita untuk mengekang diri, mau mengatakan yang kasar
tapi tidak jadi. Makanya kasih tidak melakukan yang tidak sopan
atau tidak kasar, jadi kasih mengekang manusia untuk bertindak.
-----
T: Mungkin itulah yang dikatakan Paulus bahwa kasih itu juga tidak
bersukacita karena ketidakadilan, kasih itu akan menegur?

J: Tepat, jadi karena kita kasih, justru waktu melihat
ketidakadilan, kita bereaksi. Sudah tentu reaksinya bukan reaksi
tenang-tenang, tapi kita pasti marah sebab kita mau melihat
kebenaranlah yang ditegakkan, keadilanlah yang akhirnya
dijunjung.

Tapi, sekali lagi sebagai contoh yang konkret karena melihat
ketidakbenaran terjadi, bukan berarti kita memunyai hak untuk
membalas, misalnya kita akhirnya bertindak sendiri, menghabisi
orang karena kita menganggap dia tidak lagi benar. Kasih
mengekang itu semua, kasih pada intinya memunyai kerelaan untuk
melepaskan hak, itu yang Tuhan minta. Dalam rumah tangga, istilah
hak adalah hal yang penting, apalagi zaman sekarang, di mana
hubungan suami-istri lebih merupakan hubungan setara,
egalitarian, benar-benar hak itu menjadi hal yang penting bagi
kita. Makna kasih yang Tuhan ajarkan, yaitu kasih yang melepaskan
hak, tidak menggenggam hak keras-keras. Inilah hal-hal yang
menghancurkan pernikahan dewasa ini, sebab unsur kasih yang Tuhan
minta sudah terhilang, tidak ada lagi pengekangan diri, tidak ada
lagi kerelaan untuk melepaskan hak.
-----
T: Umumnya kita cenderung baru mampu melepaskan hak itu ketika
memang sudah tidak ada pilihan, memang sudah berusaha tidak bisa
mendapatkannya?

J: Tidak terlalu salah, sebab sering kali situasi seperti itulah
yang diperlukan untuk benar-benar menelanjangi kita sehingga kita
tidak berdaya. Dan dari situ mulailah kita mengembangkan
kesabaran dalam hidup kita. Bukankah kita mungkin pernah
mendengarkan kesaksian seseorang yang kaya raya, berkuasa luar
biasa, kemudian musibah menghampirinya. Semua hilang, habis, dan
dia bersaksi, misalnya dulu sombong dan sebagainya, sekarang
tidak. Yang mengubah dia, pemicunya adalah hilangnya semua
kekuasaan itu. Dalam keadaan tidak berdaya, akhirnya dia harus
berserah kepada Tuhan dan belajar lebih bersabar.
-----
T: Kelompok kasih kelompok yang lain itu apa?

J: Kebalikan dari mengekang diri, yaitu memberikan diri. Ayat-ayat
yang bisa kita kaitkan dengan aspek memberikan diri adalah firman
Tuhan berkata bahwa kasih itu murah hati, kasih itu menutupi
segala sesuatu atau terjemahan yang lainnya adalah kasih itu
melindungi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan
segala sesuatu, jadi penuh pengharapan.

Satu hal mengekang diri, hal yang lain memberikan diri kepada
orang lain. Saya kira semua orang dapat memberikan dirinya, tapi
pertanyaannya adalah kepada siapa dan untuk siapa. Jadi, murah
hati adalah benar-benar kita harus keluar dari diri kita,
melampaui diri kita yang sempit ini sehingga kita melebarkan,
memperluas diri kita, dan akhirnya bisa memberikan diri kepada
orang lain meskipun rasanya tidak ada keinginan.
-----
T: Kalau kasih seperti ini, apakah itu sudah sampai ke tingkat kasih
agape?

J: Tepat sekali, kasih yang memberikan diri, bahkan kasih yang
mengekang diri adalah kasih agape, kasih yang memang tidak lagi
bertumpu pada apa yang orang lain lakukan kepada kita. Dalam
konteks pernikahan, makin banyak pernikahan Kristen yang berakhir
dengan perceraian. Yang mulai terhilang dari pernikahan Kristen
dewasa ini adalah unsur kasih agape, yaitu unsur yang berkata
bahwa aku senang bersamamu, apa pun kondisimu sekarang ini, apa
pun yang engkau lakukan walaupun tidak bisa memberiku kepuasan,
tapi aku bisa terima.
-----
T: Kalau kita menampilkan kasih, bisa atau tidak orang terkesan kita
itu kuat?

J: Bisa, jadi orang yang pertama-tama sabar dan tabah menanggung
penderitaan tidak akan dikatakan dia lemah, tapi akan dikatakan
orang yang kuat. Contoh kasus, suami yang tidak setia kepada
istrinya, menyalahgunakan kepercayaan istrinya, menyia-nyiakan
keluarganya tapi istrinya terus bertahan, membesarkan anak-anak
juga mau menerima si suami. Dalam hati si suami, meskipun dia
tidak kemukakan secara langsung pada si istri, ialah rasa kagum,
bahwa istrinya begitu kuat. Dia tidak akan berkata istri saya
begitu lemah, dia akan berkata istri saya begitu kuat sehingga
meskipun saya sia-siakan, dia tetap berdiri dengan teguh. Nah,
itu adalah lambang kekuatan. Jadi, justru sebetulnya meskipun
tidak diakui, itulah kesan orang terhadap sesamanya yang
berhasil tegar menghadapi penderitaan.

Sajian di atas kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. T093B
yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan. Jika Anda ingin
mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat e-mail, silakan kirim
surat ke: < owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org>
atau < TELAGA(at)sabda.org >. Atau kunjungi situs TELAGA di:
==> http://www.telaga.org/audio/mengenal_kasih_berdasarkan_1_korintus_13_1_13

TIPS _________________________________________________________________

KASIH ILAHI

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.
Meskipun tidak ada kasih yang benar-benar demikian, cobalah cara ini
dan lihatlah hasilnya. Gantilah kata "kasih" dengan nama Anda

Ide:
Tidak cara yang lebih baik untuk menunjukkan kasih Anda kepada orang
lain selain dengan mengevaluasi kemampuan Anda sendiri untuk
menunjukkan kasih itu. Kasih adalah kata yang sulit untuk
dijelaskan. Mungkin penjelasan yang terbaik dari kasih ini terdapat
di Perjanjian Baru di 1 Korintus:

Kasih itu sabar;
kasih itu murah hati;
ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri
dan tidak sombong.

Ia tidak melakukan yang tidak sopan
dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah
dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan,
tetapi karena kebenaran.

Ia menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu,
mengharapkan segala sesuatu,
sabar menanggung segala sesuatu.

Kasih tidak berkesudahan; (1 Korintus 13:4-8)

Menilai Diri Sendiri Sebagai Orang yang Mengasihi

Salah satu cara sejati untuk mengatakan "Aku mengasihimu" adalah
dengan menjadi orang yang lebih mengasihi setiap hari. Cobalah cara
berikut ini secara rutin kapan saja Anda bisa melakukannya,
khususnya saat mengalami kesulitan hidup dan Anda tidak dapat
mengasihi seperti pada masa-masa sebelumnya.

Pakailah penjelasan di atas dan masukkan nama Anda di setiap kata
"kasih" atau kata gantinya. Misalnya saja nama yang dipakai adalah
Ken:

Ken itu sabar;
Ken itu murah hati;
Ken tidak cemburu.
Ken tidak memegahkan diri
dan tidak sombong.

Ken tidak melakukan yang tidak sopan
dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ken tidak pemarah
dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ken tidak bersukacita karena ketidakadilan,
tetapi karena kebenaran.

Ken menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu,
mengharapkan segala sesuatu,
sabar menanggung segala sesuatu.

Ken tidak berkesudahan;

Apakah kita bisa melakukan semuanya? Tentu saja tidak. Khususnya
yang terakhir. Kita semua gagal dalam satu hal atau yang lainnya
setiap hari. Tetapi tujuan dari cara ini adalah untuk memeriksa
seberapa baiknya Anda mengasihi. Sering-seringlah menggunakan cara
ini. Lalu perbaikilah bagian yang Anda rasa gagal.

Perkembangan yang bisa Anda lakukan untuk diri Anda sendiri
menunjukkan kepada orang yang Anda kasihi betapa Anda peduli kepada
mereka. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:
Judul buku: Simple Ways to Say "I Love You"
Judul asli artikel: Love Defined
Penulis: Stephen Arterburn, Carl Dreizler, dan Jan Dargatz
Penerbit: Galahad Books, New York 1994
Halaman: 27 -- 29

STOP PRESS ___________________________________________________________

BLOG SABDA
MELAYANI DENGAN BERBAGI

Kejutan baru!! Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) meluncurkan satu lagi
situs baru, yang diberi nama "Blog SABDA". Situs ini sangat unik
karena situs ini merupakan blog yayasan yang dibangun dengan tujuan
agar para Pembaca, Pengunjung, Pendukung, dan Sahabat YLSA mengenal
yayasan tercinta ini dengan lebih transparan lagi.

Jika selama ini orang hanya bisa mengenal YLSA melalui
produk-produk pelayanannya (CD SABDA, situs-situs dan
publikasi-publikasi YLSA, kelas teologi online, dan CD-CD Alkitab
Audio), maka kini Anda juga dapat mengikuti kegiatan dan pergumulan
para staf yang bekerja di balik layar, dan bahkan bisa terlibat
memberikan masukan/nasihat/dorongan secara langsung tanpa harus
menjadi staf penuh waktu YLSA.

Untuk memudahkan, isi Blog SABDA dibagi dalam beberapa kategori,
yaitu: Alkitab, Publikasi, Pelayanan, Teknologi, dan Umum. Secara
berkala, staf YLSA akan membagikan informasi dan pergumulan seputar
pelayanan YLSA. Besar harapan kami para pengunjung situs ini bisa
ikut berperan serta dengan memberikan komentar dan masukan yang
membangun. Untuk memberi komentar, Anda tidak perlu login terlebih
dahulu, langsung isi saja form komentar di bawah blog yang ingin
Anda komentari. Nah, bagi Anda yang ingin bergabung dalam pelayanan
YLSA tanpa harus menjadi staf penuh waktu, silakan bergabung di
Blog SABDA untuk ikut bersama-sama berbagi mengembangkan pelayanan
YLSA. Selamat berkunjung.

==> http://blog.sabda.org/

_______________________________e-KONSEL ______________________________

Pimpinan Redaksi: Christiana Ratri Yuliani
Staf Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Dian Pradana
Penanggung Jawab Isi Dan Teknis Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2009
YLSA -- http://www.ylsa.org/
Katalog -- http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda punya masalah/perlu konseling? atau ingin mengirimkan
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
silakan kirim ke:
konsel(at)sabda.org atau owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
ARSIP: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
Situs C3I: http://c3i.sabda.org/
Network Konseling: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_konseling
______________________________________________________________________